"Eh Eren, mana kakak lo yang lo bilang keren itu, dia nggak kesini buat nolong lo?" Eren Jovan Vernandes, atau biasa dipanggil Eren, berusia 17 tahun, kelas 1 SMA disalah satu sekolah swasta terkenal di Jakarta. Eren tak menanggapi. Dengan mata tertunduk ia memilihmenghindar dari mereka yang saat ini menghadangnya. "Jiah, cewek apa cowok sih lo. Pengecut banget!" sindir salah satu gerombolan yang terkenal nakal dan suka mencari masalah dengan Eren, bernama Reno. Eren mengepal tangannya menahan marah. Ia tak mau berurusan dengan Reno maupun genknya. "Kabur dia, cemen jadi orang. Penakut lagi. Kaya gini adik dari Exelio Vernandes? Mustahil, iya nggak gaes! " gelak tawa terdengar riuh di belakang. "Eh Eren. Gue bilangin ya, elo tuh nggak cocok jadi adiknya Exelio." Eren berdeca

