Hari itu hari pertama bagi Sharen untuk sekolah di tempat barunya, rasa canggung dan gugup karena harus bergaul di tengah orang-orang yang bisa dikatakan hampir semua dari keluaga terpandang. Terlihat dari penampilannyapun sangat elit mencerminkan kalangan dari kelas atas. Sebenarnya ia tidak mau untuk pindah sekolah, tapi karena Exel memaksa, mau tidak mau ia harus menurutinya, baginya di sekolah lama atau baru sama saja, mungkin dengan suasana baru, Sharen lebih nyaman. Namun kali ini rasa canggung karena Exel tidak masuk bersamanya. Yah, tiba-tiba saja Exel mendapat telepon dari kantor dan mengharuskannya pergi saat itu juga. Mau tak mau, Sharen sendirilah yang harus ke sekolah dengan ditemani pak Albert sebagai sopirnya. Sharen memasuki gerbang sekolah bertulis nama Vernz High Sch

