"Sharen!" "Gio"!" "Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Gio penasaran. Tangan Exel menggenggam erat tangan Sharen seakan memperlihatkan Sharen adalah miliknya. "Bukan urusan lo." Exel menarik tangan Sharen untuk pergi dari tempat ini. Melewati Gio yang masih berdiri mematung di hadapan mereka. Sakit, tentu saja itu yang sedang dirasakan Gio saat melihat perempuan yang disayanginya bersama orang lain. Apa memang sekarang Sharen sudah melupakannya? Melupakan masa lalu mereka dulu? "Jauhin Gio! " Mata Sharen melotot, bagaimana bisa Exel menyuruhnya untuk menjauhi Gio? Gio adalah temannya--dan bagaimana mungkin? "Apa maksud kamu? " "Aku minta kamu jauhin Gio!" Sharen menggelengkan kepala tak setuju, bagaimana pun juga Gio tetap temannya. "Kalau kamu nggak

