Exel langsung masuk ke kamarnya, tanpa berkata apapun pada Sharen, sejak tadi siang di mobil setelah mereka makan siang , tak ada satupun kata yang terucap di bibirnya. Sementara itu Sharen juga langsung menuju kamarnya, belum sempat ia berganti pakaian, Sharen telah menjatuhkan tubuh di atas kasur besar miliknya. Sharen masih mengingat kejadian saat di sekolah tadi, saat Exel memintanya untuk menjauhi Gio. Tidak mungkin Sharen melakukannya bukan? Gio adalah sahabat sekaligus orang yang dulu pernah mengisi hatinya, memberinya satu kebahagiaan walau sesaat karena Gio saat itu memilih untuk pergi. Tok tok tok Terdengar suara ketokan pintu dari luar. "Siapa yang mengetuk pintu?" tanya Sharen tak ingin beranjak dari tidurnya. "Iya sebentar!" segera Sharen berjalan menuju ke

