"Exel!" Sosok jangkung yang sekarang berdiri di depannya dengan sorot mata tajam. Dialah Exel-- bahkan Sharen sendiri bingung bagaimana Exel bisa menemukannya? "Eh ada jagoan baru di sini, nggak usah ikut campur, kalau lo nggak mau mampus disini!" Ancam preman itu. "Sembunyi dibelakang aku Sha!!" Exel menarik tangan Sharen berusaha melindungi dibalik punggungnya. Exel melipat kedua lengan bajunya menjadi sepertiga, sembari mengepalkan tangan. Sorot matanya kini berubah menghitam. Perkelahian tak terelakan. Bugh…bugh…bugh Sharen bergidik ngeri menyaksikan pemandangan di depannya, bukan karena melihat Exel yang dikeroyok preman yang berjumlah lima orang berbadan kekar, melainkan bagaimana brutalnya Exel hampir kehilangan kesadaran menghabisi mereka semua dengan tangan kosong

