Selamat tinggal dunia. Sharen Malam hari ini begitu dingin dan sangat sepi. Malam, apakah sang rembulan sedang bersembunyi? apa dia malu untuk menampakkan cahayanya? tak ada jawaban dari sang rembulan, hanya ada derik suara angin malam yang mengusiknya. Kuberbaring di kasur rumah sakit, sendiri. Hanya ada 2 pasien di ruanganku, satu seorang ibu-ibu muda berusia 25 tahun dan disebelah perempuan muda yang mungkin sepantaran denganku. Dia yang pertama kali mengajakku berbicara, setelah aku sadar. Yah, aku sadar—ternyata aku masih hidup. "Hai lo sudah bangun," ujar perempuan itu duduk di kursi dekat tempatku berbaring. "Lo siapa?" tanyaku setengah sadar. Perempuan itu tersenyum, dapat kulihat ia sangat cantik dengan geraian rambut panjangnya. "Gue Alya, gue sudah disini semin

