Bel rumah berbunyi nyaring. “Siapa itu?” tanya Satya. Dia bangkit dan menuju pintu. Saat membuka pintu, dia melihat dua sahabatya berdiri di sana. Viar membawa payung, satu kruk dengan tangan kirinya dan keranjang belanjaan, sementara Yoga berdiri di sebelahnya dengan basah kuyub. Hujan di luar memang cukup deras. Satya mempersilakan mereka masuk. “Kenapa kamu basah kuyub?” tanya Satya. “Lupa bawa payung,” jawab Yoga. Satya mengerutkan kening. Hujan sudah turun setengah jam yang lalu sedangkan perjalanan Yoga dari rumahnya ke sini hanya butuh waktu lima menit. “Aku melihatnya menuju rumahmu saat pulang dari belanja, jadi sekalian kuantar,” kata Viar. Kondisi cowok itu sudah semakin baik, dalam satu bulan terakhir saja dia sudah diijinkan memakai satu kruk saja. Satya mengangguk. “Tu

