Rebel

1186 Kata

Putri duduk diam di depan Viar, Satya dan Maya yang tengah menyantap bakso Pak Man di kantin. Hatinya resah,  apa yang dia takutkan menjadi kenyataan. Yoga membolos selama dua hari, malamnya pun dia tidak pulang ke rumah Viar maupun Satya. Hari ini pun Yoga tidak muncul di sekolah. Dada Putri terasa sesak. Yoga selalu menghiburnya ketika sedih, dan mendukungnya ketika Putri sedang terpuruk. Sayanga Putri tak bisa membalas hal itu, dia tidak bisa melakukan apa pun untuk membalas semua kebaikan Yoga. “Kak Putri tidak makan?” tanya Maya. “Aku tidak bisa makan sementara aku tidak tahu Yoga makan atau tidak,” keluh Putri. Viar meletakan sendok lalu menggosok-gosok dahinya, perkataan Putri seketika membuatnya kehilangan selera makan. “Seharusnya waktu itu aku memberinya uang lebih,” desah V

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN