“Kenapa lama sekali? Apa yang kakak bicarakan dengan Pak Mahesa?” tanya Maya penasaran ketika mereka telah sampai di rumah sore itu. Mereka menggelar acara makan malam seperti biasa tanpa kedua orang tua mereka yang selalu sibuk bekerja. Satya tak menjawab pertanyaan Maya itu dalam hatinya pemuda itu berpikir. Ada satu hal yang disadarinya selama hantu pohon beringin ini mengusiknya, yaitu trauma masa kecil Maya yang belum hilang. “May, hantu yang kamu lihat karena pengaruh jamur beracun itu, apa mirip dengan pria yang menyekapmu dulu?” Satya malah balik bertanya pada Maya. Maya terdiam sejenak kemudian mengangguk. “Mungkin aku perlu menemui psikolog sekali lagi,” aku Maya. Satya menghampiri Maya, duduk di samping gadis itu la

