“Tumben kamu sendirian?” tanya Viar. Pemuda itu masih duduk di jok belakang motornya. Karena kakinya yang masih cidera, Yogalah yang bertugas memboncengnya ke sekolah. Mereka berpapasan dengan Satya di tempat parkir. “Iya, semalam aku diusir dari rumah,” aku Satya. “Diusir? Kenapa?” tanya Yoga malah terlihat antusias. “Ibuku … dia tahu kalau ….” Satya mengurungkan niatnya untuk menjelaskan situasinya saat ini. Dia bisa membayangkan Yoga dan Viar menertawai seharian jika mereka mengetahui hal tersebut. “Ya, gitu deh, pokoknya aku berselisih dengan ibuku,” putus Satya akhirnya. Dia mendahului dua sahabatnya menuju kelas. Sayangnya di depan lorong ada sosok Maya. Gadis itu tersenyum sambil membawa tas besar. Satya tertegun, rasan

