“Kamu nggak apa?” tanya Yoga khawatir melihat Viar yang tampak kesakitan sambil memegangi pinggangnya. Pemuda itu kembali menggunakan satu kruk untuk menopang tubuhnya. Viar meringis. “Kemaren aku nyoba main basket,” aku Viar. “Mungkin aku harus kontrol ke dokter nanti.” Yoga berdecak-decak. “Kamu ini memang bandel!” oloknya. Kedua remaja itu lalu menyusuri lorong bersama dan bertemu dengan Satya dan Ilham yang sedang mengobrol dengan seru. Sudah sejak sebulan yang lalu Satya mulai bekerja sambilan di lembaga bimbingan belajar yang sedang dirintis oleh Ilham dan teman-temannya, sehingga sahabat mereka itu jadi semakin dekat dengan musuh bebuyutan Yoga. “Vi, kamu pakai kruk lagi?” Satya yang bersitatap dengan Viar langsung terkesiap, menda
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


