Mading

1752 Kata

            “Kak Putri, selamat ya,” puji Maya pagi itu. Dia berjalan beriringan dengan teman-teman kakaknya dari lapangan parkir. Mereka menyusuri lorong-lorong sekolah yang sudah dihiasi pita-pita cantik. Kurang dua pecan lagi adalah hari ulang tahun sekolah mereka. Beberapa anak dengan rompi OSIS tampa sibuk berlarian di sepanjang lorong itu. Mereka menghiasi sudut-sudut lain di koridor itu yang belum terpasang hiasan sambil menggotong tangga kayu di tangan mereka.             “Makasih,” jawab Putri dengan senyuman kecil, “tapi masih terlalu cepat untuk senang. Setelah ini masih ada seleksi sepuluh besar. Katanya yang lolos bisa mengikuti kelas menulis bersama Teremine.”             “Wah, Teremine penulis novel ‘Pergi’ itu?” tanya  Maya takjub. Putri hanya menjawab dengan anggukan ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN