Starter

1827 Kata

Anggie datang ke sekolah pagi sekali hari itu saat tempat parkir motor masih sepi. Gadis itu mempercepat langkahnya ke ruang guru. Setelah memastikan tidak ada orang yang melihatnya, Anggie membuka pintu ruang guru yang masih sangat sepi belum ada satu pun makhluk di sana. Anggie menghampiri meja Pak Ilham dan melihat tumpukan map warna kuning. Anggie mengeluarkan map serupa lalu meletakkannya di antara tumpukan map itu. Tidak di paling atas maupun paling bawah tapi di tengah-tengah.             “Ngapain kamu?” Suara berat Ilham membuat Anggie hampir meloncat. Gadis itu terbelalak melihat sosok Ilham berdiri di belakangnya dengan wajah datar. Keringat dingin seketika membasahi tubuh Anggie. Ilham malah tersenyum.             “Hanya mau daftar seleksi olimpiade saja kenapa mengendap-endap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN