Yoga melangkah pelan kembali menuju Melati nomor empat. Satya memutuskan untuk pulang, adiknya pun mengekor. Sementara Putri juga pulang, karena Viar memintanya pergi. Yoga belum mau pergi, dia masih ingin menemani Viar, walaupun sudah tahu bakal diusir. Yoga menatap telapak tangan kanannya, bagian dari tubuhnya yang paling disayanginya. Yoga tak dapat membayangkan seandainya dia kecelakaan sampai tangan kanannya itu tak dapat dipakai untuk menggambar lagi. Pasti itulah akhir dari hidupnya. Yoga merenung dan membayangkan apa yang terjadi pada Putri dan Viar hari ini. Bagaimana rasanya terpaksa meletakkan impian yang selama ini kamu kejar? Itu pasti sakit sekali dan Yoga tidak ingin membayangkan hal tersebut. Cita-cita menjadi komikus sejak kecil jelas bukan hal y

