Dua hari kemudian dari penangkapan July yang mengejar N sampai ke bandara, July dan N bertemu lagi di perusahaan untuk menandatangani perjanjian kontrak mereka. Bersama dengan itu N dan July resmi hidup seatap. “Masuklah,” Ajak July ketika membuka pintu apartemennya untuk N. “Kamu bisa gunakan kamar kosong yang di sana.” Tunjuk July agar N bisa menaruh barang pribadinya. Tidak banyak benda yang N bawa, hanya sebuah ransel yang disandangnya. N menuju kamar yang mulai kini akan menjadi kamar tidurnya, membuka pintu, mengamati interior ruangan itu lalu duduk di atas ranjang kosongnya. July berdiri di depan pintu kamar bersandar. “Tapi,” July menatap N. “Apa itu semua sudah barang-barangmu yang akan kamu gunakan?” Tanya July penasaran juga bingung. “Ya? Kenapa?” N tidak ingin nanti kerepot

