Alastor membatu di tempat. Situasi yang semula serba aneh membingungkan kini terasa mencekam. Seharusnya dirinya yang berdiri di depan melindungi July namun yang terjadi saat ini Alastor kehilangan kata, tak mampu menjelaskan diri apalagi membela atau pun melindungi. Seketika kepercayaan diri sirna di hadapan keluarga July. Dengan statusnya dalam perjanjian di atas kertas, Alastor bukanlah apa-apa, bukan siapa-siapa yang memiliki hak sebagaimana Joe tuduhkan terhadapnya. “Kau! Siapa kau sebenarnya?” Joe begitu bernapsu mengintimidasi Alastor yang sudah berwajah pucat dan tatapan mata hampa. Pria itu meski bahunya didorong keras, kasar oleh Joe tetap bergeming diam membisu. July tak tahan lagi berada di sana, apalagi melihat Alastor yang berubah tak berdaya. Seperti halnya seorang terdakw
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


