"Kamu tau kenapa Papi milih Alaska?" tanya Frada masih menatap kakinya. "Tidak tahu," Tristan masih saja memaksa Frada untuk tetap duduk sementara tangannya sibuk memijit bagian pergelangan kaki. "Tuan tidak memberikan jawaban apa pun!" "Biasanya Papi kan ngomong semuanya! Tentang apa … Pun, tapi kenapa ini enggak? Ada rahasia apa?" Frada patut curiga akan yang terjadi padanya. "Tapi saya sudah memaksanya untuk bercerita, tapi … Justru Tuan hanya meminta saya untuk membawa Anda keluar dari kota ini, bahkan Indonesia dan …," Tristan hendak mengatakan tentang ucapan Nathan mengenai persetujuan jika mereka kembali menjalin hubungan. Tetapi, itu sangat mustahil dan Tristan pun urung. Dia merasa lucu, dan tanpa sadar telah memberikan senyuman tipis sambil menundukkan kepala. "Ada apa?" tan

