Hati Tristan seolah tersayat sembilu, dia segera melepas alat yang terpasang di telinga kemudian menetapkan benda itu di pendengaran Frada. Musik pun mulai diputar. "Diam di sini! Dan … Bayangkan segala sesuatu yang indah di dunia ini. Aku janji, aku pasti datang lagi ke sini!" Frada menangis. "Aku membencimu, Tristan!" "Ya, aku tau." ucap Tristan langsung menutup pintu lemari kecil tersebut, dan menguncinya. Tristan segera pergi tanpa rasa khawatir akan keselamatan Frada, bagian atas merupakan bekas saluran pembuangan sisa makanan di wastafel. Meski dia tahu gadis itu tengah berperang akan rasa takut. Tetapi, Tristan berusaha semampunya untuk tetap melindungi Frada. Bukan semata tugas, juga bukan pula dia terus mencintai gadis itu, karena ini mengenai kemanusiaan terhadap orang-orang y

