Segala yang dihadapi tentu bukanlah hal mudah bagi Tristan, dia harus berjumpa dengan seorang gadis tak dikenal ke sebuah kamar tak terlalu mewah. Tetapi, Tristan sudah menyiapkan apa itu obat tidur agar Clara bisa tenang tanpa mereka bermain hal yang tidak diinginkan. Jam telah menunjukkan pukul sepuluh malam, menurut janji mereka berdua akan bertemu sekitar jam 9 malam. Tristan dengan sabar menunggu, semua demi informasi baru yang akan didapat. Tidak lama, setelah bunyi bel di pintu Tristan segera membukanya, terlihat Clara dengan pakaian sabrina. "Hai," Clara langsung mencapai pundak Tristan. "Udah lama nunggu ya?" Sesungguhnya Tristan enggan, dia mengamati jari lentik di pundak saja benar-benar muak. "Lumayan lama, sekitar satu jam." Clara terkejut sekaligus terharu. "Ya ampun, mas

