47. Gaun Lama

2004 Kata

Berkali-kali mendapat acuan atas kemarahan itu, Nathan tidak mempermasalahkan hal sebenarnya juga sudah membuatnya kesal. Tampak Frada hanya menatap keluar, dia terpaut akan pemandangan di sana. Sedang Nathan, tetap fokus pada arah jalan yang kini memasuki kawasan sebuah restoran Jawa di Jakarta. "Kemarin, Papi dapat kiriman dari sini. Restoran nya baru buka," Nathan melepas sabuk pengaman. "Awalnya dimakan rasanya aneh, tapi … Enggak tau kenapa beda." "Beda kenapa, Pi?" Frada menetap sebuah nama restoran khas Jawa tersebut. "Kayak bukan makanan yang biasa kita makan," Nathan membuka pintu. "Ayo, kita liat aja biar tau!" Walau terkadang selera dan tujuan Nathan kurang jelas, Frada tetap berusaha menjaga situasi ini. Dia keluar, mengikuti langkah Nathan hingga di lobi dan mendapat sambu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN