50. Mengintai

2013 Kata

"Pokoknya jangan ngomong apa-apa sama Papi!" Frada mengamati nomor yang tertera di atas dan sisi pintu lift. "Aku males ditanya banyak hal tentang malam kemarin Adhisti dateng!" Sisi bibir Tristan terangkat. Frada pun mengernyit tak mengerti. "Kenapa begitu? Kenapa wajahmu seperti itu?" "Tidak," Tristan memberi jalan saat pintu terbuka. "Bukan apa-apa, Nona!" Sekilas Frada hampir menjawab. Namun, di depannya telah berdiri Nathan dan salah satu orang menjadi kepercayaannya. Frada hanya bisa menelan ludah saat kini Nathan sedang memerhatikan luka yang masih dibungkus kain perban. "Hai, Pi." "Hai," Nathan menyatukan kedua alisnya. "Itu …," "Ini luka karena …," Frada melirik Tristan. Dia tidak tahu apakah Ayahnya sudah tahu tentang ini atau belum. "Kecelakaan kecil." "Kecelakaan apa?" E

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN