Pria bersama Adhisti kini tidak berdaya, dia menggapai kaki Tristan. Namun, tidak ada lagi sebuah pengampunan. Tristan berjongkok lalu menjambak rambut gelombang kekasih Adhisti. "Siapa yang melakukannya?" Tidak ada jawaban. Tetapi, dari belakang Adhisti mencoba melukai dengan pisau. Sempat Tristan terlambat dan lengannya tergores tajamnya belati. Tetapi, tidak kedua kalinya karena dia berhasil mengunci gerakan Adhisti dan mengikat tangan itu ke belakang hingga tak bisa berkutik. "Mau jujur atau aku yang …," "Ya, aku. Aku yang udah menarik rambut, lalu melempar Frada sampai terluka!" ucap Adhisti dengan segala pengakuan. Api semakin besar menyala dalam kepala, Tristan menahan apa itu rasa ingin melukai wanita di tangannya saat ini. "Kenapa kamu lakuin itu, Adhisti? Dia enggak ada hubung

