Sebuah panggilan lain masuk ke handphone Scarlette ketika ia sedang asyik melamun dan menikmati kenangan manisnya kopi gula aren. Itu Arron yang entah sudah berapa kali meneleponnya hari ini. Scarlette begitu terganggu dibuatnya. "Kau meneleponku, berbuat seolah-olah kau benar-benar takut kehilanganku. Tetapi di belakangku kau meniduri banyak wanita dan tidak merasa bersalah sedikitpun tentang hal itu," gumam Scarlette sambil mengulas senyum sinis. Hatinya sang penulis telah mati jika menyangkut pria bernama Arron. Mencintainya dan mau menjadikan kekasihnya adalah sebuah kesalahan. Aaron adalah mimpi buruk dari sekian banyak mimpi indah dalam kehidupan sang penulis. Jedher! Sebuah suara petir yang tiba-tiba membuat Scarlette terkejut. Iya memandang langit senja berwarna orange kemera

