"Don! Kau ...!" pekik Jamil terkejut. Ia membelalakkan matanya tak percaya saat akhirnya susah payah Darian bisa berbicara. "Mil, a-ku bi-sa bi-ca-ra ..... " Bukan hanya Jamil bahkan Darian sendiri tak percaya ia bisa bicara setelah serangkaian ketegangan yang menyakitkan itu. "Ya Tuhan, Don! Ini mukjizat! Ini keajaiban, Don Darian! Aku akan panggil dokter untuk memeriksa kondisimu. Jangan banyak bicara dulu," ujar Jamil tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Jamil segera berlari untuk mencari perawat atau dokter agar bisa segera memeriksa kondisi Darian. Jamil bahkan menabrak beberapa orang di lorong karena terburu-buru. Sebuah senyum lega tersungging di wajahnya setelah beberapa hari ini terlihat kusut dan lelah. "Dokter! Tolong! Tolong periksa sahabat saya. Di-dia sudah bisa b

