“Udah, lo jangan nangis lagi. Tisu gue habis, nih.” “Tapi hiks—hiks Sofia huhuhu....” Sofia yang melihat Queen tidak bisa berhenti menangis menghembuskan nafasnya pelan sambil mengusap punggung gadis di sampingnya. Sebenarnya, Sofia juga merasa sanga terharu namun ia mati-matian menahan air matanya agar tidak tumpah. Gadis itu sangat takjub saat teman-teman kelas mereka datang dan membela mereka. Tak lama, ia memeluk Queen yang tubuhnya masih bergetar. “Lo orang baik, Queen. Jadi banyak yang sayang sama lo,” tutur Sofia yang selalu bersama Queen, ia bisa melihat bagaimana teman sebangkunya itu memperlakukan orang lain dengan baik. Tak pernah pandang bulu dan selalu berusaha untuk membantu jika bisa. Orang seperti Queen sudah sangat jarang Sofia lihat, jadi ia sangat bangga saat tahu

