Ting nong! Ting nong! “Siapa, sih, ini pagi-pagi udah dateng ke rumah orang, mau numpang sarapan?” sunggut Manggala ketika tengah mengoleskan sunscreen ke kulit wajahnya, tidak mendengar suara bell lagi pria itu lalu memilih melanjutkan ritual paginya, kembali menatap pantulannya ke cermin. Ting nong! Ting nong! “Iyaaa, bentar! Sabar woi!” Manggala meletakan botol sunscreen-nya dengan kasar ke atas meja, sedetik kemudian menyesal ketika melihat isinya terkeluar sedikit. Hiks—harganya sama seperti jajan sekolahnya satu hari. Ting nong! “Beneran minta disambit ini!” Remaja laki-laki itu akhirnya keluar dari kamar, menengok ke kiri dan kanan, mencari keberadaan sang Bunda yang biasanya akan membukakan pintu jika tamu datang. Begini-gini, Manggala juga sama seperti anak lain yang akan

