20. Agatha

1680 Kata

Dunia adalah panggung sandiwara terbesar, banyak dari mereka yang menutupi luka dan kepedihan lantas mengatakan baik-baik saja. Mereka tersenyum dengan lebar padahal sebelumnya baru saja manangis dengan keras. Dari luar mereka memang terlihat baik-baik saja padahal di dalamnya hancur tak tersisa. Bak sebuah topeng, mereka bebas kapan pun mau melepas dan memasangnya kembali. Tidak semua orang dapat melihat itu, hanya mereka dipercayai untuk melihat betapa hancurnya isi di dalam mereka. “Au, lo ketinggalan pelajaran?” Queen melirik laki-laki yang berada di sampingnya. Sedetik kemudian, gadis itu menyesal bertanya seperti itu karena kenyataan mereka memang meninggalkan jam pelajaran. “Karena lo,” ketus Auriga menatap Queen akan tetapi ekpsresi wajahnya sama sekali tidak menyalahkan gadis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN