Nelvan duduk menghadap taman samping rumahnya, di belakangnya Hans datang menghampiri. “Apa kamu masih belum ingin mengatakan apapun? Ini sudah cukup lama kamu berdiam diri seperti ini tanpa berkata satu kata pun.” ucap Hans. Tapi Nelvan masih diam, tak ingin mengalihkan pandangannya. Hembusan nafas di hela oleh Hans. Ia juga tidak bisa memaksa Nelvan untuk banyak bicara, membiarkan Nelvan duduk sendirian tanpa mengganggu lelaki itu. Ketika sudah lumayan jauh dari posisi Nelvan, Hans kembali berbalik memastikan Nelvan setidaknya mengalihkan matanya. Tapi sayang, Nelvan sejak sadar dari keadaan kritisnya, lelaki itu banyak diam. Melihat kondisi Nelvan yang seperti ini membuat Hans prihatin, meski tidak tau apa yang sedang Nelvan pikirkan tapi Hans yakin apapun itu pasti sangat sulit untu

