Bab 78

1986 Kata

Arawan Sinaga. Ia adalah manusia yang bisa dibilang cukup tampan. Hanya saja ia terlalu membatasi atau bahkan tak berniat untuk menampilkan ketampanannya secara mencolok. Bayangkan saja! Dia adalah anak dari seorang yang sangat kaya raya. Ia bisa saja melakukan perawatan pada dirinya, tapi dia tidak mau. Dia rasa perawatan semacam itu sama saja tak mensyukuri apa yang sang pencipta berikan kepadanya. Namun apakah kalau cuma melakukan perawatan pada rambutnya juga termasuk tak mensyukuri nikmat? Itu cerita yang berbeda. Bagi Awan, rambut kribonya itu adalah simbol dari dirinya. Ia bisa mudah dikenal oleh banyak orang karena rambutnya itu, pastinya juga karena otak konsletnya. Padahal kalau ia mau merapikan rambutnya itu, tingkat ketampanannya bisa saja setara dengan Ardi. Agak tak bisa di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN