Bab 79

2005 Kata

"Lho. Iya lagi," ucap Bara mulai kesal. "Lalu?" tanya Awan. "Ya jangan iya!" kata Bara. "Iya Bar," jawab Awan. "Lo bilang iya lagi langsung gue tindak lanjuti," ancam Bara. "Iya Bang Bara. Maaf," jawab Awan. Nampak raut wajah Bara yang sudah mulai berada di puncak kekesalan. "Woi, lo berdua ribut mulu. Ngehabisin waktu aja!" omel Ardi. "Iya Abang Ardi," sahut Awan dan Bara bersamaan. Keributan pun akhirnya bisa mereda. Kini kedua manusia tampan itu kembali melanjutkan pertandingan adu gengsi yang sejauh ini masih seri. Belum bisa ditebak siapa yang akan memenangkannya nanti. Antara Ardi atau Awan sama-sama hebat. Waktu terus berjalan. Tak terasa sudah jam 23:05. Itu berarti sudah hampir 3 jam mereka berada di tempat itu. Pengunjung sudah mulai sepi. Cuma beberapa yang masih setia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN