"Gue ngasih dia minuman. Dia nggak nolak pemberian gue. Dia menerimanya. Itu tandanya dia ada rasa sedikit sama gue," ucap Awan. "Menerima pemberian belum tentu suka dengan si pemberi kali, Wan," sahut Ardi. "Ya, gue tahu. Tapi baru juga sedetik dia menerima sebotol air itu, dia langsung meminumnya," kata Awan. "Dia haus kali, tu," sahut Ardi lagi. "Lo lama-lama ngeselin, ya. Nggak pernah suka kalau lihat sahabatnya bahagia," protes Awan. "Gue sukanya lihat lo menderita. Hahaha," ucap Ardi. Suara tawa Ardi membuat indra pendengaran Awan sangat terganggu. Ia yang sedang dalam mode serius tentu saja tidak suka dengan sifat Ardi yang seperti itu. Namun atas nama persahabatan, ia tidak mungkin mengusir Ardi dari rumahnya. "Gue lanjut atau nggak?" tanya Awan. "Oke, lanjut!" jawab Ardi.

