Aku memperhatikan wajah Bang Putra sambil tersenyum tanpa sadar. Sambil merasakan pergerakan jari-jarinya yang mulai memainkan vaginaku dari balik celana dalam. “Ahhh…. Ahhh…. Ahhmmmhhh”. Dicipok ganasnya bibirku yang sedang mendesah karena permainan jari Bang Putra pada vaginaku. Aku merasa geli yang gak tertahankan meskipun jarinya belum masuk ke dalam vaginaku. Tangan Bang Putra perlahan memegang tanganku dan mengarahkan tanganku ke p***s besarnya. “Ba…Bang aku takut punya kamu gede dan berurat. Keras banget ini serius kok bisa p***s kamu sampe sekeras ini”. Bang Putra tidak memperdulikan perkataanku dan secara tersirat memintaku untuk mengocok penisnya. Aku menuruti keinginannya karena saat ini pun aku sedang merasakan nikmatnya Bang Putra mempermainkan vaginaku dengan jarinya. Ini pe

