Begitu Sangat Indah

3175 Kata
Setelah Komi melihat Frins dan Buyi yang begitu terlihat senang karena bercanda gurau bersama Komi pun memutuskan untuk tidak mengganggu mereka dengan harapan Buyi akan bisa melepaskan perasaan marah dan kecewanya pada Komi saat itu hingga Komi pun langsung saja ke kamar nya membaringkan dirinya sambil menunggu saja Frins dan Komi selesai menyiapkan makanan. " Hahaha, hahaha,"seorang wanita terdengar tertawa bahagia. " Siapa itu?"Komi melihat ke satu arah dimana Komi bisa melihat seorang wanita yang saat itu tidak Komi ketahui siapa wanita tersebut. " Hahaha, hahaha. Ayo kemari, ayo kemarilah tangkap aku,"ujar seorang wanita tersebut sambil berlari dan melambaikan tangannya ke arah Komi. Meskipun wanita tersebut seperti melambai ke arah Komi, tapi tentu saja Komi tidak langsung gede rasa dan membalas lambaiannya saat itu hingga yang di lakukan Komi tentu saja melihat ke belakang dan sisi nya, siapa tahu orang yang di suruh untuk menangkap wanita tersebut sambil di lambaikan tangan ada di belakang Komi, atau mungkin di sebelah Komi. Saat itu pun tentu saja Komi langsung melihat ke sebelah kanan dan kiri sekaligus ke belakang Komi takut nya orang yang wanita tersebut lambaikan tangan memang ada. " Aku tak tahu siapa dia, dan tentu saja dia melambaikan tangan bukan ke arah ku tapi aku tak tahu kepada siapa wanita itu melambaikan tangannya. Hari begitu cepat berlalu hingga sekarang saja aku tak sadar sudah pagi kembali dan aku sudah kembali berada sepertinya di bukit ini lagi,"ujar Komi dalam hatinya. Lalu ketika Komi kembali mengalihkan perhatiannya ke depan mencoba melihat kembali wanita yang tadi melambaikan tangan tiba-tiba wanita tersebut sudah ada di hadapan Komi, melihat wanita tersebut yang dengan cepat tiba-tiba ada tepat di hadapannya tentu saja membuat Komi merasa sangat kaget. Wanita tersebut memang tidak bermaksud atau berbuat hal yang membuat Komi kaget saat itu hanya saja kehadirannya yang begitu sangat cepat dan tiba-tiba di hadapannya membuat Komi benar-benar merasa kaget saat itu, yang di lakukan wanita tersebut saat itu tersenyum sedikit tertawa kepada Komi dengan tangannya yang langsung menarik Komi, mengajaknya ikut berlari bersamanya. " Siapa wanita ini, dan kenapa dia langsung seperti orang yang sudah akrab dengan ku? bahkan sampai menarik tangan ku. Berarti tadi dia memang melambaikan tangan ke arah ku? tapi siapa dia, karena jika aku perhatikan wanita ini bukan Frins,"ujar Komi. Komi yang sedang diajak bersenang-senang dengan seorang perempuan tak bisa menolak ajakan wanita tersebut hingga pada akhirnya Komi pun ikut dengan wanita yang menarik tangannya tersebut, sementara di sisi lain Frins yang berada di dapur bersama dengan Buyi yang tengah menyiapkan makan malam sudah selesai memasak, dan menghidangkan makanan-makanan tersebut. " Bu semuanya sudah siapa kenapa Komi tidak ada kemari?"tanya Frins. " Ah sudahlah Frins, mungkin dia belum lapar sehingga dia tidak menghampiri kita meskipun sebenarnya dia tahu jika jam sudah menunjukan waktu untuk makan malam. Sekarang ayo Frins kita makan saja dulu. " Sepertinya ibu memang tengah merasa kecewa dan masih saja marah kepada Komi, sampai dia pun bersikap seperti ini benar-benar tak peduli dengan Komi ( Frins bicara dalam hati ). Ah bu kasihan dia bu, dia kan sudah menjemput ku kemari tadi sepertinya bisa saja dia kelelahan dan tak sengaja tertidur bu. Aku akan memanggilnya ya bu,"ujar Frins kepada Buyi sambil dengan cepat langsung saja pergi meninggalkan meja makan karena takut Buyi akan menahannya saat itu. Frins pun perlahan menghampiri kamar Komi, sementara Frins yang sedang ke kamar Komi, justru Komi yang saat itu sedang di tanyakan oleh Frins tengah tertidur dan terus bermimpi mengenai wanita yang saat itu menarik tangannya bicara untuk bersenang-senang bersama berlari di bukit tersebut. " Aku benar-benar tidak tahu siapa wanita ini, dan aku benar-benar bisa melihat jika wanita yang sedang ada di hadapan ku ini bukan Frins,"ujar Komi. Seketika wanita yang menarik tangan Komi pun berhenti berlari, berdiam diri dengan membelakangi Komi bersama genggaman tangannya yang terlepas dati tangan Komi, melihat wanita tersebut yang begitu tiba-tiba berhenti berlari dan berdiam diri begitu saja tentu saja membuat Komi merasa aneh. " Apa yang terjadi? apa tenaga wanita ini habis?"tanya Komi melihat wanita tersebut yang seketika terdiam. Lalu ketika Komi terus saja melihat ke arah wanita tersebut perlahan wanita tersebut mulai berbalik ke arah Komi, dengan wajah wanita tersebut yang awalnya terlihat tersenyum tapi ketika wanita tersebut berbalik menatap ke arah Komi, senyum yang ada di wajahnya pun perlahan sirna sampai pada akhirnya ketika wanita tersebut tepat di hadapannya sambil melihat ke arah Komi, pandangnya berubah menjadi pandangan seperti orang yang sedang bersedih bahkan lebih dari sedih matanya pun terlihat berkaca-kaca seperti orang yang akan menangis. " Komi, komi,"ujar wanita tersebut. " Ah kau tahu nama ku?"tanya Komi. " Komi, Komi bangun Komi,"terdengar suara tersebut lagi yang Komi lihat jika suara tersebut keluar dari mulut wanita itu. " Bangun? apa maksud nya? aku dari tadi bangun, dan tidak tidur kan? karena dari tadi dia yang mengajak ku berlari. Sial kenapa aku begitu berat untuk bicara,"ujar Komi dalam hatinya karena begitu sangat berat bicara saat itu. " Komi bangunlah Komi, makan malam sudah siap,"ujar kembali suara wanita. " Makan malam? apa maksudnya," " Komi makan malam sudah siap ayo keluarlah, aku dan ibu menunggu mu,"ujar seorang wanita lagi memotong pembicaraan Komi. Wanita yang Komi lihat ada di hadapannya pun perlahan menjauh pergi, semakin jauh, dan semakin jauh hingga pada akhirnya wanita tersebut pun perlahan hilang tertelan cahaya putih. " Komi kau tertidur? bangunlah ini sudah waktunya makan malam,"sambil suara pintu yang di ketuk suara orang yang memanggil Komi pun kembali terdengar dengan suaranya yang lebih keras. Komi pun saat itu langsung saja sadar dan membuka matanya, begitu sangat kaget dengan panggilan yang Komi dengarkan ternyata dari luar kamarnya, Komi begitu sangat cepat sadar saat itu melihat jika kejadian yang nyata saat itu adalah Komi tidak sengaja tertidur dan orang yang mengajak Komi berlari adalah orang yang ada dalam mimpinya. " Aku tak sengaja tertidur? dan wanita tadi sepertinya itu hanya sebuah mimpi?"ujar Komi dalam hati sedikit ingat dengan mimpinya mengenai wanita tersebut. " Komi, bangun lah aku dan ibu sudah menunggu mu dari tadi,"ujar seorang wanita yang sepertinya suara Frins dari luar kamar Komi sambil mengetuk pintu kembali. " Y-ya Frins aku datang,"jawab Komi. " Ya Komi, cepatlah,"ujar kembali Frins. " Sepertinya sekarang lebih baik aku secepatnya menghampiri Frins yang sudah menunggu ku di meja makan, aku sadar jika apa yang aku alami tadi hanya sebuah mimpi dan inilah kenyataan yang sekarang sedang aku jalani, waktu sudah sore menjelang malam, lalu Frins dan ibu sudah menunggu mu untuk makan malam di dapur,"ujar Komi saat itu sambil beranjak dan berjalan langsung keluar dari kamarnya. Tapi sebelum Komi menghampiri Frins dan Buyi yang sudah menunggunya di dapur, terlebih dahulu Komi membersihkan wajahnya karena barusan tak sengaja tertidur sehingga wajah Komi terlihat berantakan lalu dengan cepat tentu saja yang Komi lakukan saat itu menghampiri mereka berdua di dapur. " Hai bu, hai Frins maaf aku ketiduran tadi aku, ( Komi melihat ke arah Buyi yang tanpa respon apapun ) Ah sudahlah, baiklah aku makan,"ujar Komi. " Hai Komi, duduklah aku dan ibu sudah masak untuk kita makan. Ayo,"ujar Frins. Komi pun duduk akan mengambil salah satu piring saat itu dan mengambil makanan, tali sebelum itu Komi begitu sangat merasa terpukul dengan Buyi yang ada di hadapannya begitu sangat berbeda merespon Komi, ketika Komi menyapa nya pun Buyi tidak menanggapi dan yang menanggapi saat itu hanya Frins, dan sangat berbeda kembali dengan biasanya Buyi yang selalu mengambilkan makanan untuk Komi tidak melakukan itu sekarang tapi yang di lakukannya hanya fokus terhadap makanannya. " Begitu sangat marah dan kecewa kau pada ku bu, sehingga kau bersikap sangat jauh berbeda dari biasanya. Sebenarnya melihat mu yang seperti ini aku sangat sakit hati bu, tapi aku bisa menerimanya karena mungkin aku memang yang sudah kembali melakukan kesalahan,"ujar Komi dalam hatinya. Di samping itu Frins yang saat itu ada di dekat Komi dan tentu saja melihat ke arah Komi yang menunjukan begitu sangat kecewanya dan menyesal karena sudah melakukan kesalahan yang membuat Buyi merasa kecewa dan marah kepadanya, melihat kesedihan Komi. " Komi aku harap kau sabar, aku tahu apa yang kau rasakan tapi tenang setelah ini ibu pasti akan memaafkan mu dan akan kembali tersenyum pada mu, aku akan membantu mu menjelaskan apa yang sebenarnya kau sudah alami tadi sehingga membuat ibu marah Komi,"ujar Frins dalam hati melihat wajah Komi yang begitu sangat di penuhi penyesalan. Komi pun mulai mengambil makanan saat itu. " Komi sini biar aku ambilkan,"ujar Frins sambil mengambil piring untuk Komi makan dan mengambilkan beberapa makanan tentu saja. " Terima kasih Frins, tapi tak apa-apa tak usah aku bisa mengambilnya sendiri,"ujar Komi. " Tidak apa-apa Komi tenang saja, aku ingin menjadi istri yang baik di hadapan calon mertua ku Komi, jadi tentu saja sekarang mengambilkan mu makan adalah sebuah hal yang harus biasa aku lakukan. Iya kan ibu mertua ku?"ujar Frins sambil membawakan makanan untuk Komi, sambil bertanya kepada Buyi dengan nada menggoda memanggil Buyi dengan kata mertua. Komi pun saat itu hanya berdiam diri dengan senyum tipis di wajahnya. " Tak apa-apa jika kau masih merasa kecewa dengan apa yang aku katakan tadi Komi, aku mengakui jika aku salah dan aku harus minta maaf tapi sekarang aku akan meminta maaf pada mu dengan perlakuan baik ku saja dulu,"ujar Frins. Saat itu pun Frins langsung saja mengambilkan makanan untuk Komi santap, tak ada satu kata pun yang mereka ucapkan saat itu semuanya fokus terhadap makanan yang sedang mereka santap saat itu, sadar jika suasana yang terjadi di sana tidak sebaik yang ada beberapa hari kemarin ketika Frins ada di sana Frins pun berinisiatif untuk membawa suasana baik tersebut kembali saat itu dengan memulai sebuah obrolan tentu saja. " Bu kau tahu tidak tadi di rumah ku ketika aku mau kemari Komi bercerita jika ibu tidak terlihat seperti biasanya bu, Komi bilang ibu terlihat s dikit murung bu, mendengar hal tersebut tentu saja aku bertanya kenapa itu bisa terjadi apakah karena gara-gara kau sakit sehingga kau bisa terlihat begitu murung seperti itu. Awalnya Komi bilang jika dia tidak tahu kenapa kau bisa terlihat murung seperti itu tapi dia pun menjawab jika sepertinya kau murung karena kau merasa kesepian, untuk itu dia mencoba mengajak ku kemari bu, Komi bilang Komi rela uang yang di milikinya di pakai untuk memenuhi apa yang aku inginkan asalkan aku mau datang kemari dan menghibur mu, begitu katanya bu. Dan pada akhirnya tentu saja aku mau di ajak kemari selain karena aku akan di belikan makanan oleh Komi sebenarnya aku juga merasa rindu pada mu dan ingin kembali berbincang dengan mu bu, ya lagi pula siapa yang tidak rindu kepada calon mertua yang baik seperti ibu kan bu?hehehe. Cara Komi meminta bantuan kepada ku manis juga ya bu demi untuk kesenangan ibu dia rela harus mengeluarkan uang,"ujar Frins saat itu mencoba merayu Buyi dengan cara mengatakan pengorbanan Komi yang rela mengeluarkan uang hanya demi melihat Buyi kembali tersenyum karena di temani oleh Frins. " Seperti itu kuah Frins, kau bilang tadi Komi tidak bilang apa-apa? lagi pula mana mungkin Komi bisa royal seperti itu kepada ibu Frins. Apa yang sebenarnya Komi katakan pada mu sehingga kau mau datang kemari Frins?"tanya Buyi tidak percaya dengan apa yang di katakan Frins saat itu. " Kenapa aku harus bohong bu, tentu saja apa yang aku katakan benar Komi rela membelikan ku makanan merayu ku agar aku mau datang kemari untuk menghibur mu yang terlihat murung bu. Dan rencananya aku ingin ke sebuah tempat dimana aku bisa mendapatkan makanan yang aku suka dengan Komi nanti bu, agak malam. Kau ingin aku bawakan apa bu? nanti aku belikan sesuatu untuk mu ya. Dan oh ya bu aku hampir lupa menceritakan hal yang cukup lucu bu, Komi menceritakan jika tadi pagi Komi bermimpi sesuatu bu aku sempat merasa sedikit geli dan tertawa melihatnya karena masa iya Komi sampai bermimpi jika dia sedang bermain di sebuah bukit yang pernah kita datangi bu, Komi bilang dia bermain kesana seperti yang biasa kita lakukan bu sambil berolahraga. Memang tak ada yang aneh atau lucu dengan itu tapi yang membuat ku tertawa adalah sepertinya Komi sampai bermimpi seperti ini karena sebenarnya dia membawa ku kemari bukan bermaksud ingin menghibur mu tapi lebih tepatnya dia ingin aku mengunjungi ibu karena dia sendirilah yang rindu kepada ku bu, dia malu mengakui jika sebenarnya dia yang merindukan aku bu jadi jalan pintasnya dia berpura-pura ingin aku kemari untuk menghibur mu padahal dalam hatinya dialah yang merindukan aku dan ingin aku temani bu haha,"ujar Frins menceritakan mengenai mimpi yang Komi alami dengan sedikit bumbu kebohongan bermaksud untuk membuat Buyi tertarik untuk mendengarkan cerita Frins, yang sebenarnya memiliki maksud ingin menjelaskan jika apa yang Buyi sangka kepada Komi merupakan suatu ke salah pahaman yang tidak harus Buyi jadikan beban pikiran. " Apa itu benar Komi?"tanya Buyi tiba-tiba langsung saja bertanya kepada Komi dengan wajah sedikit tersenyum menandakan jika Buyi sepertinya sudah tidak terllau berlarut dalam ke salah pahaman nya dengan Komi. " A-aku, aku,"Komi menjawab dengan suara tidak jelas. Frins pun menendang kaki Komi saat itu dengan memberikan sebuah kode agar Komi tidak salah bicara ada menjawab ' iya ' saja kepada Buyi mengenai cerita yang Frins karang dengan maksud berusaha untuk membuat Buyi tertarik mendengarkan cerita Frins sehingga Buyi bisa tersenyum dan melupakan ke salah pahaman yang sedang terjadi diantara mereka berdua saat itu. " A-aku, aku tentu saja tidak begitu bu aku memang mengajak Frins kemari karena tujuan ku yang memang ingin Frins kemari untuk menghibur mu, bukan karena aku yang rindu pada nya bu,"ujar Komi dengan wajah yang tertunduk malu saat itu. " Ahaha tak apa-apa Komi jika kau memang merasa seperti itu pun kau tidak usah malu untuk mengakuinya, karena jujur saja ibu tidak merasa keberatan jika kau merasa rindu kepada Frins, ibu justru senang dengan mu jika kau benar-benar merasa rindu kepada Frins Komi, itu berarti kau sudah mulai merasakan sayang dan sudah mulai memiliki rasa ingin dekat dengan Frins kan Komi? itu artinya tentu saja sepertinya ibu akan benar-benar mendapatkan apa yang ibu inginkan dari ku, yaitu menjadikan Frins menantu ibu hehe. Baik terus lanjutkan Komi,"ujar Buyi dengan wajah yang tiba-tiba berseri-seri berkata seperti itu. " Dan lebih parahnya lagi dia juga bercerita pada ku bu, sebenarnya tadi malam dia tidur tidak lewati dari tengah malam bahkan tadi pagi dia sudah sempat bangun mencoba untuk langsung saja melakukan aktifitasnya kembali seperti biasa yaitu berolahraga tapi entah kenapa Komi bilang dia malah langsung bisa tertidur lagi, dan pada akhirnya di jadi baru bangun ketika waktu sudah menunjukan pukul 10 siang, parah kan bu? itu yang membuat juga tertawa mendengarkan karena rindu seberat itulah yang di rasakan Komi hingga dirinya sampai terlambat untuk bangun yang karena memimpikan aku bu hehe,"ujar Frins kembali mengompori Buyi menceritakan lagi mengenai Komi yang bisa terlambat bangun karena dirinya yang bermimpi sedang berolahraga lari bersama Frins. " Oh jadi seperti itu? jadi tadi kau bangun jam 10 siang itu karena kau yang malah tak sengaja kembali tidur Komi? dan jadi kemarin kau memang tidur sebelum tengah malam tiba? itu berarti kau tidak salah Komi? justru mungkin disini ibu lah yang salah karena ibu begitu naif sehingga tak ingin mendengarkan cerita mu yang sebenarnya bukan alasan belaka, maafkan ibu Komi ibu begitu sangat merasa khawatir dan cemas pada mu jika kau kembali bangun di waktu yang sudah siang, ibu takut jika mau kembali bekerja dengan merasa sehingga kau mengabaikan waktu mu untuk beristirahat, ibu takut kau akan mengalami hal buruk jika kau tidak mengontrol waktu istirahat mu Komi. Maafkan ibu ya nak?"ujar Buyi saat itu jadi mengerti jika apa yang di katakan oleh Komi bukan hanya alasan semata tapi memang itulah yang terjadi sehingga Buyi pun mengakui jika itu adalah ke salah pahaman nya yang tidak ingin mendengarkan perkataan Komi yang sebenarnya tidak bermaksud untuk beralasan. " Tidak apa-apa bu kau tak usah meminta maaf karena apa yang kau lakukan tidak salah, justru aku berterima kasih karena ibu yang begitu sangat baik terus saja memperingatkan ku dan mengkhawatirkan ku, terimakasih bu,"ujar Komi. " Ya bu tentu saja apa yang di katakan Komi benar bu, sekarang ibu tinggal pikirkan saja siapa sih orang yang tahan ketika sedang bermimpi mengenai orang yang dirindukannya? termasuk Komi yang begitu sangat merindukan sebenarnya. Kau membangunkannya tadi bu? jika kau tidak membangunkannya tadi Komi bisa saja tidur lebih lama lagi bu hehehe,"ujar Frins terus saja menggoda Komi saat itu dengan mengompori Buyi jika Komi yang memang benar-benar merindukan Frins saat itu. " Sudahlah Frins kau ini, aku kan hanya," " Sudah, sudah anak-anak jangan ribut, yang penting sekarang semuanya sudah jelas ibu tidak perlu lagi merasa kecewa kepada mu kau sepertinya memang tak salah Komi, di sini ibu yang salah karena ibu terlalu cepat mengambil keputusan sehingga ibu malah melakukan hal yang salah. Baiklah sekarang, Frins bilang kau akan membelikan Frins makanan kan Komi? sebagai hadiah yang sudah dengan sangat siap menghibur ibu di sini? jujur saja ibu sudah merasa sangat terhibur sekarang, tapi disini sekarang bukan hanya ibu saja yang harus mendapatkan hiburan Komi, kau sudah janji kan akan membawa Komi ke suatu tempat dan membelikannya sebuah makanan? lebih baik kalian pergi sekarang, ibu takut jika kalian pergi terlalu malam hujan malah turun dan tentu saja apa yang kau inginkan tidak akan tersampaikan Frins. Kalian mengerti kan dengan apa yang ibu katakan? bukan ibu mengusir kalian ibu khawatir hujan akan turun, jadi selagi cuaca masih cukup bagus mungkin sebaiknya kalian langsung saja pergi sekarang, dan ibu harap kalian tidak pergi terlalu lama karena ibu masih ingin berbincang dengan mu Frins,"ujar Buyi menyarankan lebih baik mereka pergi sekarang untuk membeli makanan yang sudah Komi janjikan pada Frins barusan, menghindari cuaca buruk yang bisa saja terjadi. " Tidak apa-apa bu kau tak usah memikirkan itu, kau tidak salah hanya saja kau terlalu cepat mengambil keputusan itu saja bu, aku senang dengan kau yang begitu sangat memperhatikan ku bu. Oh iya bu, kau mengerti saja dengan apa yang baik untuk kami, yasudah jika seperti itu sekarang juga aku pamit saja dulu bu ya, aku akan mentraktir Frins jajan dulu agar dia tidak merasa bosan untuk membantu ku menghibur ibu kemari. Ayo Frins kita berangkat, tenang saja bu kita tidak akan pergi terlalu lama, kita akan kembali secepat mungkin,"ujar Komi langsung saja pamit untuk pergi ke suatu tempat yang Frins inginkan untuk membeli makanan yang di inginkajnya. " Yasudah Frins, Komi kalian berangkatlah hati-hati di jalan dan dimana pun kalian berada, ingat jangan pulang terlalu malam ibu khawatir cuaca akan kembali turun hujan, tapi kau akan menginap lagi di sini kan Frins? jadi ibu tidak akan terlalu khawatir jika kalian pulang agak malam nanti, dan karena kau akan kembali menginap disini tentu saja sepertinya hujan kembali turun pun tidak apa-apa asalkan kalian sudah ada di sini,"ujar Buyi memperingatkan Frins dan Komi. Menjawab pertanyaan tersebut Frins tidak bisa langsung bicara karena entahlah Frins akan kembali menginap di rumah Komi atau tidak karena Frins tentu saja kembali merasa tidak enak, takutnya Frins merepotkan mereka yang harus kembali menginap, saat itu Frins berharap malam ini tidak hujan agar Frins bisa pulang ke rumahnya. " Ya baik bu, kami berangkat dulu jika seperti itu,"ujar Komi tiba-tiba menjawab perkataan Buyi dengan bertujuan kembali pamit.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN