Ketika Komi dan Frins sudah berhasil meluluhkan hati Buyi sehingga Buyi terlihat kembali tersenyum dengan dirinya yang langsung saja meminta maaf karena Buyi tiba-tiba juga mengaku jika semua salah paham yang mereka hadapi tadi adalah ke salah pahaman yang terjadi karena Buyi yang terlalu cepat memutuskan sesuatu dan tidak ingin mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi ketika Komi ingin menceritakan nya sehingga ke salah pahaman pun terjadi diantara mereka dan membuat Buyi merasa kesal bahkan mengacuhkan Komi saat itu. Tapi keadaannya berbeda sekarang dimana Buyi sudah mengaku salah dan yang terjadi saat itu tentu saja salah paham yang mereka hadapi bisa di selesaikan dengan baik, dengan masing-masing diantara mereka saling memaafkan.
Dan ketika semua itu sudah mereka ceritakan sehingga menemukan titik terang, dan penyelesaian masalah yang baik Frins pun menyarankan agar mereka berdua segera berangkat saja membeli makanan yang sudah Komi janjikan kepada Frins sebagai hadiah karena Frins sudah dengan sangat ikhlas dan sangat berhasil menghibur Buyi yang sebenarnya memang sedang merasa kesal dan kecewa dengan sikap Komi yang hari tadi kembali bangun ketika waktu sudah menjelang siang, tapi dengan kedatang Frins yang saat itu adalah orang yang begitu sangat Buyi inginkan karena begitu sangat bisa membuatnya senang Buyi pun mendengarkan apa yang Komi alami sebenarnya hingga dirinya bisa kembali bangun telat hari tadi. Lalu saat itu karena konflik yang ada di rumahnya bisa di selesaikan dengan baik Komi dan Frins langsung saja pergi ke suatu tempat untuk membeli makanan karena untuk membujuk Buyi tadi Frins berpura-pura akan di belikan makanan sebagai hadiah karena Frins sudah mau membantu Komi yang ingin menghibur Buyi.
" baiklah Frins aku hanya supir di sini jadi sekarang aku tanya saja pada mu kemana kau ingin aku bawa sekarang? dan apa yang ingin kau makan sekarang, aku akan belikan itu sebagaimana kau katakan tadi, aku akan membelikan mu makanan sebagai hadiah karena kau sudah membantu ku bicara sehingga menyelesaikan salah paham yang aku hadapi ini tadi,"ujar Komi ketika sudah mulai berangkat menggunakan kendaraannya saat itu.
" Sulit pribadi ku?haha, tenanglah Komi aku tidak serius ketika bicara kau akan membelikan ku makanan sebagai hadiah karena aku yang sudah mau di ajak ke rumah untuk membantu mu, itu semua hanya pengalihan saja agar ibu percaya dengan apa yang aku katakan dan pada akhirnya hasilnya benar-benar terbukti kan Komi? ibu bisa percaya dengan apa yang aku katakan dan sekarang ke salah pahaman yang terjadi diantara kalian sepertinya sudah musnah, ibu kembali tersenyum bahkan langsung bicara pada mu dengan senang kan Komi? dan sekarang kita cukup berjalan-jalan saja sebentar untuk mengalihkan kembali perhatian ibu, supaya dia percaya saja jika kau sudah membelikan ku makanan, tapi kau harus tetap kembali makanan karena untuk di berikan kepada ibu ku Komi,"ujar Frins menjelaskan jika apa yang di katakan olehnya hanya sebuah rencana untuk bisa menarik perhatian Buyi saja.
" Ya tapi tetap saja aku merasa sedikit tak enak pada mu, aku yang memang meminta pertolongan mu tidak sedikit pun memberikan mu sebuah hadiah karena kau yang rela membuat waktu mu hanya untuk sekedar membantu ku Frins, tentu saja sepertinya aku harus membayar mahal untuk itu, jadi sekarang meskipun kau berkata ini hanya sebuah rencana untuk mengalihkan perhatian ibu saja tapi tidak bagi ku Frins apa yang kau katakan me jadi sebuah hal yang harus aku lakukan, karena sebenarnya apa yang kau katakan memang benar aku harus memberikan mu sebuah hadiah untuk pengorbanan mu ini. Tidak ada penolakan yang akan aku terima Frins jika kau ingin membuat ku merasa tak bersalah biarkan aku membalas semua kebaikan mu dengan membelikan mu sebuah makanan agar jika hari selanjutnya aku membutuhkan pertolongan kembali aku akan kembali meminta pertolongan itu pada mu, tapi jika kau bersikeras menolak maaf Frins sepertinya aku tidak akan ingin lagi meminta pertolongan dari mu, jika kau tidak kasihan dan sayang kepada orang tua sepertinya kau akan menolak ku Frins. Jadi bagaimana Frins silahkan kau bisa jawab?ujar Komi menjelaskan jika apa yang di katakan Frins bukan sebuah pengalihan pikiran bagi Komi yang sekarang tentu saja menjadi hal yang harus di lakukan olehnya, bahkan mengancam jika Frins bersikeras menolak rasa terima kasih Komi, Komi tidak akan pernah lagi meminta pertolongan dari Frins.
" Oh sial kau curang Komi, memberikan ku sebuah pilihan yang sulit bahkan kau mengancam ku, tapi apa boleh buat jika memang dengan adanya aku yang menemani ibu mu bisa membuat ibu merasa senang tentu saja aku tidak akan menolak apa yang ingin kau lakukan sekarang, tentu saja aku tak ingin melihat ibu yang terus-menerus menanggung beban pikiran meskipun seperti barusan beban pikirannya hanya di sebabkan oleh kalian yang salah paham saja. Tapi mungkin lebih baik kita ke tempat yang tidak jauh saja dari sini Frins, udara di sekitar sudah terasa dingin aku takut hujan akan turun kembali yang membuat ku harus terjebak kembali di rumah mu, kita akan membeli beberapa makanan untuk ibu makan di rumah dan tentu saja langsung kembali pulang,"ujar Frins memberi saran agar mereka tidak pergi jauh dan membeli makanan lalu secepatnya pulang karena Frins sudah merasa jika cuaca yang menyelimuti keberadaannya saat itu sudah kurang bersahabat.
" Kau bercanda masih bertanya seperti itu Frins lihatlah dari awal kau datang? bahkan sepertinya aku harus meminta maaf pada mu karena aku dengan mudahnya bisa melupakan mu yang aku tinggal begitu saja ke dalam rumah, maaf tadi aku ( Komi bingung harus beralasan apa ) aku, aku, aku tadi tak kuat menahan lagi diriku yang ingin ke toilet jadi dengan cepat aku pergi masuk mencari toilet sehingga dengan mudah aku melupakan mu, maaf Frins. Tapi aku kira ketika aku melupakan mu tadi ibu langsung datang pada mu kan Frins? dan tentu saja dia langsung membawa mu masuk?"ujar Komi bicara seperti itu meminta maaf karena dengan mudahnya Komi melupakan Frins.
" Ya seperti itulah Komi, tak berselang lama ketika kau pergi meninggalkan ku ibu langsung datang dan bertanya kenapa aku tidak langsung masuk, sehingga yang di lakukannya saat itu langsung saja menyuruh ku masuk. Tak apa-apa Komi, itu hal biasa tak usah di bahas,"ujar Frins.
" Terima kasih Frins. Dan sampai mana tadi kita bicara? ( Komi berpikir ) oh ya aku ingin katakan, apa kau bercanda masih bertanya mengenai apa arti kehadiran mu untuk ibu Frins? lihatlah dia dari awal kau datang dia sudah menyambut mu dengan senyuman, tidak seperti kepada ku yang begitu sangat acuh Komi, dan sampai akhir kita makan bersama aku yakin jika ibu tidak hanya berdiam diri mengacuhkan mu kan? dan yang paling harus kau pikirkan lihatlah betapa mudah nya kau meluluhkan hati ibu ketika kau bicara, bahkan ibu dengan mudah percaya dan langsung memaafkan ku? tapi kau masih bertanya apa arti kehadiran mu untuk ibu Frins? oh ayolah aku sangat yakin jika kau tidak sebodoh itu Frins, kau itu anak yang pintar jadi tentu saja aku tidak usah menjawab pertanyaan mu ini sekarang, karena sepertinya kau sudah tahu jawaban nya Frins,"ujar Komi menegaskan jika dirinya tidak perlu menjawab pertanyaan bodoh yang Frins tanyakan sebab Komi yakin jika Frins adalah anak yang pintar sehingga yang di tanyakan nya bisa dia jawab sendiri.
" Aku hanya tidak ingin terlalu percaya diri Komi, tentu saja aku tidak ingin menyombongkan apa yang bisa aku lakukan,"ujar Frins.
" Haha maaf maaf Frins, baiklah aku tidak bermaksud untuk mengejek mu tapi Frins kau tentu saja bisa membaca apa yang terjadi dengan ibu ketika kau ada bersamanya dari kejadian tadi, dan baiklah sekarang aku jawab jika sebenarnya ibu benar-benar mengharapkan mu Frins, ibu bisa dengan sangat semangat dan sepertinya senang menyambut kehadiran mu, dan jika aku lihat dari sikap ibu yang begitu sangat mudah mendengarkan dan dekat dengan mu, ibu tidak bercanda saat dia mengatakan ingin kau menjadi menantunya. Oh maaf Frins aku jadi malah bicara seperti ini, yang aku maksudkan intinya adalah kehadiran begitu sangat di harapkan dan di senangi oleh ibu Frins, aku memang anaknya bukan kau tapi ibu sudah menganggap mu sebagai anaknya sendiri sehingga kasih sayang nya bisa sama dengan apa yang dia rasakan pada ku, bahkan mungkin bisa saja lebih besar,"ujar Komi menjelaskan mengenai pentingnya kehadiran Frins bagi ibu bahkan bisa sampai membuat ibu merasa senang ketika Frins ada di sampingnya.
" Sebenarnya aku tak keberatan melakukan apa yang sudah di pikirkan ibu Komi, hanya saja di sini aku bukan tidak sayang pada mu dan tidak ingin menjadi menantu dari ibu, atau lebih tepatnya istri mu, yang aku pikirkan sekarang tentu saja mengenai aku yang tidak mungkin jika sampai menyatakan perasaan ku terlebih dahulu pada mu, justru aku menunggu mu untuk lebih dulu menyatakan perasaan sayang mu pada ku Komi, aku seorang wanita tentu saja aku bukan orang yang lebih baik menyatakan perasaan sayang ku padamu terlebih dahulu, tapi aku lah yang sebaiknya menyambut perasaan mu. Jika harus jujur aku sudah cukup lama memendam perasaan sayang ku ini pada mu Komi, tapi aku tidak bisa menyatakannya terlebih dahulu, aku berharap kau bisa mengerti rasa sayang ku yang sudah sejak lama aku rasakan pada mu, agar kau bisa menyatakan hal yang sama kepada ku sehingga kita bisa menjadi satu seperti apa yang di inginkan Buyi Komi,"ujar Frins saat itu menyatakan perasaannya meskipun hanya bisa dalam hatinya, karena Frins hanya seorang wanita yang tentu saja tidak mudah untuk nya untuk menyatakan perasaan kepada seorang pria meskipun pria yang sudah sangat lama dia kenal.
" Frins kau mendengarkan aku kan? kenapa kau diam saja? jangan katakan jika kau malah mengantuk, tahan sebentar jangan sampai kau tertidur di jalan bahaya,"ujar Komi.
" O-oh maaf Komi aku sedikit melamun tadi, cuacanya sudah mulai cukup dingin jadi aku malah sedikit melamun. Sepertinya kita akan segera sampai kan Komi? di depan sana aku ingat banyak pedagang kaki lima kan? kita beli beberapa makanan untuk cemilan di sana saja Komi. Bagaimana menurut mu, tidak apa-apa kan?"ujar Frins langsung saja memberikan saran kepada Komi.
" Oh ya Frins di depan sana ada beberapa pedagang yang menjual macam-macam makanan yasudah kita kesana saja, aku juga merasa cuaca sudah mulai cukup dingin sepertinya kita lebih baik secepatnya membereskan apa yang akan kita lakukan, dan kembali pulang agar kita tidak kehujanan di jalan,"ujar Komi.
" Ya Komi,"jawab Frins.
Dan karena tempat yang Frins dan Komi maksud sudah dekat saat itu mereka pun akhirnya bisa dengan cepat sampai di tempat tersebut dimana memang benar ada beberapa jajanan yang dijual pedagang kaki lima saat itu, di tambah lagi di dekat tempat tersebut sedang beroperasi pasar malam sehingga keadaan di sana pun sepanjang jalan pun ramai dengan pedagang kaki lima, yang tentu saja bisa Komi dan Frins beli sebagai cemilan dan kiriman makanan untuk Buyi. Tak lama mereka memilih beberapa makanan yang mereka inginkan saat itu, tentu saja mereka langsung membelinya dan dengan cepat juga mereka langsung saja kembali naik ke kendaraan mereka untuk langsung saja kembali pulang ke rumah.
" Komi apa menurut mu kita lebih baik mengunjungi dulu sebuah tempat untuk berteduh? aku tak yakin cuaca masih belum hujan ketika kita masih di jalan nanti,"ujar Komi.
" Entahlah Frins, aku sedikit kurang setuju dengan saran mu karena kita tidak tahu dimana kita bisa berteduh, tapi sepertinya kita mungkin terus saja lanjut untuk bergerak karena hujan pun belum terlalu lebat turun, semoga saja hujan tidak jadi turun karena sekarang juga angin sedang bertiup kencang. Oh ya Frins aku pikir kita mengambil rute jalan yang biasa kita lewati ketika pulang berolahraga lari pagi, karena jalan itu akan membawa kita lebih cepat pulang. Tapi sebelum aku memutuskan untuk melewati jalan tersebut aku tentu saja harus bertanya dulu, apa kau tidak keberatan jika kita melewati jalan itu saja?"ujar Komi meminta pendapat Frins terlebih dahulu sebelum dirinya memutuskan untuk melewati jalan tersebut karena keadaan yang sudah malam dan tentu saja akan terlihat begitu gelap.
" Aku pikir jika itu adalah jalan yang bisa membawa kita lebih cepat sampai di rumah, tidak ada salahnya Komi. Aku tidak akan apa-apa tenang saja. Lagi pula kita berdua jika ada apa-apa tentu saja kau tidak akan sampai tega untuk meninggalkan ku apa lagi mengorbankan ku kan Komi?"ujar Frins.
" Haha mengorbankan mu untuk apa? untuk persembahan atau tumbal Frins haha? kau ini tidak cocok jadi pelawak Frins jadi lebih baik kau tidak usah mencoba membuat candaan,"ujar Komi.
" Aku tidak sedang bercanda Komi. Aku tentu saja akan merasa takut jika sampai malam begini di tinggalkan di sebuah tempat yang begitu sepi,"ujar kembali Komi.
" Hahaha baiklah aku hanya bercanda Frins, tentu saja aku bukan seorang penjahat yang tega melakukan hal seperti itu, sekarang kemarilah dan pegangan yang kuat,"ujar Komi mengambil tangan Frins lalu membuatnya erat memeluk Komi.
Frins pun langsung saja kembali memacu kendaraannya dengan lebih cepat mencoba untuk mendahului hujan yang sepertinya aku turun dengan cukup lebat, karena saat ini beberapa titik hujan sudah mulai turun membasahi tubuh Komi, Frins pun tentu saja memeluk erat tubuh Komi karena Komi memacu kendaraannya lebih cepat saat itu, Frins yang saat itu memeluk Komi tidak sampai melihat dengan jelas ke sisi kiri dan kanannya karena yang dilakukannya saat itu hanya memeluk dan menunduk berlindung di tubuh Komi, dari rintik hujan yang sudah mulai berjatuhan ke tubuh mereka.
Tapi ketika sudah beberapa saat Frins terus saja memeluk erat Komi sambil berlindung dari hujan, tiba-tiba pikiran Frins pun tertuju ke suatu hal Frins yang saat itu menunduk berlindung di tubuh Komi, tiba-tiba ingin membuka matanya dan melihat ke sekitar jalan yang sedang di lewatinya saat itu, karena penasaran Frins pun lantas membuat matanya dan melihat sudah sampai dimana mereka, Frins melihat langsung sedang berada di mana mereka saat itu karena Frins yang tidak mendengar apapun dari Komi yang saat itu tentu saja jelas sedang fokus berkendara.
" Ternyata kita sudah sampai di kawasan yang sepi dimana kita selalu melewati jalan ini ketika pulang berolahraga? begitu sepi, dan terlihat mengerikan dan rumah yang ada di sana tetap saja terlihat sepi seperti ( Frins berhenti bicara ) ah ternyata hari ini berbeda karena ternyata ada cukup banyak kemdaraan yang terparkir di sini, bahkan sekarang tempat ini begitu sangat ramai? apa sedang ada sebuah pesta? aku melihat banyak sekali kendaraan yang terparkir di sini,"ujar Frins melihat beberapa kendaraan yang cukup banyak terparkir di dekat rumah tersebut.
" Frins aku harap kau tidak mencoba untuk tahu apa yang sedang ada disini sekarang, karena aku tidak ingin turun dari kendaraan ku meskipun hanya sedetik,"ujar Komi.
" Aku memang merasa aneh dan ingin tahu mengenai apa yang sedang terjadi di sini Komi karena dengan sangat tiba-tiba kawasan rumah yang sangat sepi ini sekarang menjadi sangat ramai, terlihat dari banyaknya kendaraan yang terparkir di sini. Ini adalah pertama kali aku kawasan ini di penuhi oleh kendaraan dan tentu saja sepertinya orang-orang yang memiliki kendaraan ini berada di,"
"Dor, dar, blug, bush,"suara petasan begitu sangat keras tepat berada di atas langit yang sedang mereka lewati saat itu.
" Oh sial aku sangat kaget karena tiba-tiba banyak sekali petasan yang meledak tepat di atas kepala kita Frins,"ujar Komi.
" Ya aku juga sangat terkejut Komi itu artinya semua penghuni rumah yang ada di sini memang sedang berkumpul melakukan sesuatu dan sepertinya mereka ada di belakang rumah itu Komi. Ah Komi lihat ke depan sana,"
" Aku tahu Frins bersikap lah biasa kita disini hanya lewati saja jangan sampai melakukan atau menunjukan wajah yang takut apa lagi mencoba untuk bersembunyi, jangan sampai membuat mereka aneh karena melihat kita Frins,"ujar Komi memotong pembicaraan Frins yang saat itu melihat juga banyak orang yang sedang berkumpul di pinggir jalan entah sedang apa mereka.
" Ya baik Komi,"jawab Frins singkat.
Mereka pun saat itu dengan bersikap biasa saja langsung melewati jalan yang tengah di penuhi oleh beberapa orang yang entah sedang apa mereka di pinggir jalan tersebut, hingga pada akhirnya pun tanpa ada sebuah tragedi apapun Komi dan Frins bisa melewati kawasan tersebut, meskipun saat itu mereka melewati kawasan yang tengah di diami oleh beberapa orang tersebut yang melihat tajam ke arah Komi yang sebenarnya hanya lewat.
" Aku tak mau ikut campur dalam hal apapun yang sedang mereka lakukan barusan Frins, meskipun sebenarnya ada hal yang tentu saja mencurigakan mereka perlihatkan, seperti barusan ketika kita melewati jalan tersebut ada salah satu orang diantara mereka yang melihat ke arah kota dengan tajam, tentu saja itu adalah hal yang begitu aneh, aku berpikir ada sesuatu yang sedang mereka sembunyikan dan orang yang melihat kepada kita dengan sangat tajam itu sengaja melakukan hal itu agar kita tidak melihat ke arahnya, apa lagi mencoba melihat apa yang sedang mereka lakukan di sana di salah satu kawasan yang sebenarnya begitu sangat gelap. Kau melihat sesuatu Frins?"ujar Komi mengatakan apa yang dirinya pikirkan mengenai orang yang begitu sangat tajam melihat ke arahnya ketika lewati jalan tersebut.
" Sepertinya begitu Komi, aku juga tidak ingin sampai terlihat masalah dengan mereka yang tentu saja sepertinya memang sedang melakukan hal yang tak baik Komi, aku melihat beberapa minuman keras yang sedang mereka nikmati ketika kita masih berada cukup jauh dari jalan barusan Frins, dan tentu saja aku juga melihat beberapa orang yang sedang menikmati minuman tersebut sambil mereka yang sepertinya memang sudah mabuk Komi. Dan hal yang sempat aku lihat dari orang-orang itu ( Frins terdiam sejenak ) wanita Komi, wanita yang sedang mereka nikmati,"ujar Frins sempat melihat apa yang ada di sana yang mereka sembunyikan dari penglihatan orang lain kepada Komi.
" Ya jika itu aku sudah mengira nya Frins, tidak akan mungkin orang seperti mereka bersih dari minuman keras, tapi yang aku tak tahu adalah mengenai wanita Frins, kau yakin jika diantara mereka semua ada seorang wanita yang sedang di lecehkan maksud mu? apakah yakin"ujar Komi.
" Ya Komi aku sangat yakin, dari kejauhan aku melihat mereka sedang meniduri 2 wanita bahkan satu diantara 2 wanita tersebut sambil di berikan minuman keras tersebut Komi,"ujar Frins.
" Jika seperti itu, mungkin lain kali kita tidak kembali melewati tempat ini jika pulang terlalu malam Frins, aku merasa khawatir,"ujar Komi.
" Aku mengerti dengan apa yang kau katakan Komi. Yasudah mungkin kita lebih baik lebih cepat memacu kendaraan kita agar kita bisa sampai rumah sebelum hujan turun Komi, sepertinya hujan akan turun lebih deras sekarang,"ujar Frins.
" Ya Frins tentu,"jawab Komi.
Dengan cepat saat itu Komi langsung saja memacu kendaraannya agar bisa lebih cepat sampai ke rumahnya, di karenakan hujan yang saat itu sepertinya akan turun lebih deras. Hingga pada akhirnya Komi pun bisa sampai di rumah dengan beruntung karena hujan belum benar-benar turun hanya saja langit sudah di penuhi dengan guntur dan angin yang lebih kencang bertiup saat itu.
" Ayo Frins cepat,"ujar Komi sambil menarik tangan Frins saat itu, langsung masuk ke dalam rumah.
Dan mereka pun saat itu langsung saja masuk ke rumah di saat hujan belum benar-benar turun sehingga pakaian mereka pun tentu saja tidak benar-benar basah.