Maaf Harus Berbohong Lagi.

1643 Kata
Ketika Frins bicara mengajak Komi masuk sebenarnya Komi dengan sangat sadar tahu apa yang sedang di rasakan Frins, terlihat jelas di wajahnya jika Frins begitu sangat merasa kecewa dengan jawaban Komi ketika di jalan barusan tapi Frins begitu menjaga sopan santun nya saat itu sehingga yang dilakukan Frins tersenyum dan bicara kepada Komi untuk menyuruhnya masuk seperti apa yang di katakan oleh Buyi tadi, meskipun Frins dengan sangat jelas memperlihatkan wajahnya yang tidak ramah dan ceria seperti biasanya, tapi meskipun begitu apa yang di lihat Komi saat itu sangat Komi sadari jika itu adalah perbuatannya sehingga ketika Komi melihat hal tersebut Komi tidak mempertanyakan apa lagi mempermasalahkan hal tersebut. Melainkan hanya menjawab apa yang Frins katakan padanya dengan ramah saja seperti biasanya, meski dalam hati Komi sebenarnya Komi juga merasa tidak enak dengan jawabannya tadi yang bisa membuat Frins seperti ini. " Maaf Frins begitu sangat jelas kekecewaan yang kau rasakan ini.hanya karena jawaban ku tadi, tapi aku tidak bisa memberikan jawaban seperti apa yang kau inginkan sehingga membuat mu berharap lebih jauh lagi kepada ku. Jujur saja sebenarnya aku tidak ingin kau seperti ini pada ku, aku terus saja mendekati mu tapi apa boleh buat Frins bukan aku yang sebenarnya ingin dekat dengan mu, tapi ibu lah yang menginginkan hal ini terjadi aku begitu sangat harus menjaga perasaan ibu yang sepertinya berharap agar aku bisa memiliki mu, tapi maaf Frins aku tidak bisa melakukan itu karena ada hal lain yang sedang aku inginkan. Jadi sekarang aku benar-benar minta maaf jika jawaban ku tidak sesuai dengan harapan mu bahkan harus membuat mu merasa kecewa, aku harap kau mengerti jika hubungan kita hanya bisa sampai kata ' sahabat ' seperti ini, tidak bisa melangkah lebih jauh lagi,"ujar Komi dalam hatinya begitu sadar dengan yang di lakukannya saat itu adalah hal yang memang membuat mood Frins berubah, bahkan berubah drastis karena merasa tidak puas bahkan kecewa. Tapi meskipun merasakan seperti itu Komi tidak merasa salah karena dirinya memang berniat seperti itu dengan alasan tidak ingin membuat Frins terus berharap bahkan lebih berharap padanya. " Duduk dulu Komi, aku akan membawakan mu minum,"ujar Frins tanpa menatap sambil tersenyum seperti biasanya saat itu. " Terima kasih Frins,"jawab Komi. Frins pun langsung saja meninggalkan Komi yang saat itu duduk di ruang tamu. " Aku tak tahu aku harus bagaimana Komi, apa aku salah atau tidak merasakan hal seperti ini tapi jujur saja jika mendengar jawaban mu tadi membuat ku merasa sedikit kecewa, aku berharap kau mengatakan hal lain tapi ( Frins pun tak sengaja meneteskan air mata ketika membayangkan kecewa yang di rasakannya saat itu, tapi ketika dalam kondisi yang membuat Frins sakit hati, Frins ingat jika sekarang Komi sedang ada dan menunggunya sehingga Frins pun menghapus air matanya dan melakukan apa yang seharusnya dia lakukan saat itu ). Ah sudahlah Frins, ini bukan waktunya untuk memikirkan perasaan mu, Komi sedang ada dan menunggu mu jangan sampai membuatnya curiga karena aku yang pergi terlalu lama hanya untuk mengambilkan minum untuknya,"ujar Frins dengan langsung saja menghapus air matanya yang tiba-tiba jatuh.karena saking merasa sakit hati dan kecewa atas jawaban yang di berikan Komi tadi. Dan saat itu pun karena Frins langsung sadar dengan apa yang harusnya di lakukan saat itu, dengan cepat Frins pun langsung saja menyelesaikan apa yang harus di lakukannya agar segera bisa menghampiri Komi yang saat itu sudah menunggunya. " Ini minum untuk mu Komi,"ujar Frins sambil memberikan minumannya untuk Komi tentu saja. " Terima kasih Frins. Kau akan langsung bekerja?"jawab Komi dan bertanya. " Ya Komi. Sepertinya seperti itu Frins, yasudah sekarang mungkin aku akan," " Tunggu Frins. Aku ingin bertanya sesuatu, apa kau tidak keberatan jika aku ada di sini sejenak melakukan apa yang ibu sarankan pada ku tadi?"tanya Komi. " Kenapa aku harus keberatan Komi, justru apa yang di katakan ibu sangat benar dan mungkin aku juga berharap kau melakukan seperti apa yang di sarankan ibu kepada mu tadi,"jawab Frins. " Oh ya baiklah Frins terima kasih jika seperti itu. Tapi sekarang apa tidak masalah jika aku ingin kembali ikut dengan mu ke ruangan tempat mu akan bekerja, dan akan menunggu di balkon tempat mu bekerja seperti kemarin saat pertama kali aku berkunjung kemari,"tanya Komi. " Tentu, tentu saja kau bisa Komi. Ayo,"jawab Frins. Dan saat itu Komi pun tentu saja langsung kembali mengikuti Frins yang tengah berjalan ke tempat ruangannya biasa bekerja, sampai pada akhirnya mereka pun sampai di ruangan tempat biasa Frins bekerja. Dan karena Komi tidak ingin membuat Frins yang sedang bekerja terganggu tentu saja Komi langsung pergi ke balkon yang ada di dekat ruangan nya tersebut untuk kembali menikmati keindahan yang bisa Komi saksikan sambil menunggu Frins bekerja dan yang utama adalah tentu saja sambil menunggu orang tua Frins pulang, dimana Komi akan memperkenalkan dirinya karena sudah cukup lama Komi dekat dengan Frins tapi belum pernah bertatap muka langsung dengan orang tuanya meskipun hanya untuk memperkenalkan diri, dan saat inilah waktu yang akan me jadi kesempatan bagi Komi untuk melakukan hal tersebut. Sehingga tentu saja tujuan utama Komi tetap berada di rumah Frins saat itu adalah untuk menunggu keluarga Frins pulang lalu akan mencoba langsung saja memperkenalkan dirinya agar hubungan diantara mereka tidak mengalami salah paham dikarenakan Komi yang sudah sering membawa Frins pergi keluar, tapi belum pernah sekali pun bertatap muka dengan keluarganya meskipun hanya untuk memperkenalkan diri. Beberapa saat Frins bekerja bersama dengan Komi yang tentu saja kembali menunggu di balkon dekat ruangan tempatnya bekerja, keluarga Frins pun belum memberikan kabar mengenai mereka yang akan pulang, Frins yang saat itu masih bekerja terlihat tidak merasa curiga ataupun cemas karena waktu masih belum terlalu sore bahkan bisa di bilang baru saja menginjak sore, sementara Frins bilang keluarganya akan pulang sore hari yang berarti bisa saja jika keluarga Frins masih berada di jalan saat itu, sehingga Komi pun terus saja menunggu dan memperhatikan Frins yang sedang terus saja fokus bekerja dimana saat itu Frins juga terlihat tidak cemas karena memang waktu masih belum terlalu sore dan menganggap jika keluarganya masih di perjalanan saat ini dan sepertinya Frins pun hanya terus saja menunggu. Waktu terus berjalan hingga pada akhirnya jam pun sudah menunjukan pukul 16.00, dimana hari sudah bisa di bilang memasuki sore hari. " Apa mereka terlambat pulang? karena ada sedikit hambatan di jalan?"ujar Komi dalam hati. " Komi, bisa kau kemari?"ujar Frins. " Ya Frins, ada apa? kau sudah selesai bekerja?"tanya Komi ketika menghampiri Frins yang memanggilnya tadi. " Ya aku sudah bisa menyelesaikan pekerjaan ku. Sekarang sudah sore mungkin lebih baik kita makan saja dulu sambil menunggu orang tua ku pulang,"ujar Frins. " Ya baiklah Frins. Kau akan memasak sesuatu sekarang?"tanya Komi. " Makanan yang di berikan ibu masih belum aku makan sepertinya kita bisa memakan ini saja. Apa kau inginkan sesuatu yang lain Komi?"ujar Frins dan bertanya. " Oh ya Frins. Tidak, sepertinya aku juga tinggal makan saja makanan yang di berikan oleh ibu tadi Frins,"jawab Komi. " Ya sudah, ayo Komi kita makan,"akan Frins. Frins dan Komi pun langsung saja pergi ke ruang tengah untuk makan tentunya. Dengan suasana yang sunyi sepi tanpa ada pembicaraan apapun mereka saling fokus menyantap makanan yang mereka miliki, sampai ketika sudah beberapa saat mereka makan Komi pun merasa sedikit tidak enak karena jawaban yang di berikan nya begitu sangat bisa merubah Frins sampai tidak sedikit pun bicara, tidak seperti biasanya dimana Frins begitu terlihat ceria dan terlihat sangat bersemangat, sampai akhirnya Komi pun mencoba untuk bertanya. " Frins maaf aku ingin bertanya sesuatu, apa orang tua mu memberikan mu kabar mengenai mereka yang jadi pulang sore ini, sudah dekat atau mungkin mereka akan terlambat untuk pulang,"tanya Komi. " Kau sudah tidak betah dan bosan menunggu ya Komi? maaf aku tidak tahu mengenai itu karena kemarin mereka hanya bilang selesaikan pekerjaan yang mereka berikan pada ku sebelum mereka pulang kemari sore ini. Lalu sekarang mereka juga tidak kembali memberikan ku kabar, mungkin belum sepertinya mereka belum memberikan ku kabar lagi tapi sepertinya aku mungkin lebih baik mencoba menghubungi mereka dan bertanya dimana keberadaan mereka sekarang Komi,"jawab Frins sampai meminta maaf menganggap jika Komi sudah tidak sabar dan bosan menunggu kepulangan orang tua Frins saat itu. " Tidak bukan seperti itu Frins aku bukan sudah bosan untuk menunggu tapi aku hanya bertanya saja, takutnya mereka sudah dekat tapi belum menemukan kendaraan yang cocok untuk membawa pulang mereka kemari jadi mereka menunggu, dan jika seperti itu sepertinya aku bisa menjemput mereka untuk membawa mereka pulang kemari Frins. Itu maksud ku,"jawab Komi. " Ya baiklah jika seperti itu Frins sekarang aku akan mencoba untuk menghubungi mereka dan bertanya dimana mereka, apakah mereka membutuhkan bantuan atau jemputan,"jawab Frins. " Ya Frins. Pedas sekali jawaban mu sekarang Frins, tapi tidak apa-apa, aku sadar jika sikap mu sekarang adalah akibat dari perkataan ku, sehingga tentu saja aku sekarang tidak usah merasa heran atau bertanya kenapa. Yang jelas sepertinya aku sekarang hanya harus kuat saja mendengarkan jawaban mu yang sinis,"jawab Komi, lalu bicara seperti itu dalam hatinya. Dan saat itu Frins pun mencoba menghubungi orang tuanya dan bertanya dimana mereka sekarang, apakah mereka membutuhkan jemputan atau tidak seperti yang di katakan oleh Komi, beberapa kali Frins sudah ke coba menghubungi mereka tapi Frins tidak mendapatkan respon dari orang tuanya karena ketika Frins lihat ponsel orang tuanya sedang tidak aktif sehingga percuma Frins mencoba menelepon pun mereka tidak akan bisa merespon karena ponsel mereka yang sedang tidak aktif saat itu. " Aku sudah mencoba menghubungi mereka tapi ponsel mereka tidak aktif Komi. Jadi sekarang apa kau ingin pulang saja Komi? hari sudah sore aku khawatir hujan akan turun dan jika sudah turun tentu saja itu akan menghambat mu yang ingin pulang,"ujar Frins. " Tidak apa-apa Frins tenang saja aku akan terus menunggu mereka, aku tidak akan ingkar atau tidak melakukan saran yang di katakan ibu Frins. Itu pun jika boleh, atau kau tidak keberatan dengan keberadaan ku di sini Frins,"jawab Komi. " Ya baiklah Komi,"jawab Frins begitu singkat.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN