Ketika Frins dan Komi mendengarkan perkataan Buyi yang saat itu memuji Frins karena bisa membuat Komi merasa senang dengan masakannya Frins dan Komi pun seketika tertunduk malu karena Buyi yang tiba-tiba membahas kembali mengenai Buyi yang begitu sangat ingin menjadikan Frins sebagai menantunya saat itu, dengan alasan karena Frins sudah bisa menyenangkan Komi dengan masakannya yang artinya tentu saja Frins adalah calon menantu yang sangat baik dan di idamkan oleh Buyi. Tapi mendengar hal tersebut tentu saja Frins dan Komi langsung tertunduk malu karena perkataan Buyi tersebut meskipun sebenarnya Frins menginginkan hal tersebut.
" Hahaha ibu bisa saja, aku tidak sepintar itu dalam memasak bu aku bisa membuat Komi senang karena masakan ku bisa saja itu hanya sebuah kebetulan kan bu. Kebetulan saja Komi sedang merasa lapar dan aku memasakkan sesuatu yang cukup enak sehingga Komi menganggap masakan ku itu enak bu,"ujar Frins merendah.
" Tidak Frins, bukan seperti itu ibu tahu bagaimana Komi, dia tidak akan bicara bohong terhadap apapun termasuk mengenai masakan mu Frins. Ya kan Komi?"ujar Buyi.
" Y-ya memang kenyataannya masakan Frins begitu enak bu, aku suka dengan masakannya. Oh ya Frins sekarang sudah siang, apa kau tidak apa-apa jika masih belum pulang? maksud ku apa kau sedang tidak memiliki pekerjaan yang harus kau selesaikan di rumah mu?"jawab Komi lalu bertanya kepada Frins mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Oh ya Komi terima kasih sudah mengingatkan ku, karena sebenarnya aku sedang memiliki sebuah pekerjaan kembali yang harus aku selesaikan sebelum orang tua ku pulang, mungkin mereka akan pulang nanti sore, jadi sebaiknya sekarang aku pamit pulang saja,"ujar Frins mengerti dengan apa yang di maksud Komi sehingga dirinya menjawab seperti itu.
" Oh seperti itukah Frins? yasudah jika memang kau memiliki kembali pekerjaan yang harus kau selesaikan sebelum nanti sore sebaiknya kau memang pulang sekarang. Dan salam untuk orang tua mu Frins,"ujar Buyi langsung mengijinkan Frins pulang karena memang itulah yang baik untuk sekarang dia lakukan.
" Ya bu terima kasih akan aku sampaikan pada mereka nanti. Terima kasih untuk makanan yang sudah kau berikan pada ku bu enak sekali,"ujar Frins.
" Ya sudah bu sekarang aku akan mengantarkan Frins untuk pulang,"ujar Komi.
" Ya Komi, berhati-hati lah,"jawab Buyi.
Frins dan Komi pun langsung saja pergi ke luar rumah dengan membawa apa yang Frins harus bawa pulang tentunya ( barang-barang Frins ), sementara Komi mengambil jaketnya terlebih dahulu saat itu yang ada di kamarnya.
" Baiklah, kau sudah siap Frins? ayo berangkat,"ujar Komi setelah berada di kendaraannya saat itu bersama Frins tentunya.
" Ya tentu aku siap Komi,"jawab Frins.
Tapi ketika Komi menyalakan kendaraannya dan berniat untuk langsung berangkat tiba-tiba Buyi bicara.
" Tunggu Komi, Frins,"Buyi berjalan dengan cepat menghampiri komi dan Frins.
" Ada apa bu? kenapa kau harus sampai berlari,"ujar Komi dan Frins.
" Ibu lupa jika di rumah Frins tentu saja tidak ada makanan yang bisa kalian makan kan? dan tentu saja Frins akan sibuk karena harus langsung bekerja jadi ibu harap kau bawa ini Frins, jika kau nanti sudah merasa lapar dan ingin makan kau tidak akan harus terlebih dahulu memasak dan bisa langsung makan makanan ini,"ujar Buyi sambil memberikan makanan di box yang ada saat itu.
" Terima kasih bu, kau begitu baik padaku padahal sebenarnya kau tidak usah seperti ini, aku tidak apa-apa,"ujar Frins.
" Justru ibu juga tidak apa-apa Frins, ibu bisa memasak kembali makanan disini karena ibu tidak bekerja seperti apa yang kau lakukan, jadi jangan menolak apa yang ibu berikan pada ku ya Frins ambil dan makanlah, dan untuk mu Komi ibu harap kau tidak langsung pulang kembali ketika sudah mengantarkan Frins ke rumah nya,temani dia dulu sampai orang tuanya benar-benar pulang setelah itu barulah kau bisa pulang juga Komi kasihan jika Frins di tinggal sendirian, dan yang lebih penting adalah aku kira kau lebih baik menunggu orang tua Frins pulang lalu kenalkan diri kepada mereka. Tentu saja kau tidak keberatan kan Frins jika Komi atau kau mengenalkan Komi langsung ke orang tua mu?"ujar Buyi saat itu langsung saja memberikan saran kepada Komi, bahkan menyarankan agar Komi tidak langsung pulang tapi tunggu sampai orang tua Frins pulang sehingga dia bisa berkenalan dengan orang tua Frins terlebih dahulu.
" O-oh itu? ya bu aku sepertinya bisa tinggal sebentar di rumah Frins dan jika Frins setuju dan tidak keberatan sepertinya aku akan memperkenalkan diri ku kepada orang tua Frins bu,"jawab Komi.
" Ya tentu saja aku tidak keberatan bu, justru tentu saja aku sangat setuju dengan apa yang kau sarankan bu. Terima kasih jika kau memang mau aku kenalkan kepada orang tua ku Komi,"ujar Frins.
" Ya tentu Frins itu adalah hal yang baik yang memang seharusnya aku lakukan, bukan? sudah lama aku kenal dengan mu dan membawa mu kesana kemari bahkan tak jarang pulang malam tapi aku belum kenal dengan orang tua mu? dan orang tua mu belum mengenal aku yang sebenarnya menjadi teman yang sampai membawa mu keluar sampai malam tentu saja itu bukan hal yang baik. Jadi sekarang tentu saja aku akan lebih baik jika memperkenalkan diri ku kepada orang tua mu,"ujar Komi mengatakan jika dirinya juga setuju dengan apa yang di katakan Frins dan Buyi untuk memperkenalkan dirinya kepada orang tua Frins nanti ketika mereka bertemu.
" Ya sudah jika seperti itu sebaiknya kalian pergi sekarang, berhati-hatilah Frins, Komi,"ujar Buyi.
" Ya baiklah bu, aku pamit pulang,"jawab Frins.
Dan saat itu pun mereka langsung saja berangkat pulang ke rumah Frins. Di perjalanan menuju ke rumah Frins suasana kembali sunyi sepi tanpa ada sedikit pun pembicaraan yang mereka lakukan, Komi terlihat sangat fokus terhadap jalan yang sedang di lalui mereka saat itu, merasa tidak nyaman karena tidak ada sedikit pun perbincangan yang terjadi diantara mereka saat itu, Frins pun memikirkan sesuatu yang bisa dia tanyakan atau basa-basi untuk mencairkan suasana yang begitu sunyi saat itu.
" Komi apa kau senang?"tanya Frins.
" Senang? senang, maksud mu?"tanya kembali Komi.
" Ya aku tanya saja apa kau merasa senang dengan apa yang sudah terjadi?"ujar Frins kembali bertanya.
" Oh itu Frins? ya tentu saja aku merasa senang dengan apa yang sudah aku alami kemarin, aku melihat ibu yang kembali bisa tersenyum lepas dan tertawa karena adanya kau Frins itu salah satu hal yang membuat ku senang,"jawab Komi.
" Oh ya aku bersyukur jika adanya aku di dekat ibu membuat ibu bisa merasa senang aku berharap aku bisa menjadi orang yang berguna untuk orang lain dan sekarang tentu saja kalian adalah orang yang aku harap bisa aku buat bahagia. Tapi apakah hanya itu saja Komi?"ujar Frins kembali bertanya.
" Sepertinya kau mencoba memancing ku mengatakan jika aku juga bahagia ada kau diantara aku dan ibu yang membuat ku bahagia, harus aku akui jika kau memang bisa membuat ku bahagia tapi Frins maaf selain kau aku memiliki orang yang membuat ku lebih bahagia, bukan aku tidak bahagia dengan adanya diri mu yang sudah banyak membantu ku tapi maksud ku adalah untuk kebahagiaan yang lain aku sudah menemukannya, ada seseorang yang sedang aku tunggu yang bisa dengan sangat mudah dan lebih membuat ku bahagia. Maaf Frins ( ujar Komi dalam hati ). O-oh Frins kau ini pura-pura bertanya atau memang tidak tahu, tapi baiklah aku akan katakan jika aku juga sebenarnya merasa bahagia ketika kau ada bersama ku, maksud ku adalah bagaimana aku tidak bahagia dengan adanya kau di samping ku kau selalu membantu ku dengan sangat tulus bahkan saking tulusnya kau, kau membantu ku sampai rela meninggalkan tanggung jawab mu seperti pekerjaan mu, bagaimana aku tidak bahagia ketika aku mendapatkan sahabat yang senantiasa membantu ku dalam keadaan apapun Frins,"ujar Komi menjawab langsung saja pertanyaan Frins dengan bahasa yang sayang nya bukan perkataan yang tulus dari hati Komi.
" Oh seperti itu Komi, jadi ternyata kau bahagia ada aku di samping mu karena aku yang senantiasa menolong mu bukan karena aku yang memang benar-benar membuat ku bahagia karena kau yang memiliki perasaan lebih pada ku Komi?"ujar Frins dalam hatinya menjadi sedikit murung karena merasa sedikit tidak puas dengan jawaban Komi.
Dan saat itu pun perbincangan mereka seketika terhenti karena Frins yang sudah mendapatkan jawaban dari pertanyaan nya dengan kurang puas bahkan sedikit kecewa, di sisi lain Komi yang saat itu menjawab pertanyaan Frins dengan perkataannya yang seperti itu tidak bertanya lagi kepada Frins meskipun saat itu Komi merasa ada yang berbeda dari Frins yang tiba-tiba berhenti bicara, tapi itulah tujuan Komi yang sebenarnya meskipun saat itu Komi merasa sedikit bersalah juga karena menjawab pertanyaan Frins dengan kebohongan.
Karena kebetulan juga saat itu perjalanan ke rumah Frins sudah cukup dekat pada akhirnya Komi pun bisa sampai di rumah Frins tanpa mengalami sesuatu hal yang buruk. Sehingga Frins pun turun dari kendaraan dengan wajah yang tidak seperti biasanya seperti ada kekecewaan yang dia pendam saat itu, dan jujur saja saat itu sebenarnya memang ada sedikit perasaan kecewa yang Frins rasakan karena jawaban dari Komi tadi, tapi saat itu Frins sadar jika dirinya tidak boleh melakukan hal yang kurang baik atau kurang respon Komi orang yang sudah begitu sangat baik menerima Frins yang sesekali ingin keluar dan bermain di temani olehnya bahkan bukan hanya bermain keluar tapi Komi dan ibunya begitu sangat baik mengijinkan Frins menginap di rumahnya, sehingga saat itu pun meskipun dengan sedikit terpaksa karena perasaan Frins yang sebenarnya masih merasa sedikit kecewa karena tidak puas dengan jawaban yang di berikan Komi barusan langsung saja mencoba tersenyum dan bicara kepada Komi.
" Sudahlah Frins lepaskan rasa kecewa yang kau rasakan sekarang, kau harus ingat jika kau sedang bersama orang yang harus mendapatkan hormat dan perlakuan baik dari mu karena dia dan ibunya yang sudah sangat baik menerima mu ( ujar Frins dalam hatinya ). Komi, ayo masuk. Seperti apa yang di sarankan oleh ibu mu tadi, akan melakukannya dulu?"ujar Frins serangan dengan senyuman yang sebenarnya sedikit terpaksa.
" Oh ya Frins terima kasih, karena pekerjaan ku bisa aku selesaikan nanti malam aku pikir aku akan melakukan saran yang ibu ku katakan tadi Frins. Tidak masalah kan? atau kau mau aku langsung pulang?"jawab Komi, lalu balik bertanya.
" Tentu saja tidak masalah Komi, jangan berpikir buruk tentu saja aku tak mengusir mu untuk langsung pergi. Ya sudah ayo Komi kita masuk,"ujar Frins dengan wajah yang sebenarnya terlihat sedikit tidak ramah.
" Ya Frins baiklah, terima kasih,"jawab Komi.