Kenapa Masih Ada?

1655 Kata
Mereka yang saat itu saling berpelukan tentu saja tidak memikirkan mengenai salah yang mereka sedang rasakan masing-masing, karena ketika mereka berpelukan dan saling meminta maaf mengakui kesalahan yang mereka lakukan mereka berpikir jika salah paham yang tengah ada diantara mereka sudah musnah. Tapi meskipun seperti itu Frins yang sebenarnya mencoba untuk melupakan rasa curiganya tidak bisa langsung melupakan rasa curiganya tersebut karena dalam hatinya masih saja ada perasaan yang mengganjal, seperti ada sesuatu yang belum benar. " Terima kasih untuk semuanya Komi, ibu aku sangat beruntung mendapatkan keluarga kedua seperti kalian meskipun sebenarnya sekarang aku masih saja merasakan sesuatu hal yang tidak aku mengerti, masih ada setitik perasaan yang mengganjal dalam hati ku entah apa ini,"ujar Frins dalam hati ketika berpelukan bersama dengan Buyi dan Komi. " Yasudah Frins kita sekarang mungkin lebih baik mulai memasak agar jam makan siang tidak kita lewatkan, dan untuk mu Komi kau bisa tunggu kami memasak saja karena sepertinya Frins pun sudah cukup untuk membantu ibu, kau ingin kembali melanjutkan pekerjaan mu? kau bisa melakukannya, ketika nanti kita sudah selesai memasak aku akan memanggil mu,"ujar Buyi menyarankan agar Komi kembali saja bekerja seperti apa yang dikatakannya selagi Buyi dan Frins memasak makan siang. " Oh ya baiklah bu jika kalian memang tidak memerlukan bantuan ku, sekarang aku akan kembali melanjutkan saja Sang kerjaan ku. Terima kasih bu,"ujar Komi. " Lebih baik aku tidak memikirkan dulu apa yang tengah aku rasakan ini, dan fokus saja dulu untuk membantu ibu,"ujar Frins dalam hatinya ketika mendengar Buyi yang sudah akan mengajak Frins pergi. Dan saat itu tentu saja Frins dan Buyi langsung pergi meninggalkan Komi di kamarnya ke dapur memasak makanan untuk makan siang mereka. " Maaf bu sepertinya melakukan kesalahan dimana aku malah merasa curiga terhadap Komi yang sebenarnya Komi tidak melakukan apa-apa, justru yang di lakukan Komi adalah hal baik menjadi tulang punggung keluarga karena dialah yang berusaha keras bekerja mencari uang, tapi aku malah merasa curiga terhadap Komi, aku jadi merasa malu terutama pada mu bu. Maafkan aku bu,"ujar Frins saat itu kembali meminta maaf pada Buyi sambil memotong bahan makanan yang akan mereka masak. " Hem Frins, ibu kan sudah bilang tadi tidak ada yang harus kembali minta maaf semua salah paham yang sudah kita hadapi anggap saja sudah selesai tanpa harus kita ungkit kembali Frins. Sudah sekarang kau tak usah berpikir apa-apa lagi mengenai ke salah pahaman yang kita alami tadi semua sudah selesai dengan baik Frins,"ujar Buyi menenangkan Frins yang masih saja meminta maaf padanya. " Ya meskipun begitu sekarang aku jadi sangat malu karena aku yang sudah salah kepada Komi bu jadi tentu saja aku sangat harus meminta maaf,"ujar Frins. " Ya sudah Frins jika kau masih merasa tidak enak karena kau yang sudah merasa curiga kepada Komi, sekarang ibu jawab permintaan maaf mu. Ibu sudah memaafkan mu, jadi kau tidak usah memikirkan hal itu lagi ya Frins, sekarang ayo kita kembali memasak jangan bengong kau sedang memegang benda tajam jangan sampai kau terluka oleh benda tajam tersebut karena kau yang bekerja sambil bengong,"ujar Buyi. " Ya bu terima kasih. Ya sudah sekarang aku tidak akan bengong bu, ayo selesaikan ini agar kita bisa secepatnya memasak makanan ini,"ujar Frins. " Ya ayo Frins,"jawab Buyi. Dan saat itu pun mereka langsung saja kembali memotong bahan makanan yang sedang mereka siapkan untuk memasak makan siang. Di sisi lain komi yang saat itu sedang kembali bekerja saja sambil menunggu makanan matang tidak bisa terlalu fokus bekerja karena ada sesuatu hal yang dirinya pikirkan. " Entahlah dengan apa yang aku pikirkan sekarang bu tapi hanya 1 yang pasti, untuk saat ini aku tidak bisa menuruti apa perkataan mu mengenai Frins bu karena yang aku pikirkan hanya seseorang, salah seorang yang sekarang sedang ada di dalam buku cerita spesial milik ku, aku begitu sangat menginginkannya bukan orang lain,"ujar Komi ketika terus saja melihat ke arah buku spesial miliknya. Komi begitu sangat terobsesi terhadap wanita yang ada di dalam buku ceritanya saat itu meskipun padahal saat itu hal yang sebenarnya sedang Komi hadapi atau sedang Komi inginkan bukan hal nyata melainkan hanya sebuah khayalan Komi. Komi bisa begitu terobsesi terhadap wanita yang ada di dalam ceritanya karena dirinya yang sempat merasa sudah stres dan lelah dengan pekerjaannya hingga seketika ketika dirinya bekerja sambil melihat sebuah pemandangan yang dirinya lihat di kamarnya, Komi dengan sangat semangat tiba-tiba terpikir mengenai seorang wanita yang saat itu ingin di jadikannya sebagai tokoh utama di dalam buku cerita spesialnya. Nafsu dan pikiran yang sudah lelah membuat Komi berpikir kemana saja hingga pada akhirnya Komi bisa berkhayal mengenai wanita yang begitu dia idamkan yang ada di dalam buku cerita tersebut bahkan Komi sampai rela tidak melakukan apa yang Buyi inginkan hanya karena Komi begitu sangat terobsesi dengan wanita yang menjadi tokoh utama di dalam ceritanya tersebut meskipun sebenarnya wanita yang Komi tulis di dalam buku ceritanya bukan wanita asli apa lagi wanita yang pernah Komi temui, yang pasti sekarang adalah wanita tersebut hanya sesosok khayalan Komi saja. Tapi Komi yang saat itu sebenarnya merasakan tekanan di dalam hati dan pikirannya tidak sadar mengenai hal itu dan beranggapan jika wanita tersebut ada dan sekarang sedang menjadi sosok yang dia idamkan bahkan sampai ingin memilikinya. " Komi kau di dalam?"ujar Frins memanggil. Sontak hal tersebut membuat Komi kaget karena panggilan tersebut terdengar tiba-tiba. " Y-ya aku di dalam, tunggu sebentar,"jawab Komi. " Ya sudah. Ayo keluar makanan sudah siap untuk di makan Komi,"ujar Frins kembali. Dengan cepat saat itu Frins langsung saja keluar dari kamarnya menghampiri suara panggilan yang tertuju padanya. " Dorrr,"Frins berada di sebelah kiri pintu dan mengagetkan Komi yang saat itu keluar. " Oh Frins dasar sialan, apa yang kau pikirkan sehingga berbuat hal yang menyebalkan seperti ini,"ujar Komi dengan kaget. " Hahaha, hahaha maaf Komi kau terlihat benar-benar kaget ketika aku melakukan hal seperti barusan hahaha. Kenapa kau ini seperti orang yang sedang terburu-buru hingga bisa dengan mudah aku buat kaget seperti barusan,"cengengesan Frins bicara saat itu. " Ah sudahlah tidak ada waktu untuk meladeni kau yang menyebalkan ini Frins,"ujar Komi sambil berjalan meninggalkan Frins. " Apa? hey Komi, Komi? oh ayolah Komi apa yang kau pikirkan sampai kau bisa marah semudah itu hanya karena aku yang mengagetkan mu barusan Komi ( Frins tetap saja bicara sambil tertawa ). Yasudah Komi, yasudah aku minta maaf karena sudah mengagetkan mu, maaf aku tidak akan berbuat seperti itu lagi Komi,"ujar Frins kembali meminta maaf. " Dasar awas kau ya aku akan membalas mu,"ujar Frins, sambil memeluk Frins geram saat itu. " Hahaha maaf Komi maaf ampun, aku tidak akan kembali melakukan itu lagi Komi,"ujar Frins. Dan saat itu pun mereka langsung saja berjalan bersama menuju ke dapur tempat dimana mereka akan makan siang bersama, di waktu yang sudah menunjukan pukul 11.30 ini. " Komi kau datang juga. Frins kau tidak sulit untuk memanggil Komi kan?"ujar Buyi lalu bertanya. " Tentu tidak bu kau lihat sendiri jika barusan aku hanya pergi sebentar kan bu. Jikalau Komi sulit untuk aku panggil pun tenang saja aku tidak akan ragu untuk masuk ke kamar dan memanggilnya paksa bu haha,"jawab Frins. " Ya baguslah. Ya sudah sekarang ayo makan Frins, Komi sebelum makanannya dingin,"ujar Buyi. " Ya bu,"jawab Frins dan Komi. Tanpa membicarakan apapun lagi saat itu mereka pun langsung saja memakan makanan yang sudah Frins dan Komi masak saat itu. Tapin ketika sudah beberapa saat makan Komi baru menyadarinya sesuatu jika apa yang Komi makanan adalah makanan yang Komi makan ketika di jamu oleh Frins di rumahnya beberapa hari lalu, sehingga Komi pun langsung saja bereaksi dan bertanya. " Apa aku tak salah makan dan lihat? Frins ini masakan yang kau," " Haha ternyata kau sadar juga Komi meskipun lambat mengenai masakan ini. Tadi ketika ibu ke warung membeli bahan makanan Frins bicara jika kau terlihat menyukai apa yang sudah Frins sajikan ketika berada di rumahnya beberapa hari lalu, lalu Frins juga bertanya pada ibu apa dia bisa memasak makanan tersebut di rumah. Ya tentu saja mendengar pertanyaan itu ibu langsung mengijinkan Frins untuk memasak apa yang di masak oleh nya agar kau tidak bosan dengan menu masakan yang ibu buat Komi. Dan inilah hasilnya, bagaimana menurut mu Komi apa ada yang kurang atau mungkin kau merasakan perbedaan pada masakan ini? soalnya ini masakan Frins yang ibu bantu,"ujar Buyi memotong pembicaraan Frins dengan menjelaskan mengenai dirinya yang memang sengaja memasak makanan ini di karenakan Frins yang bicara jika Komi menyukai masakan tersebut, lalu bertanya mengenai rasa dari makanan tersebut. " Oh jadi seperti itu? haha maaf bu sepertinya aku memang agak sedikit lambat menyadari ini, aku menyadarinya ketika makanan ini masuk ke dalam mulutku, tapi rasanya wow sungguh enak bu, rasa dari makanan inilah yang membuat aku jadi sadar jika makanan yang aku sedang santap ini adalah makanan yang sedang aku idamkan bu. Mengenai rasa, Frins yang memasaknya sendirian saja sudah begitu enak apa lagi sekarang kau membantu Frins memasak makanan ini rasanya jadi 2 kali lebih enak bu haha. Terima kasih Frins, bu,"ujar Komi saat itu langsung saja berterima kasih karena masakan yang di santap-nya saat itu begitu sangat lezat bahkan mengatakan 2 kali lebih lezat dari yang di rasakannya ketika makan di rumah Frins. " Haha kau ini bisa saja Komi, semua ini karena Frins dia yang berperan besar dalam masakan ini, karena ini resep makanannya tentu saja ibu tidak terlalu berperan besar memasak makanan ini ibu hanya membantu nya saja. Ibu sangat bersyukur jika kau menikmati makanan ini Komi, menikmati makanan seorang calon menantu ibu jika lidah mu sudah cocok dengan masakan calon menantu ibu ini tentu saja itu berarti apa yang ibu katakan mengenai Frins tidak salah, kalian sepertinya akan serasi jika menjadi pasangan Komi dan tentu saja ibu akan sangat senang dan bahagia karena selain ibu mendapatkan menantu yang ibu inginkan, tapi ibu juga begitu sangat senang karena sepertinya ibu tidak sampai salah memilih calon menantu untuk mu Komi,"ujar Buyi saat itu jadi bicara kembali mengenai Frins yang akan sangat cocok menjadi menantu di keluarganya tersebut.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN