Kekhawatiran Yang Terjadi

2137 Kata
Mendengar cerita Frins yang saat itu melihat sebuah gapura yang sebenarnya memang ada di kawasan yang terbilang cukup jauh dari tempat mereka duduk sekarang Komi bisa menganggap jika saat itu Frins merasa curiga dengan gapura tersebut karena Frins yang saat itu bicara mengenai sebuah jalan pintas yang bisa saja mereka temukan jika melewati jalan tersebut, bahkan bukan hanya curiga tapi Frins bertanya kepada Komi mengenai tempat tersebut, mendengar pertanyaan dan pernyataan Frins saat itu tentu saja Komi kaget dan sedikit bingung mengenai apa yang harus dia jawab kepada Frins yang sudah merasa curiga dan sepertinya langsung ingin tahu mengenai tempat tersebut, yang sebenarnya sudah Komi ketahui karena Komi yang pernah melewati jalan tersebut dan meskipun Komi sudah tahu mengenai kawasan tersebut Komi justru tidak ingin Frins tahu dulu mengenai kawasan tersebut karena Komi rasa kawasan tersebut menyimpan sebuah misteri dimana tempat tersebut begitu sangat aneh dan tidak layak untuk Komi datangi karena sikap dari penghuni tempat tersebut yang begitu sangat tidak ramah atau bahkan bisa di bilang sangat sombong dan angkuh karena ketika Komi melewati tempat tersebut penduduk di sana begitu sinis dan bahkan ada orang yang seperti terlihat tidak suka terhadap kehadiran Komi saat itu meskipun Komi hanya sebatas lewat saja. Sehingga karena itulah Komi tidak ingin Frins mengetahui keadaan di kawasan tersebut karena Komi khawatir akan ada salah paham di tempat tersebut yang harus melibatkan Frins, dan yang di lakukannya saat ini tentu saja mencoba mengalihkan perhatian Frins agar tidak ingin tahu mengenai kawasan tersebut. " Entahlah Frins aku tidak yakin dengan itu, aku tidak terlalu memikirkan hal itu entah itu gapura atau apa aku tidak bisa terlalu jelas melihatnya tapi aku pikir untuk apa kita harus ke sana Frins kita tidak tahu dengan jelas mengenai tempat tersebut kita tak ingin pulang terlambat karena harus melewati jalan yang belum kita ketahui kan Frins? dan lagi pula jika apa yang kita lihat di sebelah sana memang sejauh gapura sepertinya itu gapura lama dan di dalamnya bukan sebuah pedesaan yang ramai seperti desa tempat kita tinggal Frins. Maksud ku lihat saja sekarang, kita sudah ada di sini cukup lama bahkan hampir menginjak 1 jam tapi apa kau melihat ada pengendara yang masuk atau keluar dari jalan ini? tidak Frins tidak ada tidak terlalu banyak, dan jika ada pun hanya beberapa orang yang memakai baju kotor dengan motornya yang kotor juga disertai sebuah celurit di tangan mereka yang tentu saja bis Akita pastikan jika orang tersebut ingin mengambil rumput untuk pakan ternak mereka. Melihat orang-orang tersebut tentu saja kita bisa berpikir kuat dugaan jika sepertinya kawasan yang ada di sana hanya di penuhi dengan hutan yang menyediakan banyak rumput, sekarang ayo bangunlah Frins kita sudah cukup lama berada di sini di bawah terik matahari jika kau masih ingin beristirahat lebih baik kita beristirahat di depan sana saja, ada sebuah warung kan? kita bisa sekalian minum agar lelah yang kita rasakan bisa terobati. Ayo bangun, jika kau tak bisa berjalan lagi tak usah khawatir aku akan menggendong mu,"ujar Komi mencoba mengalihkan perhatian Frins yang saat itu sudah begitu sangat terlihat penasaran dengan kawasan tersebut bahkan sudah mengajak Komi untuk lewat ke jalan tersebut sekalian melihat kemana jalan tersebut menuju. " Kenapa kau terlihat sangat tak ingin jika melewati tempat itu Komi? padahal kan jalan itu bisa saja memang jalan yang bisa menjadi jalan pintas untuk kita? dan jika memang itu adalah sebuah jalan pintas yang bisa kita gunakan kenapa tidak kita mencoba untuk melewatinya saja Komi?"ujar Frins kembali bicara ingin melewati jalan tersebut yang bisa saja adalah sebuah jalan pintas untuk mereka yang tengah berlari. " Tidak usah banyak bicara Frins ayo kemarin lah ( Komi menggendong Frins ). Sekarang kau itu sedang kepanasan dan kecapean dan aku yakin jika kau juga sedang merasa haus Frins, tapi kau malah ingin melewati jalan sana yang kita tidak pernah tahu apa yang ada di sana, berbeda dengan jalan yang sudah kita lewati biasanya dimana di sana ada sebuah warung jika kau ingin berteduh dan beristirahat dari panasnya terik matahari sekarang tentu saja jalan ke tempat yang biasa kita lewat adalah sebuah jalan yang bisa membuat kita sudah pasti mendapatkan apa yang kita inginkan Frins. Kau ingin beristirahat dengan berteduh, duduk santai, dan bahkan minum pun kita bisa dapatkan di sana karena memang ada warung yang bisa kita datangi dan buat kunjungi untuk kita istirahat Frins. Jadi sekarang, sudahlah Frins cukup untuk mu bicara kita pergi sekarang, tak apa-apa aku akan menggendong mu sekarang tenang saja,"ujar Komi saat itu terus saja meyakinkan Frins jika tempat tersebut hanya akan membuat mereka merasa lebih kelelahan, dan tentu saja sudah mulai berjalan menjauhi tempat tersebut. " Ya baiklah Komi terserah kau saja. Tapi aku jujur pada mu jika sekarang aku merasa ada sesuatu yang tidak benar mengenai ini semua Komi, maksud ku kenapa tempat tersebut begitu sangat sepi tapi ada sebuah gapura dimana sebuah gapura tentu saja adalah sesuatu yang biasanya di gunakan sebagai tanda jika setelah setelah gapura tersebut ada peradaban seperti misalnya ya sebuah desa atau yang lainnya karena memang gapura adalah sebuah tanda atau yang identik dengan sebuah penyambutan terhadap seseorang kan? dan jika aku pikir tentu saja setelah gapura tersebut ada sebuah desa yang entah apa namanya, apa kau yakin tidak tahu atau tidak mau tahu mengenai sebuah desa yang mu yakin saja bisa ada di sana Komi? jika kau tanya aku, aku sangat merasa penasaran dengan kawasan tersebut. Siapa tahu kawasan tersebut memang ada sebuah desa atau sebuah jalan setapak yang memang bisa kita jadikan sebuah jalan pintas dari jalan yang biasa kita lewati ini Komi, dengan begitu jarak yang harus kita tempuh bisa dengan mudah kita pangkas, ya kan?"ujar Frins kembali membicarakan mengenai kawasan tersebut yang bisa saja memang sebuah jalan pintas yang bisa mereka lewati agar bisa memangkas jarak yang cukup jauh ketika berolahraga raga lari seperti sekarang ini. " Sial kenapa malah jadi seperti ini? perasaan dari dulu sebelum ini meskipun Frins melewati tempat ini sudah cukup sering dia tidak pernah ingin tahu apa lagi bicara panjang lebar mengenai kawasan itu, tapi sekarang kenapa Frins tiba-tiba bicara terus menerus mengenai ini sampai dirinya sangat terlihat penasaran dengan apa yang ada di dalam sana? yang sebenarnya memang ada sebuah desa, tapi maaf Frins aku tak ingin kau mengetahui mengenai hal ini karena apa yang kau tanyakan sepertinya bukan hal yang baik. Aku benar-benar sangat tidak ingin kau mengetahui desa tersebut sebelum aku tahu apa yang sebenarnya ada di desa itu sehingga mereka bersikap begitu sangat kurang wajar kepada orang asing seperti ku beberapa hari lalu. Aku masih saja suka memikirkan apakah mereka sedang melindungi sesuatu atau mungkin mereka sedang menyembunyikan sesuatu sehingga yang mereka lakukan saat itu begitu sangat tidak aku sukai,"ujar Komi dalam hatinya melamun sambil terus saja berjalan, tanpa sadar jika barusan Frins bertanya padanya. " Hey Komi, kau melamun? apa yang sedang kau pikirkan? aku bicara pada mu barusan? ada yang kau sembunyikan?"ujar Frins menghujani Komi dengan beberapa pertanyaan.. " O-oh maaf Frins, kau tahu kan kau sekarang tidak sedang berjalan tapi aku menggendong mu, aku sedikit lelah jadi aku pikir aku belum menjawab dulu pertanyaan mu karena menggendong mu sambil berjalan akan membuat ku lebih merasa lelah Frins. Tunggu sebentar, sebenarnya jika aku perhatikan kau ini tidak gendut Frins, jika aku melihat perawakan mu tapi jika aku mengangkat mu seperti ini ternyata kau berat juga ya,"ujar Komi saat itu beralasan, hingga bercanda menyebut Frins berat. " Plak, sialan kau Komi, turunkan aku. Turunkan aku,"ujar Frins merajuk meminta ingin di turunkan dirinya memberontak. " Hahaha hahaha aku bercanda Frins, aku hanya bercanda maaf, ayolah aku hanya menggoda mu, sepertinya ini semua bukan sebab karena kau gendut atau berat tapi karena aku yang sama-sama sudah berolahraga lari tadi aku jadi merasa lelah juga sehingga kau menjadi terasa berat Frins. Maaf aku hanya bercanda mengatakan kau berat, aku yang juga kelelahan Frins, maaf aku hanya bercanda hehe,"ujar Komi. " Oh kau kelelahan juga Komi? maaf aku juga tak sadar jika sekarang aku memang sedang kau gendong, yasudah Komi lebih baik kau turunkan aku saja, aku akan kembali berlari,"ujar Frins jadi memutuskan untuk kembali berlari karena dirinya yang tentu saja tidak ingin terus membebani Komi. " Hahaha tenang saja Frins, aku masih bisa menahannya. Lagi pula silahkan duduklah, kita sudah sampai di warung ini sekarang, kita beristirahat sejenak lalu lanjut untuk berlari nanti,"ujar Frins. " Oh ya haha, aku tidak sadar jika kita sudah sampai di warung ini haha, yasudah Frins kau juga duduk. Tunggu sebentar ( Frins pergi ) ini dia Komi, minumlah. Kau lelah kan, jadi sekarang minumlah dan kita beristirahat sejenak lalu kembali berlari nanti agar bisa secepatnya sampai ke rumah,"ujar Komi. " Ya Frins terima kasih, aku sangat membutuhkan ini,"ujar Komi sambil mengambil minuman yang Frins berikan saat itu. Karena saat itu Komi malah jadi yang begitu kelelahan karena menggendong Frins sampai ke warung itu, Komi pun jadi malah lebih lelah dari Frins sehingga 1 botol minuman pun langsung saja bisa Komi habiskan. " Kau mau lagi Komi? ini, minumlah,"ujar Frins memberikan kembali minuman kepada Komi," " Ya terima kasih, Frins aku kira aku akan menyimpan saja yang ini. Untuk aku habiskan nanti,"ujar Komi sambil kembali mengambil minuman tersebut. " Cuaca tidak terlalu buruk dan tidak akan memburuk kan Komi? meskipun sebenarnya aku melihat ada beberapa awan yang sudah sedikit mendung di sana. Kita lebih baik beristirahat dulu sejenak di sini untuk mengembalikan stamina mu Komi,"ujar Frins memberikan saran. " Ya sepertinya begitu Frins, tapi sepertinya tenang saja kau tak usah khawatir aku hanya butuh beristirahat beberapa menit, tidak akan lama kita langsung lanjut berlari setelah ini,"ujar Komi. " Ya Komi. Sambil kau beristirahat sekarang aku tentu bisa menanyakan kembali mengenai apa yang belum sempat kau jawab tadi kan Komi? aku masih bingung dengan sebuah gapura tersebut, untuk apa gapura tersebut ada di sana jika setelah gapura tersebut tidak ada desa atau pemukiman warga, padahal sudah jelas kan jika sebuah gapura berfungsi untuk apa. Sepertinya lain hari aku akan," " Ayolah Frins, kita tadi melihat hal tersebut dari jarak yang cukup jauh, dan tentu saja kau dan aku tidak bisa yakin jika apa yang kita lihat itu adalah sebuah gapura, bisa saja itu adalah sebuah ranting pohon yang bercabang sehingga pohon tersebut bisa melintas dari pinggir ke pinggir jalan seperti gapura, dan jika memang itu sebuah gapura bisa saja itu adalah sebuah gapura yang orang-orang buat hanya untuk sebagai perayaan saja, seperti sebuah perayaan tahun baru atau mungkin hal lainnya sehingga hanya untuk iseng saja ada beberapa orang yang membuat gapura tersebut di sana. Dan lagi pula jika itu memang sebuah gapura, ayolah Frins kau lihat kan jika tidak ada banyak orang yang melintas di kawasan tersebut, maksud ku masuk ke jalan tersebut yang melintas memang banyak tapi tak banyak yang masuk ke dalam jalan tersebut, dan pernah kita lihat yang masuk ke dalam jalan tersebut tapi dengan peralatan memotong rumput yang sudah sangat besar kemungkinan jika di kawasan tersebut hanya terhampar banyak rumput atau mungkin sebuah ladang, bukan sebuah pedesaan atau peradaban manusia Frins,"Ujar Komi memotong pembicaraan Frins yang saat itu sepertinya akan berkata jika dirinya akan mencoba menelusuri tempat tersebut dengan mengalihkan perhatiannya tentu saja, agar dirinya yakin jika tak ada yang penting di kawasannya disebut karena Komi yang saat itu berpikir cemas jika Frins masuk ke dalam kawasan tersebut karena tidak ada sedikit pun kata ' ramah ' di tempat tersebut. " Oh seperti itu kah?"Frins seperti berpikir. " Ya tentu saja seperti itu Frins, apa yang kau pikirkan lagi? tidak ada yang penting di sana apa lagi sampai harus kita membuang waktu untuk melihat ke kawasan sana lebih dalam lagi. Lagi pula sepertinya dari tempat kita berdiam diri tadi kita bisa melihat kan tak jauh dari sesuatu yang terlihat seperti gapura tersebut jalan tersebut di kelilingi oleh banyaknya pohon yang sangat rindang Frins?"ujar Komi menceritakan apa yang dirinya lihat di sepanjang jalan tersebut setelah gapura tersebut. " Ya aku juga melihat itu Komi, memang setelah gapura tersebut jalan tersebut di penuhi dengan pepohonan yang memang besar dan rindang,"jawab Frins dengan wajah yang terlihat berpikir. " Nah jadi tentu saja sudah bisa sangat di pastikan, dan bahkan kemungkinan besar jika memang jalan tersebut hanya menuju ke sebuah Padang atau hutan dimana peternak lah yang akan begitu sering kesana untuk mencari rumput Frins. Sepertinya aku sudah cukup beristirahat Frins, ayo pergi aku khawatir hari yang terik seperti ini bisa langsung hujan karena awan hitam yang kita lihat tadi tiba-tiba ada di atas kita, meskipun sepertinya tidak akan secepat itu awan bergerak tapi lebih cepat kita pulang ke rumah itu akan lebih baik Frins, aku tidak kuat dengan panas hari ini terlalu panas padahal ini masih terbilang cukup pagi. Ayo Frins,"ujar Komi mengajak Frins melanjutkan untuk berlari sambil sedikit mengeluh karena cuaca terik yang dia dapatkan saat itu meskipun sebenarnya jam belum menunjukan hari yang sudah siang. " Ya baiklah Komi. Ayo,"ujar Frins.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN