Mencoba Untuk Mengalihkan

1652 Kata
Setelan mereka melakukan perbincangan yang begitu panjang mengenai tempat tersebut Frins yang untungnya memang benar-benar tidak tahu dan tidak begitu kekeh dengan apa yang Frins katakan tadi bisa Komi alihkan perhatiannya, dan sekarang pun tanpa bicara apa-apa lagi Komi langsung saja mengajak Frins pergi sebelum Frins kembali bertanya mengenai tempat tersebut kembali sehingga bertanya lagi mengenai hal itu, yang entah harus bagaimana lagi Komi mengalihkan perhatian Frins. " Untung saja untuk sekarang aku berhasil mengalihkan perhatian Frins, aku harap kau tidak kembali menanyakan mengenai hal itu lagi Frins karena aku benar-benar tidak ingin kau tahu mengenai tempat tersebut dulu sekarang. Tidak sampai aku benar-benar bisa tahu apa yang sebenarnya mereka sedang lindungi atau lakukan sehingga begitu sangat sinis ketika melihat aku yang asing ini, meskipun hanya sekedar lewat,"ujar Komi saat itu, sambil terus berlari kembali. Beberapa saat kemudian tanpa banyak bicara mereka pun terus saja berlari tapi Komi saat itu sedikit berada jauh di depan Frins, sengaja sedikit menjauh dari Frins karena dirinya yang tidak ingin memancing Frins untuk bertanya lagi, apa lagi jika sampai bertanya mengenai tempat yang sedang Komi sembunyikan dari Frins karena keadaan tempat tersebut yang sepertinya tidak ramah untuk orang asing. Sehingga karena keberadaan mereka yang agak jauh pun membuat Frins memang tidak terlalu banyak bertanya kepada Komi, tapi ketika mereka terus saja berjalan mereka pun melihat tiba-tiba cuaca yang sedikit buruk, dimana angin jadi bertiup cukup kencang saat itu, sehingga membuat awan terlihat lebih cepat menghampirinya mereka saat itu. " Frins cepat sedikit, sepertinya angin yang bertiup kencang membuat awan hitam yang tadinya cukup jauh menjadi lebih cepat mendekat, kita harus sedikit lebih cepat jika tak ingin berlari sambil di kejar hujan,"ujar Komi. " Ya Komi tunggu sebentar,"ujar Frins sambil berlari sedikit lebih cepat sehingga berada dekat dengan Komi saat itu. Saat itu pun Frins langsung saja menghampiri Komi yang ada di hadapannya sehingga kembali berlari berbarengan melanjutkan olahraga lari mereka yang saat itu. Awalnya tidak ada hal buruk yang Komi rasakan ketika sedang terus saja berlari di rute yang biasa nya mereka lewati hingga pada akhirnya Komi pun kembali berpikir buruk karena melihat ujung jalan yang awalnya dari sebuah jalan pintas yang sebenarnya Komi sedang sembunyikan karena kawasan yang sebenarnya Frins ingin ketahui adalah tempat yang kurang baik karena begitu sangat banyak hal aneh terhadap tempat tersebut. " Sial, aku lupa jika ujung jalan yang memang bisa menjadi jalan pintas untuk rute yang kita sedang kita lewati ini berada di depan sana. Aku harap Frins tidak kembali bertanya mengenai jalan ini dan terus saja membahas mengenai kawasan tersebut lagi. Sebaiknya aku kembali bertanya basa-basi saja kepada Frins agar Frins tidak melihat jalan tersebut apa lagi sampai kembali bertanya mengenai jalan tersebut yang sepertinya akan kembali membahas mengenai kawasan yang kurang baik itu,"ujar Komi dalam hatinya mencoba kembali untuk mengalihkan perhatian Frins. " Frins bagaimana menurut mu mengenai masakan ibu? enak kah? atau mungkin ada sesuatu yang kurang pas di lidah mu?"ujar Komi bertanya berbasa-basi bertujuan untuk mengalihkan perhatian Frins. " Masakan ibu? kenapa kau tiba-tiba bertanya mengenai hal ini?"tanya Frins balik. " Ya secara aku rasa kau ini memiliki skill memasak yang cukup baik juga, aku bicara seperti ini karena pengalaman ku yang sudah mencicipi masakan mu, bahkan bukan hanya mencicipi tapi aku melihat langsung dengan mata kepala ku sendiri dari awal kau mencuci dan menyiapkan bahan makanan sampai kau memasak makanan tersebut dan hasilnya wow luar biasa. Jadi sekarang tentu saja aku bertanya mengenai masakan ibu ku pada mu Frins, kau mungkin bisa saling berbagi pengetahuan mengenai cara memasak agar bisa saling melengkapi apa yang kurang dari masakan kalian. Kenapa kau malah balik bertanya pada ku? bukan menjawabnya, ayolah aku hanya bertanya seperti ini apa aku salah?"ujar Komi menjelaskan alasannya bertanya seperti itu kepada Frins, dan langsung balik bertanya karena Frins yang tidak langsung bicara tapi malah bertanya balik kepada Komi. " Oh hehe maaf Komi sepertinya kau benar aku terlalu cepat kembali bertanya tanpa tahu jika sebenarnya kau ini bertanya tadi hehe. Baiklah Komi aku akan menjawab apa yang kau tanyakan, tapi sebelum aku menjawabnya aku tentu saja ingin terlebih dahulu katakan jika tentu saja sepertinya ibu mu lebih pintar memasak dari pada aku, dan menurut ku aku sangat menyukai juga apa yang ibu mu masakan Komi, begitu sangat enak pas di lidah ku dan yang paling penting itu adalah masakan seorang ibu yang tentu saja begitu sangat aku sukai, dan jika bisa aku ingin seterusnya merasakan masakan ibu Komi,"ujar Frins saat itu jadi langsung saja menjawab pertanyaan Komi, dengan sangat senang dan wajah yang berseri-seri karena Frins memang begitu sangat menyukai masakan ibu saat itu. " Oh seperti itu kah Frins? aku bisa paham mengenai apa yang kau katakan itu Frins, tapi yang lebih aku mengerti sekarang adalah kau itu tidak kalah menarik dalam hal memasak dengan ibu Frins, tapi yang sekarang aku pikirkan adalah kau begitu sangat baik memasak jika menyajikan masakan dengan resep yang kau kuasai, begitu pun dengan ibu dan sekarang yang ingin aku katakan pada mu adalah karena aku begitu sangat menyukai apa yang kau sajikan untuk ku ketika aku berada di rumah mu beberapa hari yang lalu, bagaimana jika kau mengajari ibu ku memasak apa yang kau sajikan untuk ku beberapa hari yang lalu? itu tidak salah kan Frins?"ujar Komi mengatakan jika tujuan utamanya adalah ingin bisa kembali mencicipi apa yang sempat Frins hidangkan ketika Komi berada di rumah Frins beberapa hari yang lalu, sehingga memberikan saran agar Frins membagikan resep yang Frins buatkan ketika menjamu Komi di rumahnya. " Menurut mu seperti itu Komi? aku bersyukur jika apa yang aku hidangkan saat itu menjadi salah satu hidangan ku yang membuat mu senang bahkan sepertinya bisa terus kau ingat bahkan sepertinya kau inginkan kembali, tapi Komi jika itu yang kau maksudkan tentu saja aku akan merasa tidak enak kepada ibu karena aku so pintar dalam hal memasak tentu saja jika kau ingin aku memasakkan hidangan yang kau cicipi ketika ada di rumah ku, bukan aku yang akan bicara jika aku akan mengajari ibu memasak Komi, tapi jika kau ingin ibu membuat masakan dengan resep yang aku miliki tersebut tentu saja kau yang harus memintanya kepada ibu agar aku membuat hidangan tersebut, bukan aku yang bicara akan mengajarinya mengenai sebuah resep yang pernah aku buatkan untuk mu Komi. Kau bisa mengerti dengan apa yang aku katakan kan Komi?"ujar Frins saat itu menjawab mengenai apa yang menjadi pikirannya saat itu agar Buyi tidak salah paham dengan apa yang di maksud oleh Frins saat itu. " Ya aku paham mengenai itu Frins, aku mengerti jika kau adalah anak yang baik Frins tentu saja aku sangat mengerti dengan apa yang kau maksudkan dan sekarang jika aku yang ingin kau memasak apa yang kau sajikan di rumah mu beberapa hari yang lalu tentu saja aku yang akan meminta kepada ibu agar dia memasak makanan dengan resep yang kau miliki Frins,"ujar Komi menjawab kembali. " Ya seperti itu Frins, dengan begitu tentu saja ibu tidak akan sampai salah paham dengan apa yang aku maksud kan dan tentu saja aku akan bisa memasaknya untuk mu, tapi dengan izin ibu tentu saja. Lagi pula aku rasa masakan ibu juga begitu sangat enak Komi, apa yang membuat mu ingin mencicipi masakan ku?"jawab Frins, lalu kembali bertanya. " Iya aku tahu jika masakan ibu ku juga enak, dan aku juga menyukai masakan ibu ku Frins tapi seperti apa yang aku katakan pada mu tadi kalian berdua sepertinya memiliki skill memasak yang sama tapi kalian berdua memiliki skill bagus dalam memasak dengan resep kalian masing-masing Frins. Bisa kau pahami perkataan ku?"ujar Komi kembali. " Ya aku paham mengenai itu Komi, jadi sekarang jika kau ingin aku memasakkan hidangan tersebut kembali kau tinggal bilang saja Komi, aku akan membuatkan nya,"ujar Frins. " Ya baiklah Frins terima kasih. Sial aku sudah kehabisan kata untuk basa-basi yang bisa membuat perhatian Frins teralihkan. Apa yang harus aku tanyakan lagi kepada Frins sekarang agar dirinya tidak melihat jalan itu,"ujar Komi menjawab lalu bicara dalam hatinya berpikir apa yang harus dirinya kembali tanyakan agar bisa kembali mengalihkan perhatian Frins. Tapi saat itu karena Komi tidak tahu harus bertanya apa lagi kepada Frins yang bertujuan untuk mengalihkan perhatian nya, suasana hening pun mereka rasakan. " Tapi sepertinya Frins tidak akan melihat ke arah jalan tersebut karena kita yang sebentar lagi akan bisa melewati jalan tersebut, semoga Frins tidak melihat ke sebelah nya agar jalan tersebut tidak dirinya lihat,"ujar Komi dalam hati. " Ngengggggg,"suara motor terdengar cukup keras. " Ah Komi, kau mendengarkan nya juga kan?"tanya Frins, sambil melihat ke segala arah dan penglihatannya terhenti ketika melihat ke arah jalan yang sedang Komi sembunyikan dari Frins. " Oh sial kenapa tiba-tiba suara motor terdengar cukup jelas sehingga membuat Frins melihat ke arah jalan tersebut. Ini akan menjadi hal buruk yang tidak ingin aku alami,"ujar Komi dalam hatinya merasa cemas karena Frins yang saat itu melihat ke sebuah jalan yang saat itu Komi sembunyikan. " Komi, suara motor itu terdengar dari sana? bukankah di sebelah sana adalah sebuah tumpukan jerami yang orang-orang sengaja kumpulkan untuk makanan ternak mereka?"ujar Frins melihat ke tumpukan jerami yang ada di posisi yang sebenarnya cukup jauh saat itu. " Oh pikiran ku benar kan. Sekarang Frins sudah melihatnya dan jadi bertanya lagi mengenai jalan tersebut, apa yang harus aku katakan padanya,"ujar Komi dalam hatinya. Komi pun saat itu hanya bisa terdiam seribu bahasa, sehingga mengundang rasa penasaran Frins kembali karena Komi yang tidak menjawab pertanyaannya tapi Komi malah melamun. Tapi ketika Komi melamun karena bingung dengan apa yang harus dia katakan kepada Frins saat itu tiba-tiba suara angin ribut pun terdengar disertai hujan yang perlahan mulai jatuh membasahi tempat mereka berdiri, tapi situasi tersebut bisa Komi manfaatkan ketika dirinya sedang bingung harus menjawab apa kepada Frins yang kembali bertanya mengenai jalan yang sedang Komi sembunyikan dari Komi. " Ah Frins ini tidak akan berjalan baik, hujan sudah mulai turun sebaiknya kita kembali berlari Frins sebelum hujan semakin deras dan membasahi tubuh kita,"ujar Komi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN