Mimpi Pertama

1500 Kata
" Hahaha, hahaha,"suara seseorang tertawa bahagia " Siapa itu? dan dimana aku? ( ujar Komi melihat ke segala arah ). Ah ini? aku tak ingat jika aku berencana untuk kembali mengunjungi tempat ini apa lagi mendadak seperti ini, tapi tak apa-apa aku begitu sangat membutuhkan refreshing karena pekerjaan ku yang tentu nya begitu sangat membuat mu bisa terus berada di rumah. Dan dia? sepertinya dia juga salah satu orang yang menyukai tempat ini, sampai terlihat begitu sangat senang seperti itu haha,"ujar Komi saat itu awalnya aneh karena tak sadar jika dirinya sudah ada di sebuah bukit yang pernah mereka datangi bersama Komi saat itu. Tapi tiba-tiba Komi melihat jika dirinya berada di kawasan sepi yang hanya memiliki beberapa rumah saja di sana. " Huh sepertinya aku sebentar lagi sampai di rumah, tapi kenapa aku merasa begitu sangat lelah hingga langkah ku terasa begitu berat seperti ini. Mungkin aku lebih baik ikut beristirahat saja dulu di salah satu rumah yang ada di sini, jika sudah merasa cukup beristirahat aku akan lanjut berjalan agar bisa secepatnya pulang. Oh sial tapi kenapa cuaca malah jadi seperti akan turun hujan seperti ini, dengan cepat awan gelap malah jadi sudah ada di atas kepala ku seperti ini, ayolah jangan turun terlalu cepat hujan aku tak ingin lama berada di tempat ini,"ujar Komi, sambil melihat ke langit karena cuaca mendung dengan cepat langsung saja menyelimuti kawasan yang sedang Komi diami. Entah kenapa saat itu suasana malah menjadi sedikit mencekam menakutkan bahkan membuat Komi yang saat itu ada di sana sendirian sedang berteduh merasa sedikit khawatir akan ada sesuatu buruk yang terjadi, hingga saat itu yang di lakukan Komi langsung saja melihat-lihat ke segala arah yang ada di teras rumah tersebut, melihat apakah sedang apa penghuni dari rumah tersebut atau tidak karena suasana di dalam rumah yang terlihat cukup hangat, karena lampu-lampu yang ada di sana menyala bahkan ada sebuah musik yang saat itu terdengar cukup jelas oleh telinga Komi. " Apa di dalam sedang ada penghuni dari pemilik rumah ini? aku melihat suasana di dalam rumah yang hangat seperti sedang ada penghuni yang menghangatkan suasana di dalam, tapi aneh di luar sini tak ada terlihat satu pun kendaraan yang tentu saja harusnya ada jika di dalam rumah memang sedang berpenghuni. Tapi apa mungkin di rumah yang lain?"ujar Komi sambil melihat ke rumah lain yang saat itu ada di belakang rumah tersebut. Tapi ketika Komi melihatnya, memang di kawasan rumah tersebut tidak ada satu pun kendaraan yang menandakan jika penghuni rumah ini sedang ada di sana. " Jika cuaca tidak hujan sepertinya aku ingin melihat-lihat ke rumah lain yang ada di sini, tapi sayang cuaca nya sedang turun hujan yang cukup deras aku tak ingin badan ku basah kuyup karena kehujanan akibat aku yang melihat-lihat rumah di sekitar sini,"ujar Komi saat itu sambil kembali saja ke tempat dirinya berteduh tadi. Tapi ketika Komi mengalihkan perhatiannya kembali ke tempatnya berteduh tadi, tiba-tiba Komi melihat ada seorang wanita yang sudah berdiri di sana, sepertinya wanita tersebut juga sedang berteduh. Hal tersebut tentu saja membuat Komi merasa kaget dan aneh, siapa wanita tersebut. " Oh aku ingat ini wanita tadi yang ada di bukit itu kan? dia yang bersenang-senang tertawa ria berlari kesana kemari tadi ( Sang bicara dalam hati sambil mencuri pandang ke wanita tersebut ). Tunggu dulu, itu di bukit tapi ini kan aku sudah ada di kawasan sepi yang hanya memiliki beberapa rumah, apa yang dia lakukan di sini? tak mungkin jika dia adalah pemilik rumah ini, jika dia pemilik rumah tentu saja dia akan langsung masuk ke sana bukan hanya berdiam diri di sini berteduh seperti apa yang aku lakukan ini. Tapi kenapa dia bisa ada di sini, tanpa aku sadari barusan? apa dia memiliki kepentingan sampai dia harus melewati jalan ini dan terjebak hujan yang turun ini?"ujar Komi kembali bicara dalam hatinya sambil terus saja mencuri pandang kepada wanita tersebut karena dirinya yang bingung mengenai wanita tersebut. Ketika Komi memikirkan hal tersebut sambil terus saja mencuri pandang ke wanita tersebut, tiba-tiba dalam pikiran Komi terlintas ingin bertanya akan kemana dan akan ada keperluan apa wanita tersebut tapi ketika Komi melihat ke arah wanita tersebut Komi merasa ragu mengenai rencananya untuk bertanya padanya karena Komi merasa tak enak terlebih dulu melihat wanita tersebut yang hanya menunjukan tatapan kosong nya ke depan tanpa ekspresi sedikit pun, meskipun ada Komi yang saat itu sudah terlebih dahulu berteduh di rumah tersebut. Komi yang saat itu berhenti berpikir untuk bertanya padanya langsung diam dan fokus saja melihat cuaca yang sepertinya sudah akan reda dari guyuran hujan saat itu. " Syukurlah sepertinya cuaca akan berangsur membaik, lebih baik sekarang aku bersiap menutup kepala ku dan lanjut berlari saja untuk pulang,"ujar Komi sambil memakai kuncung jaketnya saat itu berniat untuk lanjut berlari ketika hujan yang saat itu turun sudah terlihat semakin reda. Tapi ketika Komi akan berlari tiba-tiba suara tertawa senang kembali Komi dengarkan sehingga langkah Komi yang baru saja akan berlari terhenti seketika karena kaget dan penasaran dari mana suara tertawa itu, Komi aneh mendengar suara tertawa tersebut karena wanita yang di sisinya saat itu bukan orang yang tertawa, bahkan wanita tersebut hanya terus saja berdiam diri dengan tatapan kosongnya yang tentu saja membuat rasa penasaran Komi ada, sampai pada akhirnya Komi pun melihat kembali ke rumah kedua yang berada di belakang rumah tersebut, mencoba melihat ke belakang sana karena Komi merasa jika suara tersebut terdengar dari rumah yang ada di bagian belakang dari rumah yang sedang di singgahi Komi saat itu. " Sial aku kira ada apa, ternyata memang sekarang sepertinya di rumah ini atau di rumah belakang sedang ada penghuninya hanya saja mungkin mereka tidak membawa kendaraan, mereka bisa saja di antar-kan oleh teman mereka kemari jadi tak terlihat ada kendaraan di sini sekarang. Dan suara tertawa yang aku dengarkan itu sepertinya orang yang menghuni rumah ini sedang melakukan sesuatu yang membuat mereka terhibur sampai mereka tertawa merasa sampai bisa aku dengarkan sekarang, yasudah jika seperti itu tentu saja apa yang mereka lakukan dan hasilkan bukan urusan ku, dan aku pun tentu saja tidak perlu tahu apa yang sedang mereka lakukan, mumpung hujan sedikit reda lebih baik aku mulai berlari pulang saja,"ujar Komi. Tapi ketika Komi akan kembali berlari, Komi refleks melihat ke sebelah nya dimana tadi ada seorang wanita yang sedang sama-sama berteduh bersamanya tapi sesuatu yang membuat Komi sangat kaget kembali terjadi, dimana wanita yang Komi maksud tadi seketika tidak ada di sana secepat kilat wanita tersebut hilang entah kemana. Hal tersebut tentu saja membuat Komi sangat kaget, di tambah ketika Komi kaget melihat itu suara yang keras kembali Komi bisa dengarkan saat itu, dan sekarang suara keras tersebut bukan tertawa tapi berteriak. " Ah siapa itu?"ujar Komi refleks langsung saja bertanya sendiri sambil melihat ke kawasan rumah tersebut lagi. Komi yang saat itu merasa kaget sekaligus cemas langsung saja kembali mencoba melihat ke belakang rumah tersebut, hingga karena rasa penasarannya Komi tak sadar sudah berjalan ke belakang rumah tersebut hingga hampir bisa sampai di ujung rumah yang di tempati nya tadi, karena sudah sampai di belakang rumah tentu saja Komi melihat apa yang sebenarnya terjadi di belakang rumah tersebut hingga pada akhirnya perlahan Komi pun perlahan mengintip. " Apa yang sedang mereka lakukan? kenapa jadi begitu ada cukup banyak orang disana, dan bahkan ada seorang wanita yang sedang di buat tunduk dan terduduk, apa yang sebenarnya mereka sedang lakukan?"ujar Komi jadi ada beberapa orang yang berkumpul di kawasan yang cukup jauh dari belakang rumah itu. " Komi, Komi,"ujar seseorang seperti suara Buyi. " Ya bu, aku pulang sekarang,"tak sadar Komi menjawab seperti itu menganggap jika yang memanggilnya barusan adalah Buyi. Singkat cerita saat itu Komi sudah sampai di rumahnya, dan langsung saja berdiam diri di pekarangan rumahnya. " Komi, Komi? bangunlah, ini sudah pagi nak. Komi,"ujar Buyi sambil mengetuk pintu kamar Komi. Komi pun bangun karena mendengar beberapa kali suara orang yang memanggilnya barusan. " Ya bu, aku sudah bangun tunggu sebentar,"jawab Komi dengan nada bicara yang cukup keras karena Komi yang berada di tempat tidurnya saat itu " Ya baiklah, ibu tunggu di bawah,"jawab Buyi dengan sedikit berteriak juga. Saat itu yang pertama dilakukan Komi ketika baru bangun tidur langsung saja melihat jam yang sudah menunjukan jam 10 siang. " Sepertinya aku beristirahat cukup lama tadi, lelah sekali sampai badan ku masih merasa pegal seperti ini aw. Lagipula sepertinya aku pulang ketika hujan masih turun cukup deras tadi hingga aku jadi merasa cukup lelah meskipun sudah beristirahat,"ujar Komi sambil melakukan peregangan tubuh karena merasa pegal. Saat itu Komi menganggap jika dirinya sudah bangun tadi pagi, dan beraktivitas bahkan sudah menyelesaikan olahraganya seperti biasa sampai Komi menganggap jika dirinya barusan hanya beristirahat sebentar saja, tapi sebenarnya saat itu Komi baru bisa bangun dari dirinya yang tidur dari tadi malam, Komi tidak sadar jika apa yang di alaminya barusan adalah sebuah mimpi, dan Komi yang barusan melakukan olahraga lari pun menganggap jika olahraga tersebut memang sudah Komi selesaikan hingga Komi bisa kembali ke rumahnya, dan beristirahat lalu sekarang dirinya baru bangun dari istirahat nya karena kelelahan barusan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN