Setelah Komi melakukan peregangan otot dulu karena dirinya yang barusan begitu merasa kelelahan karena dirinya yang menganggap jika Komi sudah bangun pagi tadi dan melakukan olahraga dan saat itu Komi menganggap jika dirinya hanya beristirahat sebentar saja Komi pun langsung saja berniat untuk masuk ke toilet terlebih dahulu karena dirinya yang sudah Buyi panggil untuk ke ruang makan menyantap makanan tentu saja, tapi ketika Komi masuk ke toilet untuk membersihkan terlebih dahulu dirinya Komi berpikir.
" Apa aku mengganti pakaian ku terlebih dahulu sebelum beristirahat tidur di kasur? jika tidak kenapa pakaian ku tidak terasa di bagasi oleh keringat bahkan aku juga tidak mencium bau keringat di baju ku ini? ( Komi bingung ). Mungkin karena aku beristirahat cukup lama jadi baju ku yang sebenarnya tadi penuh dengan keringat kembali kering, hanya saja mungkin nanti aku harus mengganti spray di kasur ku hehe,"ujar Komi.
Singkat cerita saat itu Komi sudah selesai membersihkan dirinya dan langsung saja masuk kembali ke kamar untuk memakai baju baru nya lalu tentu saja ke ruang makan untuk menghampiri Buyi.
" Ibu tentu saja belum terlalu lama menunggu ku dengan masakannya karena ini belum waktunya untuk makan siang tentu saja sepertinya makan siang belum ibu siapkan, mungkin dia butuh bantuan untuk membersihkan bahan makanan atau yang lainnya lebih baik mungkin aku cepat menghampirinya takutnya dia memang membutuhkan bantuan,"ujar Komi setelah keluar dari kamar mandi berjalan menuju ke kamarnya.
Ketika Komi sudah dekat dengan kamarnya, Komi sedikit merasa aneh karena Komi saat itu melihat jika pintu kamarnya terbuka, tapi hal tersebut bukan satu-satunya hal yang Komi rasa aneh yang Komi rasakan aneh saat itu justru di pintu kamarnya terlihat ada sebuah bayangan yang bergerak seperti seseorang yang sedang melakukan sesuatu, hingga pada akhirnya Komi pun langsung saja mencoba melihat apa yang sebenarnya sedang ada di sana. Ketika Komi sudah bisa melihat ke dalam kamarnya Komi sangat merasa kaget karena yang saat itu ada di kamarnya adalah Buyi, yang membuat Komi kaget adalah Buyi yang saat itu tengah memegang buku spesial Komi yang Komi sudah pikirkan tidak ingin sampai siapapun melihat atau mengetahui buku tersebut.
" Oh sial, kenapa kau teledor sekali Komi kau membiarkan buku spesial yang kau miliki tergeletak begitu saja, dan sekarang ibu sedang memegang buku tersebut. Tidak Komi, jika sampai ibu membaca isi dari buku tersebut sepertinya aku akan sangat membuat ibu menyesal, ayo cari cara agar bisa mengalihkan perhatian ibu Komi jangan sampai dia melanjutkan niatnya yang sepertinya akan membaca buku tersebut. Tenang Komi, tenang,"ujar Komi dalam hatinya saat itu sudah cemas karena melihat Buyi yang sudah memegang buku spesial tersebut.
" Ah bu, maaf sepertinya aku membuat mu menunggu lama sampai kau harus kembali kemari untuk memanggil ku lagi?"Komi berlagak biasa saja meskipun dirinya merasa cemas saat itu.
" Ah Komi, kau baru selesai membersihkan diri mu? ya tadi ibu menunggu mu cukup lama karena ibu takut kau lupa dan malah ketiduran kembali ibu memutuskan untuk menghampiri mu kembali, tapi kau barusan sedang membersihkan diri mu jadi ibu masuk saja dulu karena melihat tempat tidur mu yang begitu sangat berantakan Komi, ada apa? dan ibu juga melihat buku ini, kebetulan bekerja menjadi penulis tapi ibu tidak pernah melihat pekerjaan mu Komi, sekarang kebetulan ibu melihat buku ini dan sepertinya buku ini adalah buku kerja mu kan Komi? jadi ibu ingin coba melihatnya tidak apa-apa kan?"ujar Buyi menceritakan apa yang membuatnya memegang buku tersebut.
" Oh hehe maaf bu karena aku sedikit merasa lelah tadi jadi malah melamun dulu sebentar lalu baru membersihkan diri ku ke toilet maaf bu. O-oh ya itu buku kerja ku bu, tapi apa kau bisa meletakan buku itu dulu bu karena aku sepertinya sudah merasa lapar dan ingin segera makan siang dulu bu, tidak apa-apa kan bu? setelah makan siang aku akan membawakan buku ini kepada mu untuk kau baca bu,"ujar Komi me coba untuk mengalihkan perhatian Buyi yang sudah memegang buku spesial Komi saat itu, sambil perlahan mengambil buku tersebut kembali mencoba untuk menyarankan agar mereka makan terlebih dahulu dengan alasan karena Komi sudah merasa sangat lapar saat itu.
Buyi pun tidak la.hsung melakukan hal tersebut dan yang di lakukannya saat itu terlihat begitu fokus melihat ke buku yang tengah di lihatnya, terlihat jelas di wajah Buyi jika saat itu dia merasa sangat penasaran sehingga ingin membaca buku tersebut, tapi untung saja saat itu Buyi menerima apa yang Komi inginkan.
" Oh yasudah Komi, ini sudah siang kau belum sarapan jadi lebih baik sekarang ayo kita sarapan saja dulu,"ujar Buyi sambil meletakan buku tersebut di meja kembali.
" Ya bu terima kasih. Ayo bu,"ujar Komi.
Dan mereka pun saat itu berjalan ke ruang makan, dengan wajah Komi yang mengusap dadanya bersyukur karena Komi yang bisa mengalihkan perhatian Buyi sehingga Buyi yang sudah sangat merasa penasaran dengan buku tersebut tidak terus meminta untuk membaca buku tersebut saat itu.
" Untung saja aku sepertinya berhasil membuat ibu tidak memaksa ingin membaca buku tersebut jika sampai ibu memaksa ingin membaca buku tersebut sepertinya dia akan sangat kecewa dengan apa yang aku tulis di dalam buku tersebut karena menceritakan mengenai seseorang yang tengah mengambil perhatian ku, hingga aku tertarik padanya. Dasar kau teledor Komi, aku harus bisa lebih rapi lagi dalam menyimpan buku spesial itu jika tidak ingin sampai sesuatu yang aku inginkan terjadi,"ujar Komi menyalahkan dirinya sendiri karena teledor, tapi bersyukur karena saat itu Komi bisa mengalihkan perhatian Buyi sehingga tidak meminta kembali untuk membaca isi dari buku spesial Komi.
" Baiklah Komi ini sudah siang ayo sebaiknya kau makan saja dulu,"ujar Buyi menyiapkan makanan untuk Komi makan.
" Ya terima kasih bu,"jawab Komi.
Saat itu Komi pun langsung saja makan tanpa memikirkan apapun tapi ketika sudah beberapa saat makan Komi jadi sedikit terpikirkan sesuatu.
" Kenapa aku merasa sangat lapar seperti ini apa ada yang salah? padahal sebelum aku berolahraga tadi aku tentu saja sudah sarapan kan? lebih baik aku mengisi perut ku yang merasa sangat lapar saja dulu ini, dari pada harus merasakan sakit,"ujar Komi aneh.
Beberapa saat kemudian Komi bisa selesai makan kembali dengan perilaku Komi yang aneh, dimana saat itu Komi makan dengan porsi yang tidak biasa, melihat semua itu Buyi yang ada di hadapannya tidak terlihat aneh apa lagi bertanya tapi justru saat itu Buyi langsung bicara kepada Komi.
" Kau pasti sangat lapar kan Komi? sampai sekarang kau bisa makan dengan porsi yang lebih banyak dari biasa nya,"ujar Buyi.
Komi pun menjawab dengan senyuman sedikit malu karena saat itu Komi memang makan dengan porsi yang lebih besar dari biasanya.
" Ibu pikir kau tak akan melakukannya lagi Komi, tapi sekarang kau malah kembali melakukannya. Ini sudah siang Komi tapi kau baru bangun beberapa kali ibu bangunkan pun kau sepertinya terlalu lelap tidur hingga kau tentu saja tidak bisa mendengar panggilan ibu. Jam berapa kau tidur kemarin Komi?"ujar Buyi dan langsung saja bertanya seperti itu.
Saat itu Komi tidak langsung menjawab pertanyaan ibu, tapi yang di lakukan Komi justru bingung karena pertanyaan Buyi.
" Baru bangun? bukannya aku tadi sudah bangun pagi-pagi sekali dan bahkan aku sudah berolahraga tapi karena kelelahan aku malah kembali tertidur dan bangun di waktu yang sudah siang seperti ini?"ujar Komi aneh dalam hatinya.
" Komi kenapa kau melamun? ibu bicara pada mu. Apa kau sedang merancang sebuah jawaban untuk membohongi ibu Komi?"tanya kembali Buyi.
" O-oh maaf bu aku tak fokus mendengar pertanyaan mu, tapi bu aku melamun seperti ini bukan karena sedang mencoba mencari alasan tapi aku justru bingung dengan apa yang kau katakan, aku bingung dengan pertanyaan mu yang tiba-tiba bertanya seperti ini, dan bicara jika aku baru bangun dan tak bisa mendengar panggilan mu yang membangunkan ku tadi. Bukannya aku sudah bangun pagi-pagi sekali dan sudah kembali melakukan olahraga dulu bu, tapi karena merasa cukup kelelahan aku jadi ketiduran di kamar untuk beristirahat kembali tadi? dan tadi malam aku tidak tidur terlalu larut malam kembali bu, tidak begitu apa lagi jika sampai tidur terlalu larut yang di sebabkan karena aku bekerja terlalu keras, aku ingat jika kemarin malam aku sudah tidur ketika waktu belum menginjak tengah malam bu. Seingat ku seperti itu, tapi apa kau yakin dengan apa yang kau katakan bu? mungkin kau yang mengigau bu,"ujar Komi melakukan pembelaan saat itu menjelaskan apa yang Komi sudah lalui tadi pagi, dan bicara jika ini adalah istirahat kedua yang Komi lakukan karena tadi Komi merasa begitu kelelahan sebab dirinya yang sudah kembali melakukan olahraga.
" Kau yang mengigau Komi, kau baru bangun di saat waktu sudah siang Komi, dan inilah waktu tersebut kau tidak bangun di saat hari pagi Komi apa lagi kau bicara jika barusan adalah istirahat mu yang kedua karena kau yang merasa kelelahan sudah berolahraga kembali tadi, tidak Komi itu tidak benar karena yang benar adalah kau baru bangun di jam yang sudah memasuki siang hari dan yang kau lakukan ini bukan makan siang tapi sarapan yang seharusnya kau lakukan ketika masih pagi. Dan ibu tidak yakin jika kau memang tidur ketika jam belum menginjak tengah malam Komi, kau berbohong pada ibu Komi?"jawab Buyi dengan perkataannya yang mencoba untuk menjelaskan jika apa yang di katakan Komi tidak benar, yang benar sekarang adalah perkataan Buyi dan yang mengigau justru Komi, hingga saat itu Buyi pun sampai menuduh jika Komi sudah membohonginya.
" Tidak bu aku tidak bohong kemarin aku tidur ketika waktu belum menginjak tengah malam aku tidak sampai kembali bekerja terlalu keras hingga membuat ku kurang waktu untuk beristirahat, tapi jika apa yang kau katakan benar maaf bu seperti nya aku salah, tapi berarti yang sudah aku alami barusan? ( Komi terdiam berpikir ). Yang aku alami barusan? adalah sebuah mimpi, tapi kenapa mimpi itu bisa sangat terasa seperti nyata dimana semua tempat yang ada di mimpi ku itu adalah tempat yang belakangan ini sudah aku kunjungi, sehingga terasa begitu nyata bahkan aku bermimpi jika aku datang dan lewat ke tempat tersebut dengan berolahraga lari seperti yang selalu aku lakukan. Maaf bu sepertinya aku memang sudah kembali melakukan kesalahan tapi kau harus percaya jika kemarin aku memang tidak tidur lebih dari tengah malam bu, hanya saja aku bisa sampai bangun di waktu yang sudah siang ini karena aku yang sepertinya bermimpi cukup panjang barusan. Maaf bu jangan marah pada ku, aku tidak bohong pada mu mengenai apa yang aku sudah alami barusan bu,"ujar Komi terdiam sejenak hingga akhirnya Komi pun meminta maaf saja kepada Buyi karena dirinya yang berpikir jika sepertinya saat itu Komi memang melakukan kesalahan, dan pada akhirnya tentu saja Komi meminta maaf kepada Buyi.
Tapi saat itu Buyi tidak menjawab apa yang Komi katakan saat itu, tapi yang di lakukannya hanya membereskan semua peralatan makan yang sudah di pakaiannya lalu tanpa bicara apapun langsung saja meninggalkan Komi yang masih duduk di kursi. Saat itu tentu saja Komi merasa bersalah dan berpikir apa yang seharusnya Komi lakukan saat itu karena sepertinya Komi membuat Buyi merasa kecewa dan marah sehingga Buyi pun terlihat tak sudi kembali menjawab perkataan Komi, dan yang di lakukan Buyi saat itu langsung saja pergi meninggalkan Komi yang saat itu terus saja duduk melamun di kursi tersebut berpikir.
" Ibu tak mungkin berbohong pada ku, jadi kenyataannya sekarang adalah sekarang ini aku baru sarapan, dan yang aku alami tadi berolahraga dengan rute yang sama dimana aku selalu melewati jalan tersebut adalah sebuah mimpi, mimpi yang sangat begitu nyata,"ujar Komi.
Karena tak tahu harus berbuat apa yang di lakukan Komi saat itu hanya pergi saja ke kamarnya untuk memikirkan apa yang harus Komi lakukan selanjutnya agar Buyi tidak terus-menerus merasa marah kepadanya.
" Kenapa aku bisa mengalami mimpi yang begitu sangat mirip dengan kejadian yang selalu aku lewati di dunia nyata, apa ada pesan di balik mimpi yang aku alami itu?"ujar Komi.
Saat itu Komi pun mengambil buku spesial yang di milikinya saat itu, melihatnya sejenak.
" Aku melihat seorang wanita, wanita yang entah aku tidak tahu siapa dia tapi dia ada di awal dan akhir mimpi ku, dari awal aku yang mengunjungi bukit tersebut sampai aku yang berteduh di kawasan sepi yang hanya memiliki beberapa rumah ( Komi seketika berhenti bicara ) ah wanita itu? wanita yang tidak aku ketahui itu ada di awal dan akhir dari mimpi ku dan aku baru sadar jika wanita tersebut adalah wanita yang sama? apa ada sebuah pesan yang dia ingin sampaikan pada ku melewati sebuah mimpi?"ujar Komi saat itu dalam hati nya mencoba untuk menemukan sebuah titik terang dengan maksud yang ada di balik semua itu.