Saat itu Frins begitu senang mendengarkan Buyi yang begitu sangat ikhlas bicara mengenai dirinya yang begitu sangat siap untuk menolong Frins dalam keadaan apapun bahkan Buyi bicara jika Frins tidak boleh berpikir ragu jika memiliki sebuah hambatan dalam segala urusannya, karena jika sampai Frins memiliki sebuah kesulitan atau masalah Buyi dan Komi akan siap membantu. Ketika perbincangan itu sudah Buyi rasa cukup dan waktu pun sudah terlihat larut malam Buyi pun langsung saja memutuskan untuk pergi ke kamarnya.
" Yasudah Frins aku tak sadar jika kita sudah berbincang cukup lama dan aku sudah cukup bicara dengan ku calon menantu ku, jadi karena sekarang waktu sudah larut malam aku rasa lebih baik sekarang kita beristirahat, esok hari kau harus bekerja Frins?"ujar Buyi menyarankan agar Frins beristirahat dan bertanya mengenai esok hari.
" Ya tentu bu aku juga tak sadar jika ini memang sudah larut, kau benar sebaiknya kita beristirahat. Esok hari karena orang tua ku belum akan pulang karena memiliki cukup banyak pekerjaan sepertinya aku memang harus tetap membantu pekerjaan nya mereka bu,"ujar Frins menjawab dan mengatakan jika sepertinya sekarang juga sudah waktunya untuk Buyi beristirahat.
" Yasudah Frins jika seperti itu sekarang lebih baik kita sama-sama beristirahat. Selamat malam Frins, jangan lupa kunci pintu tapi tidak apa-apa jika kau merasa takut dan tak ingin mengunci pintu karena tidak akan ada yang berani macam-macam pada mu, selamat malam dan beristirahat calon menantu ku yang cantik,"ujar Buyi sambil memegang kepala Frins dan mencium nya.
" Terima kasih bu. Selamat malam dan selamat beristirahat juga untuk mu,"jawab Frins.
Tapi ketika Buyi melangkah akan keluar dari kamar, Frins pun ikut melangkah mengikuti Buyi yang tentu saja mengundang tanya dari Buyi.
" Frins kau tentu saja harus beristirahat kan, ibu juga mau beristirahat ke kamar ibu tapi kenapa kau malah ikut berdiri dan mengikuti ibu, kau mau ke toilet?"ujar Buyi bertanya.
" Tidak bu, aku bukan ingin ke toilet, aku bukan orang sakit yang butuh perhatian lebih aku hanya orang yang tidak bisa pulang karena cuaca diluar begitu sangat buruk dengan hujan deras yang turun jadi aku harus menginap disini sekarang. Dan tentu saja kau yang sudah baik memberikan kamar Komi menjadi kamar sementara ku malam ini harus aku perhatikan, kau sudah sangat baik sampai kau mengucapkan selamat malam kepada ku, dan sekarang kau akan menuju ke kamar mu untuk beristirahat juga tentu saja aku adalah orang yang harus bertanggung jawab mengantarkan mu agar sampai dengan selamat ke kamar bu jadi sekarang tentu saja yang aku lakukan akan mengantarkan mu masuk ke dalam kamar mu. Ayo bu,"ujar Frins sambil memegang tangan Buyi untuk menggandengnya ke kamar saat itu.
" Kau sangat baik dan sangat pengertian, tidak salah ibu menginginkan mu sebagai menantu ibu Frins. Terima kasih nak,"ujar Buyi.
" Aku juga sepertinya akan senang jika benar bisa menjadi menantu mu bu,"ujar Frins dengan mada bicara yang pelan saat itu.
" Kau bilang apa Frins?"tanya Buyi sedikit kaget.
" O-oh maaf tidak bu, aku tidak bicara apa-apa, aku hanya bilang tentu saja aku yang harus berterima kasih pada mu karena kau yang sudah sangat baik kepada ku bu,"jawab Frins sedikit panik karena takut jika Buyi mendengar apa yang di katakan nya saat itu.
" Oh ya tentu Frins,"kawan Buyi.
Saat itu pun akhirnya mereka bisa sampai di kamar dan tentu saja yang dilakukan mengantarkan Buyi masuk ke dalam kamar dan beristirahat.
" Baiklah bu, selama beristirahat. Aku langsung masuk ke dalam kamar ku,"ujar Frins.
" Ya Frins, selamat malam dan beristirahat juga untuk mu Frins. Terina kasih sudah mengantarkan ku ke kamar,"jawab Buyi.
Frins pun tersenyum dengan langsung saja mencoba untuk keluar dari kamar Buyi, tapi ketika Frins berbalik dengan tiba-tiba Buyi terdengar beranjak kembali dari tempat tidurnya dan langsung perlahan menarik Frins sambil memeluknya.
" Terima kasih Frins, kau adalah anak yang sangat baik ibu sangat menginginkan mu untuk menjadi menantu ku Frins. Selamat malam,"ujar Buyi ketika memeluk Frins saat itu.
" Semoga apa yang kau doakan menjadi kenyataan bu, aku juga sangat ingin menjadi menantu mu tapi tentu saja ini semua juga harus keinginan Komi bu, karena tak mungkin jika aku yang memaksakan keinginan ku tapi Komi berpikir lain,"ujar Frins dalam hatinya saat itu.
Dan tak lama mereka pun langsung saja melepaskan pelukan hangat nya, tetapi Frins hanya bisa menjawab perkataan Buyi dengan senyuman.
Buyi pun tak bertanya kenapa saat itu dan hanya tersenyum juga ke pada Frins.
" Yasudah bu sekarang aku tinggalkan kau ya. Selamat beristirahat bu,"ujar Frins.
" Ya Frins,"jawab Buyi.
Dan saat itu pun Frins langsung saja berniat pergi ke kamarnya untuk beristirahat, tapi sebelum Frins sampai di kamar saat itu Frins terlebih dahulu melihat Komi yang ada di salah satu ruangan kosong yang di jadikannya tempat untuk bekerja tentunya.
" Komi aku pikir kau bekerja di ruang tamu tadi, tapi ternyata kau di sini,"ujar Frins.
Komi pun merespon perkataan Frins dengan langsung menjatuhkan sesuatu saat itu, terlihat seperti orang yang kaget dengan Frins yang saat itu memang bertanya kepada Komi secara tiba-tiba.
" Oh Frins kau di sini, aku pikir kau sudah tidur, malam ini sudah akan larut Frins,"ujar Komi sambil terlihat langsung menyembunyikan sesuatu bahkan sesuatu yang di sembunyikan Komi terlihat langsung di simpan di bawah tasnya.
" Ya tadi aku baru mengantarkan ibu ke kamar. Apa yang sedang kau lakukan di sini Komi? apa kau memang sedang bekerja?"ujar Frins menjawab lalu kembali bertanya.
" Oh ya baiklah Frins terima kasih karena sudah mengantarkan ibu ku. Ya ini aku tentu saja sedang bekerja Frins, aku yang tadinya ingin bekerja di ruang tamu merasa kurang tepat dan kurang enak jadi sekarang tempat ku bekerja di sini saja, di tempat yang seperti kamar ku memiliki sebuah jendela yang bisa membuat ku melihat ke luar, dan perlahan mendapatkan inspirasi. Ibu sudah beristirahat kan jadi sekarang lebih baik kau juga beristirahat Frins hari sudah cukup larut,"ujar Komi menjawab lalu menyarankan agar Frins beristirahat di malam yang saat itu sudah mulai larut.
" Oh maaf Komi sepertinya gara-gara aku kau jadi kehilangan tempat yang bisa memberi mu sebuah inspirasi, maaf ya. Tapi mungkin kau ingin bekerja di kamar mu kembali saja, tapi maaf sepertinya malam ini akan terasa sedikit berbeda karena kau harus bekerja bersama dengan adanya aku di dalam kamar mu yang beristirahat Komi. Bagaimana?"ujar Frins menawarkan hal seperti itu.
" Oh tentu tidak Komi, tenang saja kau tak usah merasa khawatir atau merasa bersalah dengan apa yang aku lakukan karena aku bisa dengan mudah melanjutkan pekerjaan ku, yang terpenting di sini sekarang bukan tempat Frins tapi suasana, seperti yang sedang aku dapatkan sekarang suasana yang tenang yang hanya terdengar suara hujan dan tentu saja kenyamanan Frins. Jadi sekarang kau masuk lah ke dalam kamar mu, dsn beristirahat, tak usah pikirkan hal lain karena aku tidak apa-apa Frins,"ujar Komi sambil kembali menyarankan agar Frins langsung beristirahat saja tanpa harus merasa tak enak terhadap Komi.
" Yasudah jika memang seperti itu aku pamit untuk beristirahat saja malam ini Komi, selamat malam,"ujar Frins sambil meninggalkan Komi.
Dan saat itu pun tentu saja Frins langsung kembali berjalan menuju ke kamarnya, tapi setelah Frins sampai di kamarnya saat itu Frins tidak langsung beristirahat melainkan Frins hanya membaringkan dirinya saja dan berpikir sesuatu yang saat itu menjadi pikirannya.
" Kenapa Komi seperti sangat kaget dan langsung menyembunyikan sesuatu tadi, dan sesuatu yang di sembunyikan Komi di bawah tasnya tadi sedikit aku lihat adalah buku yang sepetinya adalah buku kecil tadi yang sempat aku baca. Sebenarnya ada apa antara Komi dan buku itu? sekaget itu kah Komi sampai langsung menyembunyikan buku tersebut?"ujar Frins dalam hatinya sambil melamun.
Frins pun tidak mengetahui jawaban akan sesuatu yang menjadi pikirannya saat itu, dan kembali bicara sendiri.
" Aku benar-benar penasaran dengan isi dari buku itu yang sampai membuat Komi seperti sangat menjaga buku tersebut sampai dia tak ingin jika buku tersebut di ketahui oleh orang lain. Dan ketika aku melihat isi dari bui tersebut tadi sore aku tidak mendapatkan sesuatu yang buruk atau aneh karena yang aku lihat hanya beberapa patah kata, dan yang aku baca hanya ' kau bisa aku lihat tapi entah bisa aku temui atau tidak '. Hanya itu yang bisa aku lihat tadi, dan jika di pikir apa aneh nya dengan tulisan tersebut. Mungkin jika bisa aku harus membaca lebih banyak lagi apa yang ada di dalam buku tersebut agar aku bisa menghentikan rasa penasaran ku ini, tapi sepertinya dengan cara diam-diam karena mustahil bagi ku untuk meminjamnya secara baik-baik kepada Komi. Jangankan untuk meminjam dan membaca buku itu tadi saja Komi begitu terlihat kaget dan langsung menyembunyikan buku itu seperti sangat tak ingin jika ada orang lain yang melihat atau mengetahui isi dari buku tersebut. Ya baiklah, sudah aku putuskan jika yang harus aku lakukan sekarang adalah mencoba melihat buku tersebut dengan cara diam-diam tanpa di ketahui Komi,"ujar Frins saat itu dalam hatinya bicara mengenai rencananya yang ingin melihat buku tersebut dengan cara diam-diam karena Komi yang sepertinya tidak ingin buku tersebut di ketahui orang lain.
Dan saat itu Frins pun langsung saja mencoba untuk menutup matanya beristirahat di malam yang sebenarnya sudah larut, bahkan mungkin sudah lewati dari larut malam karena Frins yang saat itu malah mendapatkan lamunan panjang dari sesuatu yang menjadi rasa penasarannya saat itu.