Maaf Frins.

1523 Kata
Mereka pun saat itu sudah beberapa saat berbincang sampai Frins pun hampir bicara sesuatu yang seharusnya tidak dia katakan kepada Komi, tapi untungnya Frins hanya hampir keceplosan bicara hal tersebut tapi tidak sampai Komi dengar, sehingga yang di lakukan Frins saat itu tentu saja mencari topik pembicaraan lain yang bertujuan untuk membuat perhatian Komi teralihkan. Untungnya Frins sepertinya bisa mengalihkan perhatian Komi dan sekarang Frins pun mencoba untuk terus mengalikan perhatian Komi dengan cara dirinya yang ingin mengajak Komi ke dapur karena Frins, sambil berharap Komi lapar karena saat itu Frins ingin memasak sesuatu untuk di makan bersama dengan Komi. Ketika Frins mengatakan hal tersebut Komi hanya bisa terdiam dan tersenyum tanpa bicara apa-apa, apa lagi sampai menolak ajakan Frins saat itu hingga tentu saja Frins langsung menarik tangan Komi untuk masuk ke dapur. " Apa kau benar-benar sudah menyelesaikan pekerjaan mu Frins? dan sekarang kau ingin mengajak ku makan? apa aku tidak merepotkan mu?"ujar Komi bertanya. " Kenapa aku harus berbohong? apa untungnya Komi, tentu saja aku sudah menyelesaikan tugas ku, dan sekarang tentu saja aku tinggal bersantai tapi dari pada bersantai dan hanya membuang waktu ku sepertinya aku lebih baik memanfaatkan kesempatan ini untuk menyuguhi mu sesuatu, dan sesuatu yang terpikir di kepala ku saat ini sepertinya menjamu mu dengan masakan ku dan makan bersama akan baik Frins, jadi ayo Komi kita ke dapur. Tenang aku yang akan masak dan menyiapkan semua nya untuk mu kau tak usah khawatir aku akan membutuhkan bantuan mu Komi,"ujar Frins sambil menarik tangan Komi. " Oh ya baiklah jika seperti itu tentu aku tidak akan bicara apa lagi bertanya mengenai apapun lagi kepada mu Frins, dan sekarang ayo Frins aku sebenarnya sudah tak sabar mencicipi masakan mu hehe. Tentu saja rasanya pasti enak,"ujar Komi sambil mengikuti Frins yang membawanya ke dapur saat itu. Dan saat itu Frins dengan sangat baik dan sangat penuh perhatian langsung saja menyuruh Komi duduk di kursi yang di depan meja makan untuk diam saja melihat Frins yang akan memasak untuk menjamu Komi saat itu, dan sepertinya Frins sedikit bercanda memperlakukan Komi saat itu bahkan yang Frins lakukan saat itu menyiapkan sebuah kursi untuk Komi duduk. " Kau seperti memperlakukan siapa saja Frins, tak usah seperti itu aku ini sahabat mu bukan bos mu,"ujar Komi sambil sedikit tertawa. " Haha tak apa-apa Komi, lagi pula kapan lagi aku bisa memiliki waktu seperti ini. Baiklah sekarang yang harus kau lakukan hanya diam saja menunggu makanan yang aku akan masak untuk mu Komi"jawab Frins. Komi pun saat itu hanya menjawab perkataan Frins dengan tersenyum sambil duduk, sementara Frins tentu saja langsung mulai memasak sesuatu yang akan mereka santap. Tapi meskipun Frins bicara seperti itu tapi Komi tidak bisa berdiam diri saja melihat Frins yang saat itu tengah sibuk menyiapkan makanan untuk mereka santap, Komi pun tentu saja langsung berdiri menghampiri Frins yang saat itu sedang memotong dan menyiapkan bahan makanan untuk di masak. " Aku baru melihat mu yang serajin ini Frins, dan aku juga baru tahu ternyata kau memang piawai dalam memasak juga? biarkan aku membantu mu ya, agar pekerjaan mu bisa lebih cepat selesai,"ujar Komi sambil memeluk Frins dari belakang bertujuan membantu Frins yang sedang memotong bahan makanan untuk di masak nya saat itu. " K-Komi kau?,"jawab Frins hanya bicara seperti itu, sambil melihat ke arah Komi yang sedang memeluk Frins saat itu. Frins melihat ke arah mata dan bibir Komi saat itu dengan wajahnya yang merah karena merasa sedikit malu dengan perlakuan Komi, tapi Frins melihat Komi yang saat itu membantu sambil memeluk Frins dari belakang begitu biasa saja, sampai karena tak kuat merasa deg-degan dan malu Frins pun melepaskan pegangannya saat itu dari pisau, yang tentu saja membuat pegangan Komi juga terlepas hingga pada akhirnya Komi pun melepaskan pelukannya. " T-terima kasih Komi, kau begitu baik. Tapi maaf aku keluar dulu sebentar,"ujar Frins dengan wajah yang tertunduk menyembunyikan rasa malunya yang saat itu bisa terlihat jelas karena wajah merahnya. " Ya baiklah Frins jika seperti itu silahkan, aku akan melanjutkan pekerjaan mu memotong bahan makanan yang sepertinya kau akan masak ini kan?"jawab Komi, lalu bertanya. " Ya Komi, terima kasih,"jawab Frins sambil langsung saja pergi ke toilet. Dengan sedikit cepat Frins langsung saja pergi menuju ke toilet meninggal kan Komi yang melanjutkan pekerjaannya memotong bahan makanan untuk di masaknya. " Komi kenapa kau bertindak seperti itu? apa kau tidak merasa jika perlakuan mu yang seperti itu membuat ku menjadi sangat nyaman dan rasa ingin memiliki mu terus bertambah kuat Komi?"ujar Frins saat itu ketika sudah ada di dalam toilet, mengeluarkan semua perasaan senang nya agar Frins tidak kembali terlihat dengan wajahnya yang terus saja merah. Saat itu Frins yang sebenarnya sangat merasa bahagia karena perlakuan Komi yang begitu terasa spesial kepada Frins langsung saja mencoba menenangkan dirinya agar Frins tidak sampai terlihat malu dengan wajahnya yang berwarna merah hingga yang di lakukan Frins saat itu adalah berdiam diri di depan cermin, mencoba mengontrol perasaan malu dan bahagianya saat itu agar ketika dia keluar Frins tidak lagi terlihat seperti orang yang menyembunyikan sesuatu atau menyembunyikan wajah malunya yang begitu sangat jelas berwarna merah. " Baiklah Frins sekarang yang harus kau lakukan adalah tenang, tenang jangan sampai perasaan mu terbawa emosi sehingga kau terlihat begitu senang karena sebab yang sebenarnya di lakukan oleh Komi, tapi yang sekarang harus kau lakukan adalah tenangkan diri mu Frins, tenangkan diri kontrol emosi mu jangan sampai kau terlihat bahagia tak jelas di hadapan Komi, yang akan membuatnya tentu saja aneh dan bertanya ada dengan ku ini. Baiklah Frins tenang, kontrol emosi mu karena kau harus secepatnya kembali ke dapur untuk melanjutkan sesuatu yang sedang menjadi tugas mu,"ujar Frins saat itu bicara dalam hatinya sambil tentu saja menenangkan emosinya, dan menghilangkan rasa malu yang begitu sangat jelas bisa terlihat di wajahnya. Seketika Frins pun berdiam diri mencoba untuk menenangkan emosi dan perasaannya yang terlampau bahagia hingga pada akhirnya setelah beberapa saat Frins mencoba menenangkan diri, Frins pun merasa jika diri dan perasaannya sudah bisa terkontrol dan sekarang Frins pun siap untuk kembali ke dapur untuk kembali menyiapkan bahan makanan yang akan di masaknya. " Hai Frins, kau sedikit lama di toilet ada apa? apa kau sudah buang air besar?"tanya Komi. " Tidak Komi, bukan itu. Aku tadi merasa sedikit gatal di bagian tanganku jadinya tadi aku memakaikan krim saja dulu ke tangan ku yang biasa aku pakai, dan hasilnya kulit tangan ku tidak kembali gatal Komi. Oh wow kau sudah memotong banyak bahan makanan yang ingin aku masak, terima kasih maaf aku sepertinya agak lama di toilet jadi kau harus memotong banyak bahan makanan yang sebenarnya itu adalah tugas ku. Yasudah Komi sepertinya yang sudah aku bilang tadi kau sebaiknya duduk saja di sana dan biarkan aku yang akan menyiapkan semuanya untuk mu, aku akan menjamu mu dengan masakan yang lezat tentu saja hehe, jadi bisakah kau duduk saja kembali dan biarkan aku melakukan ini?"ujar Frins meminta Komi duduk saja kembali agar Frins yang menyelesaikan tugasnya yang akan memasak makanan untuk menjamu Komi saat itu. " Santai saja Frins lagi pula aku hanya membantu mu sedikit, dan ini juga makan yang akan aku santap kan Frins, tapi sebenarnya aku bukan tipe orang yang suka menunggu dengan berdiam diri saja karena jujur aku merasa bosan Frins. Tapi aku yang sepertinya tak bisa memasak tentu saja tak punya pilihan selain menunggu mu saja dari pada masakan yang akan kita makan nanti jadi tidak enak karena campur tangan mu hehe. Baiklah jadi sekarang aku sepertinya akan duduk saja dan melihat mu yang piawai memasak,"ujar Komi saat itu bercanda dengan langsung saja duduk melihat Frins yang lanjut memasak makanan yang akan mereka makan. Tanpa bicara apa-apa lagi saat itu Frins lanjut saja memasak makanan, tapi ketika Frins fokus memasak Frins mendengar langkah kaki dari belakang saat itu, sepertinya adalah suara langkah kaki Komi yang sedang kembali melangkah menghampiri nya saat itu. " Komi aku mohon jangan lakukan hal yang sama dua kali atau sepertinya aku akan kembali mengalami hal yang sebaiknya tidak aku lakukan,"ujar Frins dalam hatinya ketika mendengar langkah kaki tersebut saat itu. Tapi karena perasaan Komi yang saat itu yakin jika suara langkah kaki tersebut memang berasa dari Komi yang menghampirinya, dengan Frins yang cemas jika Komi akan melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya yang membuat Frins salah tingkah atau bahkan merasa malu, Frins pun mengantisipasi hal tersebut dengan berpura-pura melihat ke arah belakang, basa-basi kepada Komi. Tapi yang di rasakan Frins begitu tepat saat itu karena saat Frins melihat ke belakang Komi sudah kembali ada di dekat Frins yang sepertinya akan kembali membantu Frins. " Oh Komi kau mengagetkan ku saja, aku baru saja akan bertanya pada mu, kau suka jika aku memberikan rasa pedas atau tidak ke makanan yang akan kita santap Komi?"ujar Frins berkata dan bertanya. " Ohaha maaf Frins tadinya aku memang menyerah untuk membantu mu karena aku tidak bisa memasak tapi aku tetap merasa bosan dan sekarang aku memutuskan untuk kembali membantu mu saja, mungkin aku memang tak bisa memasak tapi koki tentu saja membutuhkan asisten untuk pekerjaannya kan dan bantuan itulah yang akan aku tawarkan pada mu Frins hehe. Bagaimana menurut mu?"ujar Komi bicara alasannya ingin kembali membantu Frins saat itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN