Komi yang saat itu takjub melihat ruangan yang di pakai Frins untuk bekerja tentu saja memuji kepintaran Frins, bahkan Komi merasa jika Frins lebih baik dan lebih pintar dari Komi dalam memilih dan menata ruangan untuk di jadikan tempatnya bekerja dari segi kenyamanan yang tentu saja bisa membuat siapapun yang bekerja di tempat tersebut fokus karena ketenangan dan kenyamanan dari ruangan tersebut, sampai pada akhirnya Komi bicara jika dirinya tertarik dan tak akan sampai merasa menyesal jika di tawari ada untuk bekerja di tempat ruangan tersebut.
" Jika kau tertarik kenapa kau tidak bawa saja peralatan bekerja ku kemari, dan kerjakan semua disini Komi? dengan begitu sepertinya kita bisa bekerja bersama-sama?"ujar Frins benar-benar menawarkan tempat tersebut untuk Komi bekerja.
" Hahaha kau bercanda Frins, bagaimana bisa aku bekerja di sini? ini ruangan pribadi mu yang tentu saja kau tidak akan sampai ingin ada orang yang memakai dan menempati ruangan ini Frins. Dan meskipun tawaran mu serius sepertinya aku tidak akan bisa mengambil tawaran mu itu Frins,"ujar Komi menjawab dengan nada tak percaya.
" Lho kenapa? kau tadi yang berharap dan sekarang aku mewujudkan harapan mu tersebut tapi kenapa kau malah jadi tidak percaya dengan apa yang aku katakan ini Komi. Dan lalu kenapa kau bicara seperti itu? kenapa kau berpikir tidak akan bisa menerima tawaran ku?"ujar Frins sedikit aneh dengan Komi yang berharap tapi setelah harapannya bisa terwujud Komi malah tidak menerima dengan baik hal tersebut.
" Ahaha tenanglah Frins tak usah kaget seperti itu, aku sangat bersyukur dan sedang jika kau sampai menawarkan ku hal yang sebenarnya aku inginkan, hanya saja sepertinya aku belum bisa melakukan hal yang ingin aku lakukan itu Frins meskipun kau sudah memberikan ku izin mengenai apa yang aku inginkan, alasannya, alasannya. Alasannya tentu saja karena orang tua mu Frins bagaimana aku bisa berada disini bahkan ikut melakukan pekerjaan ku di ruangan pribadi mu ini ketika orang tua mu tidak ada, tentu saja aku tidak akan melakukan hal yang kurang sopan seperti itu, tapi terima kasih untuk izin yang kau berikan pada ku, lain kali ketika ada orang tua mu tentu saja aku akan izin terlebih dahulu untuk hal ini, dan setelah mereka memberikan aku izinlah aku akan ada di sini untuk melakukan hal yang aku inginkan tadi Frins hehe. Sepertinya memang kan lebih baik jika aku memilik partner bekerja meskipun kita mengerjakan sesuatu yang tak sama,"ujar Komi menjelaskan alasannya jadi tak bisa langsung menerima tawaran Frins.
" Oh kau ini Komi, sepertinya ku memang seseorang yang sangat bertanggung jawab dan berpikir jauh ya Komi, aku tak menyangka akan mendengar pikiran baik mu ini sekarang Komi, tapi apa yang kau katakan sepertinya memang benar. Aku juga merasakan hal seperti itu Komi, sepertinya akan sangat baik untuk kita bekerja sama meskipun tidak di dalam satu proyek yang sama, tapi bukan itu yang kita inginkan justru teman yang menemani aku lah yang lebih aku pikirkan Komi, maksud ku tidak akan ada rasa gundah dan bosan karena jika kita merasa jenuh kita bisa sejenak melepaskan semua itu dengan berbincang, tidak seperti sekarang ini jika aku bosan aku hanya melamun berharap mood ku untuk bekerja kembali baik,"ujar Frins saat itu bicara mengenai sesuatu yang dirinya rasakan ketika harus terus bekerja dalam kesendirian.
" Ya kau benar Frins, aku sependapat dengan apa yang kau katakan. Ya sudah Frins sekarang sepertinya kita sudah cukup berbincang, kau bisa mulai untuk bekerja saja dulu, sementara aku,"
" Sementara kau? kau akan langsung pulang Komi?"tanya Frins memotong pembicaraan Komi.
" Mendengar kau yang bisa senang dan merasa lebih baik jika ketika kau bekerja ada yang menemani mu tentu saja aku berpikir aku tidak akan pulang dulu sekarang, tapi melakukan sesuatu yang harus bisa membuat mu senang sehingga bisa fokus untuk bekerja Frins. Ayo kau bisa mulai bekerja dengan aku yang akan ada di sini, dan lagi pula aku sepertinya tertarik untuk terus melihat terlebih dahulu pemandangan yang sepertinya indah terlihat dari sini Frins,"ujar Komi, berjalan ke ujung balkon ruangan bekerja Frins saat itu melihat pemandangan yang begitu terlihat indah saat itu.
" Terima kasih Komi, kau begitu sangat perhatian kepada ku,"jawab Frins berterima kasih.
Komi yang saat itu membiarkan Frins bekerja tentu saja tidak melakukan hal apapun saat itu hanya apa lagi mengajak Frins terus berbicara yang bisa membuat Frins kehilangan konsentrasi nya, sehingga yang Komi lakukan saat itu hanya terus saja melihat pemandangan yang ada di ujung balkon ruangan Frins tersebut.
" Sepertinya ruangan ini akan menjadi ruangan yang aku sukai karena apa yang aku butuhkan untuk mendapatkan inspirasi bisa aku dapatkan Frins. Tapi aku tak bisa melakukan apa yang aku inginkan Frins, dan alasan yang sebenarnya bukan karena orang tua mu, tapi karena aku yang sebenarnya tidak ingin terlalu dekat dengan mu sekarang ini, aku memang tak tahu perasaan mu tapi aku tak ingin jika sampai membuat mu merasa nyaman sehingga memiliki perasaan atau harapan pada ku, karena aku sudah memiliki seseorang yang aku inginkan Frins. Semoga dengan kebersamaan kita yang memang sudah cukup lama ini kau tak sampai m miliki perasaan lebih dari sahabat kepada ku Frins,"ujar Komi dalam hati ketika terus saja melihat ke pemandangan yang ada di ruangan tersebut saat itu.
Sementara itu Frins yang saat itu mengerjakan pekerjaan nya tidak Komi sadari jika sedang melihat ke arah Komi dengan berandai.
" Kau terlihat seperti orang yang menikmati apa yang sedang kau lihat sekarang Komi, aku tak keberatan jika kau ingin untuk terus ada disini bahkan jika kau inginkan ada di sini bahkan sampai menginap disini pun aku tidak sampai akan melarang atau keberatan Komi, selain aku yang akan merasa senang dengan keberadaan mu secara tidak langsung atau kau sadari aku akan merasa sangat beruntung Komi. Seandainya saja kau tahu jika aku memiliki perasaan lebih dari seorang sahabat kepada mu Komi, dan sebenarnya aku berharap jika kau merasakan hal yang sama dengan ku, setiap perkataan yang ibu mu katakan kepada ku, godaannya kepada ku selalu aku inginkan dan doakan meskipun aku terlihat malu-malu karena mendengar godaan tersebut dari ibu mu. Terima kasih Komi, aku sangat berharap jika apa yang aku rasakan ini bisa kau rasakan juga tak apa aku akan menunggu nya jika apa yang aku harapkan tidak terjadi sekarang, jikalau aku harus menunggu mu cukup lama di karenakan ada sesuatu hal lain, atau mungkin ada wanita lain pun aku tak akan sampai mundur Komi, aku akan menunggu mu,"ujar Frins saat itu sambil melihat ke arah Komi yang begitu menikmati apa yang sedang dia saksikan.
Ketika Frins berandai seperti itu tiba-tiba Komi terlihat akan berbalik, dan hal tersebut pun tentu saja langsung membuat Frins mengalihkan perhatiannya karena jika sampai Komi melihat Frins yang tengah memperhatikannya saat itu tentu saja Komi akan bertanya kenapa Frins melakukan itu, dan dengan cepat tentu saja Frins langsung mengalihkan perhatiannya kembali ke komputer yang sedang memuat pekerjaannya, lalu kembali bekerja.
Kebetulan saat itu pekerjaan Frins tinggal sedikit lagi hingga tak lama Frins pun bisa menyelesaikan pekerjaannya, saat itu juga kebetulan Komi sepertinya sudah puas melihat pemandangan yang ada di ujung balkon ruangan kerja Frins hingga Komi menghampirinya saat itu dan bertanya.
" Apa ada yang salah Frins? kenapa kau sepertinya menutup pekerjaan mu? ( mematikan komputernya ),"tanya Komi.
" Tidak ada Komi, tak ada yang salah hanya saja aku mematikan komputer ku karena memang sekarang aku sudah menyelesaikan pekerjaan ku, jadi karena tak ada yang menarik dari hal tersebut tentu saja aku langsung mematikan nya,"ujar Frins.
" Wow benarkah? cepat sekali,"ujar Komi sedikit kaget.
" Ya seperti itulah pekerjaan ku Komi, tapi seperti apa yang aku katakan pada mu tadi suatu pekerjaan akan bisa kita kerjakan ketika mood kita berada di atas atau kota sedang sangat bersemangat seperti yang sedang aku rasakan ini Komi. Aku sangat senang karena kau yang menemani ku saat sedang bekerja Komi, sehingga pada akhirnya sinilah yang terjadi, aku bisa menyelesaikan pekerjaan ku dengan cepat. Tapi sepertinya tidak secepat apa yang kau katakan Komi, kau lihat jam sudah menunjukan pukul 15.00? jika di hitung aku mulai bekerja di saat jam menunjukan pukul 13.00 dan sekarang jam sudah menunjukan pukul 15.00 aku bekerja selama 2 jam Komi, jadi mungkin sebenarnya bukan aku yang bekerja dengan cepat tapi kau yang terlalu menikmati apa yang kau saksikan tadi sehingga sepertinya kau tak sadar jika waktu berjalan dengan cepat,"ujar Frins.
" Ahahaha ya sepertinya begitu Frins, tapi sepertinya waktu 2 jam adalah waktu yang singkat ketika kau di hadapkan dengan pekerjaan yang tentunya cukup banyak kan Frins? dengan orang tua mu yang tak ada di sini, karena pergi ke luar kota? tapi syukurlah jika sekarang kau sudah bisa menyelesaikan pekerjaan mu. Sekarang apa yang ingin kau lakukan Frins? sepertinya aku tidak akan pulang sekarang dan memilih untuk berada disini menemani mu, seperti kau menemani ibu ku kemarin,"ujar Komi kekeh mengatakan jika Frins bekerja dengan cepat, dan langsung saja bertanya karena dia tak akan pulang sekarang.
" Ya ya ya Komi, terima kasih ini semua bisa terjadi karena kau yang memberikan ku semangat Frins. Oh kau serius kan Komi? terima kasih, baiklah sepertinya tentu saja ini adalah kesempatan untuk ku karena di temani oleh orang yang aku su,"
" Apa Frins?"tanya Komi memotong pembicaraan Frins.
" Aduh kenapa aku bisa sampai keceplosan ( dalam hati Frins ). Y-ya ini adalah kesempatan ku karena di temani oleh orang yang su-sungguh baik Komi, kau begitu baik sehingga bisa membuat ku sangat merasa senang dan bersemangat karena jam bekerja ku ditemani oleh kau. Terima kasih sekarang aku jadi bisa menyelesaikan pekerjaan ku dengan lebih cepat, oh ya ayo Komi mumpung hari masih belum terlalu sore dan kau bilang kau tak akan pulang dulu kan, jadi tentu saja ini adalah kesempatannya jg bisa aku gunakan untuk membalas kebaikan mu, aku harap kau lapar karena aku sekarang ingin membawa mu ke dapur dan memasarkan sesuatu untuk mu. Bagaimana? kau mau dan tak keberatan kan Komi?"ujar Frins mencoba mengalihkan perhatian Komi saat itu agar tidak kembali memikirkan mengenai perkataan Frins yang hampir saja keceplosan, hingga pada akhirnya Frins mencoba mengalihkan perhatian Komi jika dirinya ingin mengajak Komi ke dapur untuk memasakannya sesuatu.