Frins pun saat itu larut dalam perasaan yang haru karena Komi yang bisa menenangkannya saat itu, meskipun saat itu perasaan Frins masih terasa buruk karena semua yang telah di alaminya sebelum ini mengenai keluarganya yang begitu sangat kurang memperhatikan Frins hingga Frins merasa tertekan dan sedikit murung karena dirinya yang tidak mendapatkan perhatian di karenakan orang tua nya yang malah sibuk bekerja.
" Terima kasih Komi aku sangat senang karena memiliki sahabat seperti mu, ditambah lagi ibu mu yang sangat baik dan jika di lihat ibu mu bahkan memberikan perhatian yang lebih di kepada ku di bandingkan orang tua ku sendiri. Terima kasih,"ujar Frins berterima kasih sambil dirinya yang tersu bersandar di dada Komi, mengeluarkan segala uneg-uneg yang Frins rasakan saat itu.
" Sama-sama Frins, itu lah gunanya sahabat jika kau memiliki masalah atau sesuatu yang ingin kau ceritakan tak usah ragu atau malu untuk mengatakannya, karena ibu tidak akan sampai tidak ingin mendengarkan curhatan mu,"jawab Komi.
" Ibu? hanya ibu mu? kau bilang ibu tak akan sampai menolak curhatan ku Komi? bagaimana dengan mu? Komi andai kau tahu jika sebenarnya aku memiliki perasaan lebih kepada mu, lebih dari sahabat. Dan aku berharap jika kau mengerti kau juga bisa menerima bahkan merasakan apa yang aku rasakan pada mu, aku ingin kau menjadi pendamping hidup ku Komi, aku mencintai mu,"ujar Frins saat itu, hanya saja Frins bicara seperti itu dalam hatinya tidak langsung ke Komi karena dirinya yang tentu saja merasa gengsi jika harus menyatakan perasaannya terlebih dahulu kepada Komi.
Saat Frins bicara seperti itu dalam hatinya Frins tetap saja masih dalam suasana haru dan masih terus saja bersandar kepada Komi.
" Sekarang angkat kepala mu dan tersenyum lah Frins, jangan terlarut dalam kesedihan yang sedang kau rasakan sekarang. Ngomong-ngomong keluarga mu tak akan lama lagi pulang kan Frins? jadi kau tidak akan sendirian lagi? dan setelah mereka pulang tentu saja mereka akan memperhatikan mu kan? karena pekerjaan mereka yang membuat mereka sibuk sudah selesai mereka bereskan,"ujar Komi lalu bertanya.
" Entahlah kapan mereka pulang Komi, karena aku tidak pernah di beri tahu berapa hari mereka akan pergi yang jelas adalah mereka pergi keluar kota mengerjakan pekerjaan yang tak bisa mereka tinggalkan dan disini tentu saja pekerjaan mereka aku yang mengambil alih, jadi intinya aku tidak pernah tahu berapa hari mereka akan pergi atau kapan mereka akan pulang. Dan apa yang kau tanyakan, meskipun mereka sudah pulang dan membereskan pekerjaan yang saat itu membuat mereka sibuk itu tidak berarti mereka akan memperhatikan mu meskipun ada di hadapan mereka Komi, aku seperti hanya tinggal sendiri disini yang membuat ku bisa merasa sedikit tenang adalah kamar ku saja Komi,"ujar Frins.
" Kau harus sabar menghadapi semua ini, yakin jika semua ini tidak akan sampai terus kau alami. Dan Frins jika aku mendengar cerita mu ini sepertinya kau akan menjadi sumber inspirasi ku?"ujar Komi jadi malah membicarakan mengenai dirinya yang bisa mendapatkan inspirasi dari cerita Frins.
" Ya tentu Komi, selagi ada kau di dekat ku sepertinya aku bisa sabar dan mendapatkan kekuatan kembali agar aku tidak terus menerus murung karena hal seperti ini. Apa kau yakin Komi? maksud ku apa yang menarik dari ku ini? aku hanya seseorang wanita biasa,"jawab Frins, dan mengatakan tanggapannya mengenai Frins yang menyebutnya adalah sumber inspirasi untuknya.
" Ya tentu aku yakin Frins, dan keyakinan ku ini tentu saja karena aku yang memiliki alasan dan alasannya, kau ini sebenarnya bisa di bilang bukan wanita biasa Frins, aku tanya pada mu sekarang Tapin sebelumnya maaf jika aku lancang, sudah berapa lama kau di acuhkan atau kurang menerima perhatian dan orang tua mu Frins? kau tak marah kan aku bertanya seperti ini? jika kau keberatan dengan pertanyaan ku atau pertanyaan ku sedikit tidak sopan kau bisa menolak untuk menjawabnya Frins,"tanya Komi, dan bicara.
" Tidak Komi, tidak apa-apa kau bisa bertanya aku tidak akan menganggap itu sebuah hinaan atau hal lain. Dan jika aku ingat perhatian orang tua ku sudah lama tak aku rasakan Komi, dari semenjak kita sudah mulai dekat dan saling bisa menemani untuk jalan perlahan perhatian mereka sirna, di tambah lagi pekerjaan mereka yang tepat pada saat kita mulai dekat menjadi bertambah banyak, otomatis mereka di sibukkan dengan pekerjaan tersebut mereka perlahan sudah mulai tidak terlalu memperhatikan ku,"jawab Frins.
" Ya terima kasih Frins. Oh jadi begitu, tapi Frins jika seperti ini sekarang aku yang merasa tak enak, bagaimana jika orang tua ku berpikir jika kau lah yang sudah aduh kepada mereka, maksud ku adalah dengan kau yang sudah dekat dengan ku saat itu kau jadi suka main keluar bahkan berjalan-jalan sampai larut malam, apa keluarga mu tidak akan sampai mengira jika justru kau yang berubah hingga akhirnya mereka berpura-pura acuh pada mu seperti ini agar kau bisa sadar jika kau sudah berubah dan melakukan hal yang kurang baik karena dekat dengan ku Frins?"ujar Komi jadi merasa tak enak berpikir jika orang tua Frins kurang perhatian kepada nya di sebabkan karena Frins jadi berubah semenjak dekat dengan Komi.
" Tidak Komi, sepertinya bukan seperti itu hal yang sebenarnya terjadi. Sebelum kita dekat dan suka jalan dan bermain bersama bahkan sampai larut malam mereka sudah tahu jika aku suka keluar untuk jalan dengan mu dan mereka merespon baik dan perhatian mereka pada ku masih bisa aku rasakan ada, tapi perlahan bisnis yang mereka buat berkembang hingga keluar kota, dan mereka pun semakin disibukan dengan pekerjaan mereka hingga perlahan bisnis mereka naik, tapi perlahan juga perhatian mereka pada ku berkurang dan sampai sekarang pun mereka masih saja seperti itu kurang memperhatikan aku anaknya sendiri karena begitu sangat di sibukkan dengan pekerjaan mereka. Jadi harus kau tahu dan ingat jika apa yang membuat mereka kurang perhatian seperti ini bukan karena kau, bukan Komi tapi ini semua terjadi karena memang mungkin mereka tidak menya,"
" Tidak Frins, cukup. Kau tak usah melanjutkan pembicaraan mu karena apa yang kau katakan sepertinya memang masuk akal tapi sepertinya kurang tepat. Sekarang tak apa-apa kau tak usah melanjutkan cerita mu, sekarang aku kembali bicarakan pada mu jika mungkin sekarang sebaiknya kau bersabar, yakin jika semua ini akan berakhir kau harus mencoba berpikir positif, mungkin saja saat ini bisnis keluarga mu sedang ada di puncak nya yang tentu saja membuat keluarga mu begitu sangat sibuk karena ingin sukses dalam bisnis yang sedang mereka perjuangkan dan karena itu sekarang mereka menjadi sangat fokus, tanpa mereka sadar jika mereka melewatkan sesuatu yang seharusnya mereka lebih pentingkan, berpikir positif lah jika suatu saat keluarga mu bisa benar-benar menyelesaikan pekerjaan sibuk mereka dengan hasil yang baik, sehingga mereka pun bisa kembali memeluk mu dengan penuh perhatian Frins. Kau harus yakin mengenai semua itu,"ujar Komi memotong pembicaraan Frins dengan kembali memberi semangat jika Frins harus yakin dengan orang tuanya yang mungkin saja sekarang sedang berjuang untuk kesuksesan bisnis yang sedang mereka jalankan.
" Ya Komi terima kasih, terima kasih untuk semangat yang sudah kau berikan pada ku, tanpa sadar kau sebenarnya sudah sangat membuat ku senang dan tenang. Terima kasih, sepertinya kau akan lebih baik jika bisa lebih dari menjadi sahabat ku Komi,"ujar Frins saat itu sambil bibirnya yang perlahan mendekati bibir Komi, sampai saat itu Frins pun mencium bibir Komi sehingga mereka pun berciuman mesra.
Tak lama ciuman yang mereka lakukan pun usai dengan Frins yang saat itu kembali saja memeluk Komi, dengan sedikit malu dan wajahnya yang merah berpikir jika dirinya begitu sangat tak sadar jika barusan melakukan ciuman bersama Komi, saking terbawa suasana haru yang Frins begitu rasakan.
" Baiklah Frins sekarang kau bilang kau memiliki pekerjaan yang harus kau lakukan kan? dan pekerjaan apa itu?"tanya Komi.
" Oh ya Frins maaf aku jadi malah terus saja curhat kepada mu, tapi sekarang sepertinya aku bisa langsung mengerjakan saja apa yang menjadi pekerjaan ku Komi. Kau ikut?"jawab Frins, dan bertanya sambil mengulurkan tangannya ke arah Komi.
" Oh ya baiklah Frins tentu aku ikut,"ujar Komi sambil meraih tangan Frins tentunya.
Dan saat itu pun Frins langsung saja membawa komi ke ruangan yang selalu di pakainya untuk bekerja, ruangan yang sebenarnya tidak tertutup justru ruangan terbuka ( balkon ) yang ada di salah satu sudut balkon rumah Frins saat itu.
" Wow Frins, aku sudah beberapa kali melihat rumah mu tapi ini adalah pertama kalinya aku melihat ke ruangan ini. Ini tempat mu bekerja Frins?"ujar Komi takjub.
" Ya Komi, ini adalah ruangan yang aku pilih untuk menjadi tempat ku bekerja entahlah apa yang aku rasakan tadi disini aku sepetinya bisa mendapatkan ketenangan sehingga aku bisa fokus mengerjakan pekerjaan ku. Bagaimana menurut mu?"jawab Frins.
" Menurut ku, menurut ku tentu saja ini sangat bagus Frins, kau begitu pintar memilih ruangan yang tepat untuk kau di jadikan tempat bekerja dan tempat ini luar biasa. Coba saja rumah ku sebagus milik mu ini yang memiliki balkon seperti ini, mungkin aku akan selalu merasa senang dan bersemangat untuk bekerja hehe,"ujar Komi.
" Oh ya? terima kasih Komi, tapi bukan kah ruangan kerja ku juga sangat bagus Komi, aku juga merasakan hal yang baik dan ketenangan ketika aku berada di kamar mu. Itu tentu saja adalah hal baik yang kau bisa dapatkan juga Komi,"ujar Frins.
" Ya kau benar, aku memang merasakan ketenangan dan kenyamanan yang membuat ku bisa mendapatkan inspirasi untuk karya ku tapi lihatlah ruangan tempat bekerja ku ini Frins, ini lebih baik dari ruangan yang aku miliki. Kau tahu kenapa? karena selain ruangan tempat mu berada di luar yang membuat udara segar bisa kau hirup bebas, kau juga bisa melihat pemandangan kota yang cukup indah ini. Sepertinya aku tak akan menyesal jika di tawari untuk bekerja di sini Frins haha,"ujar Komi dengan senang karena mendapatkan sesuatu yang membuatnya takjub saat itu.