Melihat Buyi yang seperti itu tentu saja Komi tak bisa apa-apa dan hanya mendengarkan apa yang Buyi katakan hingga pada akhirnya Buyi pun sudah selesai menyiapkan makanan untuk bekal Komi saat itu, tak ingin menahan lebih lama lagi Frins yang sepertinya sudah harus secepatnya pulang karena ada pekerjaan yang menunggu nya saat itu Buyi pun langsung saja memberikan bekal makan tersebut kepada Komi, dan menyuruh Komi untuk berangkat.
" Sepertinya semua sudah ibu berikan dan siapkan Frins, Komi. Sekarang ibu pikir lebih baik kalian langsung berangkat, Komi kasihan Frins jika terus berada di sini sementara pekerjaan sudah menunggunya,"ujar Buyi.
" Ya sudah bu, kami berangkat sekarang,"ujar Komi.
" Ya bu aku pamit pulang, terima kasih untuk semuanya dan terima kasih untuk bekal makanan yang kau siapkan ini bu, aku sangat senang,"ujar Frins juga pamit untuk berangkat saat itu.
Semuanya sudah mereka bawa saat itu, dan bekal yang di siapkan Buyi pun sudah sama-sama mereka bawa hingga akhirnya tentu saja Frins dan Komi langsung pergi meninggalkan rumah, untuk berangkat ke rumah Frins. Tanpa bicara apapun saat itu Frins langsung saja menaiki kendaraannya dengan Frins tentunya, lalu langsung menjalankan kendaraan yang Komi gunakan.
" Frins, kau tak ingin terlebih dahulu pergi ke suatu tempat? untuk membeli sesuatu mungkin?"tanya Komi.
"Sepertinya kita langsung pulang ke rumah ku saja Komi, aku belum memiliki rencana untuk membeli sesuatu,"jawab Frins.
Tanpa bicara apapun lagi Komi pun langsung saja memacu kendaraannya kembali dengan kecepatan lebih tinggi saat itu.
" Apa ada yang salah Komi? tidak seperti biasanya kau memacu kendaraan mu seperti ini?"ujar Frins dalam hatinya.
Karena saat itu Komi memacu kendaraannya dengan lebih cepat dari biasanya, merekapun pada akhirnya bisa sampai di rumah Frins dengan lebih cepat.
" Wow aku hampir tidak sadar jika kita di jalan barusan, kita sampai begitu cepat di rumah ini. Baiklah Komi, kau tentu mau masuk dulu kan? atau kau mau langsung pulang?"ujar Frins, dan bertanya.
" Sepertinya kita merasa nyaman dengan semua yang sudah kita lakukan Komi, jadi kita sampai tidak sadar jika di jalan barusan memakan waktu yang cukup lama. Ya karena ibu ku sudah memberikan ku sebuah makanan sebagai bekal ku untuk makan siang tentu saja aku akan terlebih dulu berkunjung ke rumah mu untuk makan siang bersama. Boleh
kah?"jawab Komi, lalu balik bertanya.
" Aku yang memberikan saran ini kepada ibu mu Frins tentu saja kau boleh singgah dulu di rumah ku, bahkan bukan hanya singgah jika kau ingin menginap di rumah ku pun aku tentu tidak akan sampai merasa keberatan Komi. Baiklah Komi, ayo kita masuk,"ujar Frins menjawab pertanyaan Komi saat itu, lalu mengajak Komi masuk.
" Ya baiklah terima kasih atas saran bagus mu Frins. Baik aku masuk,"jawab Komi.
Saat itu pun mereka langsung saja masuk ke dalam rumah, karena waktu sudah melebihi waktu mereka untuk makan saat itu jadi yang Frins lakukan saat itu tentu saja mengajak Komi langsung saja makan.
" Sepertinya yang kita lihat, jam sudah menunjukan waktu yang terlambat untuk kita makan siang Komi, jadi apa kau mau jika aku mengajak mu langsung makan saja sekarang?"tanya Frins.
" Ya sepertinya itu hal yang tentu saja baik untuk kita lakukan sekarang Frins. Ayo,",jawab Komi.
Saat itu yang mereka lakukan pun tentu saja langsung saja menyantap makanan yang sudah Buyi berikan kepada mereka.
" Komi, apa aku boleh bercerita sedikit?"tanya Frins.
" Apa itu? silahkan saja tanyakan, jika aku bisa aku akan menjawabnya,"jawab Komi.
" Ini tentang ku dan keluarga ku, aku tahu kau seorang pria anggap saja sekarang aku sedang mencoba curhat jika kau memiliki saran, kau boleh katakan itu tapi aku tidak memintanya. Baiklah yang sekarang aku ingin tanyakan pada mu adalah apa kau merasa ada sesuatu yang sepertinya tak benar dengan kehidupan ku, maaf aku malah jadi bertanya tapi Komi, aku merasa jika aku tidak seperti orang lain, tidak seperti anak-anak lain maksud ku adalah lihatlah aku sudah berapa lama kita bersama, sudah sering kita jalan bersama pagi, siang atau pun malam. Kau mengerti dengan apa yang aku maksud kan?"ujar Frins bertanya, tapi langsung saja mengatakan hal yang sebenarnya Frins ingin katakan pada Komi saat itu.
" Hidup mu? maaf Frins kau memang sahabat ku, tapi sebenarnya aku tidak terlalu memperhatikan kehidupan mu sampai tentang keluarga mu, dan jujur saja jika aku tidak mengetahui itu. Tapi mendengar perkataan mu aku bisa sedikit membaca kemana arah perkataan mu Frins, kau sedikit mengeluh dengan apa yang kau jalani sekarang Frins. Apa aku benar? maafkan jika aku salah tapi itulah hal yang aku pikirkan ketika mendengarkan perkataan mu barusan. Tapi apa ada masalah yang sedang kau hadapi sekarang Frins?"jawab Komi, dan saat itu pun Komi mengatakan mengenai tanggapan nya ketika mendengar pembicaraan Frins saat itu.
" Ya aku tahu Komi, kau ini tentu saja tidak akan mengetahui mengenai kehidupan ku sampai ke keluarga ku, karena aku tahu meskipun kau mengetahui sesuatu kau tak akan sampai lancang berkomentar mengenai hal yang sebenarnya adalah urusan pribadi seseorang, aku tahu dan mengerti jika hal tersebut menunjukan jika kau adalah orang yang baik Komi. Sebenarnya entah aku harus menyebut ini masalah ku atau apa, tapi Komi seperti apa yang aku katakan tadi pagi, siang, dan malam aku bisa jalan bersama mu bahkan sekarang aku bisa menginap di rumah mu, dan tak ada yang melarang ku karena aku tidak menerima perhatian yang baik dari orang tua ku Komi bahkan bisa di bilang jika aku sebenarnya kurang perhatian, orang tua ku yang terlalu sibuk bekerja hanya bisa memikirkan mengenai pekerjaan mereka saja tanpa memperhatikan ku, aku bilang kemarin jika orang tua ku pergi keluar kota untuk menyelesaikan tugas mereka kan Komi? kau tahu jika aku sebenarnya merasa sangat tertekan karena sudah cukup lama ada di dalam keadaan ini, aku benar-benar sangat kekurangan kasih sayang dan perhatian dari orang tua ku sendiri, bukan aku mengeluh karena mereka yang memberikan ku pekerjaan ketika mereka sedang harus menyelesaikan pekerjaan mereka yang ada di luar kota, aku tidak mempermasalahkan itu apa lagi sampai mengeluh karena pekerjaan ku itu, tidak Komi bukan itu tapi sekarang yang begitu sangat membuat ku tertekan dan mengeluh karena kurangnya perhatian yang di berikan orang tua ku, sejujurnya aku merasa sangat sedih dengan apa yang aku alami ini Komi,"ujar Frins menceritakan sepertinya semua hal yang membuatnya tertekan karena kurangnya perhatian yang di berikan oleh orang tuanya saat itu, bahkan saat itu Frins menceritakan semua masalah yang tengah di rasakannya sambil meneteskan air mata karena keadaan mentalnya yang sepertinya terpuruk.
Seketika saat itu Komi yang kebetulan sudah selesai makan pun langsung saja mendekati posisi Frins duduk, memegang bahunya lalu berkata.
" Maaf Frins sepertinya aku bukanlah orang yang peka terhadap masalah yang kau hadapi karena kau yang dalam keadaan seperti ini saja aku yang sudah lama menjadi sahabat mu tidak bisa tahu mengenai hal ini maaf Frins. Tapi mendengar cerita mu tentu saja sekarang aku sangat merasa iba kepada ku yang sampai harus merasakan kurangnya perhatian dari orang tua mu, maaf Frins aku tidak menyangka jika di belakang kami kau merasakan hal seperti ini, sudah jangan terlalu bersedih Frins kau anak yang kuat, aku yakin jika kau bisa melewati semua ini, bisa saja jika sekarang orang tua mu sedang di sibukkan dengan pekerjaan merekam sehingga tidak sadar jika perhatian yang mereka berikan pada mu kurang Frins,"ujar Komi menenangkan perasaan Frins saat itu sambil langsung saja memeluk Frins, berharap bisa menenangkan perasaan Frins.
Saat itu Frins tidak melakukan apa-apa sehingga hanya menangis di pelukan Komi, karena merasa sangat sedih dan plong ketika dirinya bisa membicarakan apa yang menjadi uneg-uneg nya saat itu meskipun kepada Komi yang saat itu berstatus sebagai sahabatnya, tapi karena Frins sudah tak kuat jika harus terus menanggung semua itu sendirian Frins pun pada akhirnya menceritakan semua masalahnya, sehingga membuat perasaannya lega saat itu.
" Terima kasih Komi, aku sangat merasa senang dengan sikap mu dan perhatian dari ibu mu aku sangat senang dengan kau dan ibu mu yang bisa memberikan ku perhatian lebih, melebihi perhatian dari orang tua ku. Kau tak perlu meminta maaf karena kau tidak salah justru kau melakukan hal yang sepertinya memang harus kau lakukan, yaitu tidak ikut campur dengan masalah pribadi orang lain. Tapi jujur saja jika aku sebenarnya berandai-andai kau bisa ikut campur ke dalam urusan ku, maksud ku adalah aku ingin,"
" Hahaha Frins kau ini bisa saja bagaimana aku bisa ikut campur ke dalam masalah pribadi mu, terima kasih jika kau menganggap jika aku adalah orang baik dan memang melakukan hal baik dengan tidak sembarang ikut campur dengan masalah pribadi orang lain termasuk dengan tidak ikut campur dengan masalah pribadi mu Frins, aku tentu akan sangat terus berusaha untuk mempertahankan sifat baik ku ini dan tentu saja akan mencoba lebih dan lebih baik lagi menjadi orang yang baik. Dan untuk mu, teruslah seperti ini menjadi wanita yang kuat. Kau harus percaya jika masalah ini bukan masalah yang akan terus terjadi dan terus ada di dalam hidup mu, kau harus percaya jika semua ini akan berakhir, jangan terus menerus seperti ini cobalah berpikir positif jika suatu saat nanti orang tua mu akan kembali memberikan perhatian yang semestinya pada mu Frins. Percayalah semua itu akan terjadi Frins, sekarang hapus air mata mu dan tersenyumlah,"ujar Komi memotong pembicaraannya saat itu dengan kembali memberikan semangat kepada Frins agar dirinya bisa berpikir positif terhadap masalah yang sedang di hadapinya saat ini, dan percaya jika semua masalah ini akan ada akhirnya.