Sebuah Feeling Yang Kembali Buruk

1571 Kata
Beberapa saat kemudian ketika Komi terus saja menunggu di kendaraannya suara banyak motor yang bising tersebut pun mulai hilang dan pada akhirnya benar-benar hilang, setelah beberapa saat yang lalu suara motor tersebut memang malah semakin jelas sepertinya memang suara banyak motor yang sedang melintas ke dekat tempat Komi berada saat itu hingga pada akhirnya Komi pun langsung saja berniat untuk mulai berangkat pulang, meskipun saat itu cuaca malah semakin buruk dan hujan pun sudah mulai turun. Tapi karena perasaan Komi yang sudah merasa tak enak dengan Frins yang sudah sangat bersikap dingin padanya Komi pun tidak menoleh ke belakang apa lagi sampai tidak jadi berangkat bekerja, tapi ketika Komi baru saja menjalankan motornya tiba-tiba seseorang memegang tangan Komi. " Tunggu Komi, aku minta maaf aku sadar jika sepertinya aku salah. Aku harap kau tidak lanjut pergi karena hujan malah sudah turun semakin deras,"ujar Frins. " Ah Frins apa yang kau lakukan kenapa kau tidak diam saja di dalam. Kau jadi basah kan,"ujar Komi. " Aku tahu Komi, tapi sekarang lebih baik kau diam saja dulu di dalam kembali Komi jika kau memaksakan pulang kau pasti akan basah kuyup,"ujar Frins. Melihat Frins yang memegang erat tangan nya saat itu, Komi pun tentu saja tidak melanjutkan dirinya yang akan pergi tapi menuruti saja apa yang di katakan Frins saat itu, turun dari motornya dan langsung saja kembali ke rumah Frins untuk berteduh. Ketika Komi sudah kembali turun dari kendaraannya Komi pun tentu saja langsung di suruh Frins kembali masuk agar tidak merasa kedinginan karena hujan yang turun mulai cukup deras saat itu, ketika Komi sudah masuk ke dalam rumahnya tiba-tiba Frins dengan cepat memeluk Komi sambil dirinya yang kembali meneteskan air mata uang langsung deras. " Maaf Komi, maafkan aku, aku sadar jika aku salah, aku sudah melakukan kesalahan dan aku juga sadar jika aku begitu sangat memperlakukan mu dengan kurang baik barusan tapi Komi aku bersikap seperti itu karena aku benar-benar sangat merasa takut dan cemas memikirkan mengenai kecelakaan pesawat yang kita saksikan barusan ku begitu sangat ketakutan, aku hanya sendiri disini Komi aku begitu ketakutan bagaimana jika orang tua ku menjadi salah satu korban dari kecelakaan pesawat yang baru saja terjadi, jika itu memang benar bagaimana masih ku kedepannya Komi aku sangat merasa takut Komi,"ujar Frins bicara dengan air mata yang begitu deras menangis saat itu, tentunya sambil memeluk erat tubuh Komi. " Frins, hey Frins cukup. Aku tahu apa yang kau rasakan aku tahu apa yang kau pikirkan aku begitu mengerti dengan apa yang sedang kau rasakan dan pikirkan saat ini, tapi Frins kita harus tenang dan jika bisa kau harusnya berdoa saja dulu semoga hal baik akan kita dapatkan, dan lagi pula Frins korban pesawat yang barusan kecelakaan bersama dengan korban belum bisa di temukan, jadi tentu saja masih banyak kemungkinan yang bisa saja terjadi kepada orang tua mu Frins, dan berita tadi juga mengatakan jika beberapa penerbangan di hentikan dan delay karena cuaca begitu buruk itu berarti bisa saja orang tua mu tidak ada di dalam pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut dan mereka bisa saja terhambat di bandara kan? kemungkinan mereka sekarang sudah kembali ke hotel dimana mereka tinggal karena bandara yang sedang mereka tunggu untuk penerbangan mendelay semua penerbangan karena cuaca yang buruk? dengan begitu tentu saja kau tidak harus begitu sangat merasa takut dan cemas karena masih ada harapan dan besar kemungkinan orang tua mu tidak ada di dalam pesawat yang kecelakaan tersebut Frins. Jadi sekarang aku harap kau bisa menenangkan hati dan pikiran mu, tenanglah dan berdoalah Frins semoga hal baik aku datang kepada kita, jangan menangis hapus air mata mu dan tenang lah,"ujar Komi mencoba terus menenangkan Frins yang saat itu sudah terlihat begitu panik dan khawatir akan kedua orang tuanya, meskipun sebenarnya saat itu perasaan Komi pun merasakan sesuatu yang kurang baik ada sebuah feeling yang tidak enak di perasaan dan pikiran Komi. Frins pun saat itu tidak menjawab apa yang Komi katakan, Frins hanya terus saja menangis di pelukan Komi saat itu karena masih terus saja merasa cemas kepada kedua orang tuanya, begitu sangat merasa takut jika kedua orang tuanya menjadi salah satu korban di dalam kecelakaan pesawat tersebut. Komi pun tidak bicara apa-apa saat itu dan hanya terus saja membalas pelukan Frins yang begitu sangat erat, sampai pada akhirnya Frins pun bicara sesuatu dengan tangisannya yang perlahan hilang. " Terima kasih Komi, tapi aku benar-benar meminta maaf pada mu aku sadar jika apa yang aku lakukan pada mu begitu sangat salah, aku memperlakukan mu buruk barusan, maaf Komi aku begitu sangat panik melihat kecelakaan pesawat tersebut, maaf,"ujar Frins. " Tidak Frins, tidak usah terlalu di pikirkan kau tak usah begitu merasa sangat bersalah pada ku, tidak ada yang harus di maafkan dari mu karena kau tidak salah Frins, aku mengerti dengan apa yang kau pikirkan dan rasakan, aku mengerti Frins jadi sekarang cukup meminta maaf nya kau tidak memiliki salah apapun pada ku, lupakan lah itu semua Frins. Yang harus kau lakukan sekarang adalah tenangkan diri dan perasaan mu, lalu berdoalah untuk keselamatan orang tua mu,"ujar Komi terus menenangkan perasaan Frins. " Terima kasih Komi, aku sangat bersyukur memiliki sahabat seperti mu aku sangat beruntung ada kau yang selalu bisa menemani ku di saat senang atau pun di saat sedih seperti ini, terima kasih,"ujar Frins. " Sama-sama Frins tidak usah sungkan kepada ku, jika kau sedang memiliki masalah atau pun sedang memiliki sesuatu yang mungkin membutuhkan bantuan kau bisa ceritakan dan minta bantuan kepada ku, jika aku bisa tentu saja aku tidak akan menolak permintaan tolong mu Frins,"ujar Komi. Frins pun saat itu kembali terdiam, tapi setelah beberapa saat terdiam Frins pun kembali bicara sambil melepaskan pelukannya. " Komi maaf aku begitu lama memeluk mu, aku begitu tak sadar sudah memeluk dan menangis di pelukan mu. Komi ini sudah malam, apa kau tidak akan apa-apa berada di sini? bagaimana dengan ibu mu? tapi jika kau pulang sekarang pun sepertinya itu bukan sebuah ide yang bagus karena di luar hujan malah kembali turun dengan cukup deras,"ujar Frins. " Tidak apa-apa tenang saja Frins kau tak usah khawatirkan itu, dan jika memikirkan ibu dia juga tidak akan sampai melarang atau cemas dengan aku karena dirinya tahu jika awalnya aku pergi dengan mu mungkin untuk memastikan agar ibu tidak merasa cemas dan khawatir karena aku yang belum pulang di waktu yang sebenarnya kau tidak usah cemas karena ini belum terlalu malam, tapi seperti yang aku bilang tadi untuk membuat ibu tidak merasa cemas kepada ku aku akan menghubunginya ke telepon yang ada di rumah, dan bicara jika aku tidak bisa pulang dikarenakan hujan yang malah turun dengan deras. Aku akan pulang jika hujan sudah cukup reda nanti. Ya tapi jika kau mengijinkan aku pulang sekarang aku sepertinya bisa saja pulang, tapi mungkin aku kembali harus meminjam jaket mu agar bisa melindungi dari hujan yang sedang terjadi diluar sana,"ujar Komi. " Sepertinya itu bukan ide yang bagus Komi meskipun kau memakai jaket itu tidak akan melindungi ku dari dingin udara di luar sana, lebih baik kau tunggu saja sampai hujan cukup reda jangan memaksakan diri. Dan itu ide yang bagus Komi tapi kau tak usah melakukan itu karena aku yang akan melakukannya, kau terjebak hujan karena salah ku jadi aku yang akan bicara kepada ibu bagaimana keadaannya sekarang hingga membuat mu belum bisa pulang sehingga masih saja ada di sini sekarang,"ujar Frins. " Frins tak usah, tenang saja kau tak usah melakukan itu lagi pula aku tidak apa-apa aku bisa bicara kepada ibu sendiri, dia tidak akan sampai marah dan bertanya kenapa aku belum pulang, dia akan mengerti Frins jadi biarkan aku yang melakukannya. Dan kau tidak harus mengatakan jika ini semua salah mu, karena ini semua terjadi memang karena alam saja yang sedang tidak bersahabat tidak ada yang harus di salahkan mengenai aku yang sekarang belum bisa pulang ini Frins,"ujar Komi. " Sudahlah Komi kau tak usah bicara apa-apa lagi, kau sekarang lebih baik diam dan duduk lah, oh ya aku pikir kau pasti haus Komi aku akan membawakan minun untuk mu sambil aku akan mengambil ponsel ku tunggu sebentar,"ujar Frins sambil langsung saja pergi meninggalkan Komi. Komi pun tidak bisa bicara apa-apa lagi saat itu karena Frins yang sudah pergi meninggalkannya saat itu, selagi Frins pergi Komi langsung melihat ke jendela yang mengarah langsung keluar rumah nya saat itu, tak sengaja ada sesuatu yang masuk ke dalam pikirannya sehingga Komi pun jadi malah memikirkan sesuatu tersebut. " Maaf Komi bukannya aku mendoakan yang tidak-tidak tapi entah kenapa sekarang aku begitu sangat merasa tidak enak, ada sebuah reel jg yang begitu dekat memikirkan terhadap kecelakaan pesawat yang sedang terjadi dan pemikiran ku yang tertuju kepada orang tua mu, entah apa yang membuat ku seperti ini tapi begitu sangat mengganggu. Aku hanya bisa berdoa semoga hal baik yang akan kita dapatkan kedepannya Frins, meskipun ada perasaan dan feeling buruk yang sedang aku rasakan sekarang ini,"ujar Komi dalam hatinya melamun sambil melihat keluar jendela. " Komi apa yang sedang kau lakukan di sana?"tanya Frins melihat Komi yang sedang ada di depan jendela rumahnya saat itu. " O-oh Frins kau sudah kembali, maaf aku tidak melakukan apa-apa, hanya saja aku melihat hujan yang belum berhenti juga diluar sana,"jawab Komi. " Oh baiklah Komi tapi sepertinya hujan belum mengecil apa lagi reda jadi mungkin lebih baik sekarang kau kembali saja duduk dan minum coklat panas yang sudah aku buatkan untuk mu ini Komi,"ujar Frins. " Ya baiklah Frins terima kasih,"ujar Komi sambil berjalan lalu duduk kembali di kursi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN