RESERVASI

2002 Kata

Bintang tampak berbeda hari ini. Jika bekerja di Théologie, biasanya ia tak akan duduk sepanjang hari. Bintang pasti beranjak begitu alarm di smartwatch-nya bergetar, berjalan-jalan sejenak di sekitar tea house, baru kemudian kembali ke kursinya. Dan lucunya, selalu ada saja yang ia bawa. Entah itu permen, rujak, coklat, atau jajanan kaki lima. Bukan untuknya, namun untuk Helia dan timnya. Porsi kecil, namun seru untuk dinikmati bersama. Namun hari ini.... Ia terlalu serius. Helia baru menyadari itu saat waktu mendekati pukul sepuluh. Ia tengah menakar sirup untuk pesanan Sakura White saat pandangannya justru terpaku pada Bintang. Pemuda itu menatap laptop, lalu menuliskan sesuatu dengan stylus di tabletnya. Lalu membuka ponsel, mengetik cepat, menatap kosong sejenak dengan kening men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN