Semenjak kejadian itu, hari di mana Rigi seperti mengungkapkan perasaannya kepada Tari, gadis itu dan Rigi menjadi jarang bicara. Tari seperti berusaha untuk menghindari Rigi. Dalam hal apapun, Tari tak sama sekali ingin bertemu dengan Rigi. Menghindari segala kontak langsung dengan pria itu. Bahkan, ia lebih memilih naik angkot ketimbang dibonceng Rigi ketika berangkat dan pulang kuliah seperti biasanya. Bahkan dirinya juga sampai rela berangkat pagi-pagi, agar sarapan di kantin dan tidak bertemu pria jangkung itu. Hari itu benar-benar terngiang-ngiang di kepala Tari. Tari sangat ingat ketika Rigi berbicara serius dengannya. Semua itu teramat menancap di kepala Tari. Karena hal itu, Tari merasa hari-harinya kian berat. Waktu terasa begitu cepat. Tanpa terasa, sudah satu minggu hari ber

