"Kan, aku udah bilang jangan dimasukin!" omel Tari dengan sinisnya. Dia tidak tahu bagaimana ekspresinya saat ini. Dia terlihat marah, tetapi juga dirundung malu secara bersamaan. Sedangkan pria bernama Rigi itu dengan tampang polosnya justru hanya menatap datar. Tak membiarkan Tari beristirahat dan menenangkan dirinya yang tengah emosi menggebu-gebu. Jika bukan suaminya, sudah Tari usir sejak tadi. Atau bisa jadi, Tari pinta untuk di luar saja. "Aku cuman niat bantuin," bela Rigi pada dirinya sendiri. Lantas dengan cepat melepas genggaman pada barang-barang milik Tari yang ada di koper. Ia mundur beberapa langkah, membiarkan Tari membereskan sendiri isi kopernya. Tari tidak menggubris. Tangannya sibuk membereskan isi koper, menata beberapa baju yang masih tertumpuk rapi di sana. Kemu

